My Cutie Presdir

My Cutie Presdir
[MCP] CHAPTER 22


__ADS_3

Entahlah...


Semakin lama bersama Choi Woo Shik Sajangnim rasanya hati semakin tidak aman. Polesan polesan kecil yang mampu menggetarkan hati selalu saja ia sentuh dengan sengaja.


Sebentar menyanjung lalu sebentar lagi ingin pergi dan tidak akan melewati batas. Sekarang setelah ia menjelaskan dengan detail apa maksud dari perkataannya beberapa minggu yang lalu, ia kembali memberikan percikan itu. Percikan yang berbahaya untuk hati.


Dengan wajah yang tanpa make up Zefa berusaha untuk menutupinya. Tetapi Choi Woo Shik Sajangnim justru berkata bahwa Zefa tidak seburuk itu.


"Malah menurut saya kamu jauh lebih fresh kalau natural seperti ini". Ucap Choi Sajang sambil tersenyum.


Apalagi ini tuhan...


Kenapa Choi Woo Shik Sajangnim menjadi lebih santai berbicara kepadanya? Kenapa Choi Woo Shik Sajangnim semakin berani untuk memuji Zefa?. Atau mungkin...?.


Tunggu, Zefa harus lebih relaks mengahadapi Choi Woo Shik Sajangnim yang semakin bertambah manis dengan senyumnya.


"Apa itu cara orang Korea bercanda dengan lawan jenis?". Tanya Zefa dengan polosnya.


Choi Sajang tertawa.


"Aniyo~ siapa yang bercanda? Saya hanya bicara sesuai dengan realita tanpa ada yang saya kurangi sedikit pun". Sahut Choi Sajang tertawa.


"Terus kenapa sambil ketawa?". Tanya Zefa merasa Choi Sajang memang sedang bercanda.


"Apa salahnya saya ketawa? Saya enggak mau wajah saya nantinya jadi kaku kalau serius terus". Sahut Choi Sajang.


"Tuh kan benar! Berarti emang benar Sajangnim tuh cuma meledeki saya". Ucap Zefa kesal.


Lagi lagi Zefa salah mengartikan sikap bosnya. Perasaannya yang sedang campur aduk semakin sulit untuk membedakan hal serius atau sebaliknya. Mungkin memang berlebihan cara Zefa menanggapi candaan dari Choi Woo Shik Sajangnim, tetapi hal itu karena moodnya yang sedang tidak stabil sejak pembicaraan dengan bosnya kemarin malam.


"Saya enggak seda...".


Baru saja akan menjelaskan maksudnya Choi Woo Shik Sajangnim tiba tiba saja menghentikan pembicaraannya sebab Zefa pergi begitu saja.


"Zefa, kamu mau kemana?". Tanya Choi Sajang.


Zefa sama sekali tidak merespon panggilan bosnya, ia terus berjalan meninggalkan Choi Woo Shik Sajangnim seorang diri. Ia hanya tidak ingin membuat dirinya semakin hanyut dalam sebuah kebingungan.


"Gue pikir cuma orang Indonesia aja yang bisa gombal. Ternyata mas mas Korea juga sama aja!". Gumam Zefa saat berjalan menuju kamarnya.


Zefa sudah sampai di kamarnya dan tanpa basa basi lagi, ia pun memutuskan untuk tidur meskipun sebenarnya kantuk itu belum terasa.


***

__ADS_1


📍Jakarta, Indonesia


"Terimakasih ya atas kerja keras kalian selama di Sydney dan selamat untuk kita semua atas projek yang baru saja kita selesaikan". Ucap Choi Sajang saat mereka baru saja tiba di halaman perusahaan.


"Selamat Sajangnim, semoga ada proyek proyek baru lagi dari luar negeri". Ucap salah satu staff sambil tertawa.


"Enak lo ya liburan gratis". Seru staff lain yang juga tertawa.


"Masih banyak komunikasi yang harus saya selesaikan dengan beberapa klien di luar negeri. Jadi nanti pasti akan ada perjalanan dinas lainnya". Jelas Choi Sajang tersenyum.


"Wah... Dengan senang hati saya siap Sajangnim". Sahut staffnya.


"Baik... Tunggu saja ya!". Ucap Choi Sajang.


Setelah berbincang selama beberapa saat sambil menunggu mereka di jemput oleh keluarga, kini tinggallah Zefa dan Choi Woo Shik Sajangnim yang tersisa.


