My Cute Boyfriend 2

My Cute Boyfriend 2
Episode 17


__ADS_3

Author PoV


Rayn membawa Lia pergi ke kantor kepala sekolah dengan selamat, sehat tanpa ada lecet sedikitpun.


Victo : a elah kek apaan_-.


Sara : diem bawel lu_-


Rayn meninggalkan Lia menyelesaikan urusannya sedangkan  dirinya kembali dengan kegiatannya. dan disinilah Lia berada, di kantor kepala sekolah yang cukup megah untuk ukuran sekolah negri. Lia sempat memandang ke sekeliling ruangan dan mencaritahu setiap sudut ruangan itu.


" permisi!" ucap Lia dengan sopan, sedangkan orang yang ada didepannya masih saja asik dengan laptopnya hingga akhirnya dia mengalihkan atensinya setelah aura disekitarnya terasa sesak dan mengerikan.


" ah, kamu pasti nona Yuu!" ucap kepala sekolah dengan wajah penuh binar, kenapa? karena Lia sudah menyumbangkan 2 milyard ke sekolah itu, dan dia sudah masuk dan menjadi dontur terbesar bagi sekolah. jadi tentu saja kepala Sekolah yang mata duitan ini langsung saja memasang wajah bahagia dan penuh binarnya. apa lagi melihat Lia yang begitu cantik untuk gadis berusia 16 tahun.

__ADS_1


" tidak usah basa-basi, aku hanya ingin memberi salam dan ya, orangku akan datang dan membawakan beberapa barang yang akan diletakkan di rooftop. biarkan saja mereka bekerja dan jangan ganggu mereka, dan ya. selama disekolah saya tidak ingin ada guru yang mencari masalah dengan saya!" ucap Lia panjang kali lebar, dan diangguki oleh Kepala sekolah.


" saya mengerti, nona tenang saja!" ucap kepala sekolah dengan senyum penuh makna. sedangkan Lia yang mengetahui hal itu hanya diam dan tidak peduli, itu bukan urusan dia. hanya butuh 6 bulan dan dia akan membawa ah, salah! dia akan menyeret Rayn dan membuat pria itu berlutut dibawah kakinya.


Lia melangkahkah kakinya pergi dari sana, Lia melangkahkan kakinya kembali dan dia kembali mendapat ribuan pasang mata menatapnya kagum. Lia hanya menghela nafas dan kembali berjalan menuju ke mobilnya. hingga dia tiba didepan mobilnya dia terkejut mendapati beberapa gadis tengah duduk diatas kap mobilnya sembari berfoto dengan mobilnya itu.


Lia yang mengetahui hal itu dari jauh memandang rendah pada mereka, Lia menghembuskan nafas kesal dan memasang smirknya. seseorang yang berada tidak jauh darinya malah terkekeh geli melihat smirk yang bisa saja membuat siapapun mati saat itu juga.


" heh, sebaiknya kamu menghentikan mereka sebelum mobilku tergores!" titah Lia yang tidak di indahkan oleh rayn.  Rayn mengernyitkan kedau alisnya dan memandang bingung ke arah Lia. Lia menghela nafas kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke mobilnya.


Lia menghentikan langkahnya dan memandang sikap gadis-gaids yang masih asyik berfoto degan mobilnya. Lia memandang mereka dengan tatapan merendahkan, kenapa? karena mereka sekarang terlihat seperti orang kampung yang tidak pernah melihat mobil. apalagi dengan make up super tebal yang mereka kenakan bisa membuat anak kecil ketakutan karena mengira mereka hantu.


" heh, ngapain lu liat-liat?" tanya salah seorang dengan rambut yang dicat biru, tidak seperti rambutnya yang terlihat natural. warna yang dikenakan gadis itu nampak tidak cocok dan nampak mengelikan dengan gadis itu.

__ADS_1


" ...." Lia diam dia malah memperhatikan setiap senti dari mobilnya, dia paling tidak suka jika ada orang yang menyentuh barang miliknya.


" heh, lu tuli ya? atau bisu?" tanya seorang lagi dari mereka, kali ini gadis yang datang pada Lia nampak sedikit normal. walau make up yang dia kenakan nampak agak berlebihan untuk seorang anak SMA. Lia menghela nafas lega karena tidak ada satupun goresan pada mobilnya.


" ah, atau lu ngak pernah liat mobil mewah kek gini ya?" tanya gadis dengan rambut biru itu merendahkan. Lia menautkan kedua alisnya bingung sedangkan kempat gadis yang ada disana malah terkekeh geli.


" heh?" Lia mengukir smirknya yang membuat keempat gadis itu merinding ketakukan, Lia mengeluarkan sebuah kunci dan menekan salah satu tombol yang ada dikuncinya. Lia memasang smirk sembari menekan tombol dihadapan gadis-gadis itu, kini malah mereka nampak bingung, hingga akhirnya sebuah suara mengalihkan atensi mereka.


PIP PIP


" ah!!" teriak mereka sedikit terkejut karena mendengar alarm mobil yang mereka sandari menyala. Lia terkekeh geli dan berjalan mendekat ke arah mobilnya. dia membuka pintu mobil itu dan membuat para gadis itu terperanjat kaget, mereka terkejut karena hal itu sedangkan Lia malah dengan santainya menyalakan mobilnya dan memainkan gasnya dengan santai.


Lia mulai memainkan pedal gas dan memainkan kemudi dengan lihai, LIa mengemudikan mobilnya dengan santai dan sedikit memamerkan kemampuannya dihalaman sekolah yang masih penuh dengan siswa dan siswi yang memandang dirinya dengan kagum.

__ADS_1


__ADS_2