Hanya mereka berdua, berdiri memandangi jalan ibu kota yang sibuk. Mobil dan motor yang berlalu lalang adalah satu satunya titik fokus Zefa saat itu. Situasi mereka berdua masih dalam kecanggungan yang tiada akhir.


"Gimana kalau kamu pulang sama saya?". Tanya Choi Sajang tiba tiba.


Zefa menengok ke arah Choi Sajang.


"Ayo". Ucap Choi Sajang tersenyum.


Zefa masih terdiam.


"Sajangnim enggak salah kok". Ucap Zefa tanpa melihat bosnya.


"Benar saya enggak salah? Berarti mau ya saya antar kamu pulang". Sahut Choi Sajang.


Lagi lagi Zefa terdiam.


"Enggak ada jawaban saya anggap iya. Tunggu". Choi Sajang tersenyum lalu berjalan menuju basemen.


Beberapa saat kemudian Choi Woo Shik Sajangnim datang membawa mobilnya lalu membawa Zefa untuk pulang bersamanya.


Selama dalam perjalanan pulang tersebut mereka benar benar kehabisan topik. Entahlah, mungkin memang tidak ingin membahasnya. Mereka berlalu dengan tanpa pembahasan sekecil apa pun. Hingga akhirnya Choi Woo Shik Sajangnim mengantar Zefa sampai tujuan.


"Terimakasih Sajangim". Ucap Zefa melalui jendela mobil yang masih terbuka.


"Saya pamit ya". Sahut Choi sajang setelah menganggukkan kepala.


Zefa pun menarik kopernya dan memasuki rumah dengan wajah lesunya. Bukan karena fisiknya yang lelah tetapi karena hatinya sudah terlalu lemah setelah di ombang ambingkan dengan sikap Choi Woo Shik Sajangnim.

__ADS_1


Sudah waktunya ia beristirahat, sudah waktunya ia untuk tidur. Hilangkan penatmu sebentar agar esok bisa lebih kuat menerima polesan demi polesan dari Choi Woo Shik Sajangnim.


***


Pagi hari datang lagi...


Zefa dan Nayra sudah tiba di kantor tepat lima belas menit sebelum jam kerja. Mereka berpisah di lobby utama kantor dan menuju ruangan masing masing.


Zefa pun melangkahkan kakinya melewati koridor demi koridor yang mengarah ke ruangannya. Pagi ini ia tampak tak bersemangat wajahnya pun terlihat lesu. Mungkin lelah mulai dirasanya sebab beberapa hari terakhir ia memang bekerja sangat keras.


"Selamat pagi calon istri CEO jalur caper! Apa kabar? Udah lama banget ya kita enggak ketemu".


Selagi Zefa berjalan menuju ruangannya ia kembali do hentikan dengan para netizen yang amat budiman. Namun kali ini mereka hanya berdua.


Zefa menghela nafas, lalu...


"Selamat pagi". Sahut Zefa tersenyum.


"Gimana? Liburannya enak?". Tanya salah satu dari mereka.


"Loh kok liburan, kan mereka habis dinas". Seru temannya.


"Ya liburan lah, dinas mah cuma pengalihan aja biar enggak terlalu mencolok. Disana mereka pasti banyak curi curi waktu buat berdua". Ucap netizen yang budiman nomor satu.


"Oh jadi maksud lo si cewek centil ini ngerayu Sajangnim buat bisa dinas ke luar negeri padahal cuma buat liburan dan...". Seru netizen dua.


"Dan ngerayu Sajangnimnya jadi lebih leluasa". Sahut netizen satu.


"Wah gila. Keren banget cara lo buat bisa dapatin hatinya Sajangnim". Ucap netizen dua.


"Suhu!". Sahut netizen satu.


"Udah? Ada lagi enggak yang mau kalian omongin ke gue? Mumpung gue masih ada waktu luang sedikit, karena nanti kayaknya gue bakal sibuk banget deh jadi enggak bisa buat dengerin omong kosong kalian lebih lama lagi". Celetuk Zefa sambil tersenyum.


"Yeh lo makin berani ya!". Ucap netizen dua seraya berteriak.


"Kurang ajar lo!". Ujar netizen satu.


"Yaaa kenapa juga gue mesti takut sama kalian? Udah ya gue sibuk nih, bye". Ucap Zefa tersenyum dan berlalu meninggalkan mereka.


Setelah Zefa berjalan dan meninggalkan para netizen tersebut, mereka bergumam semakin kesal seperti sedang merasakan darahnya mendidih.


"Awas lo cewek centil, gue enggak akan pernah ngebiarin lo dalam ketenangan kerja disini".

__ADS_1


"Akan ada banyak kejutan lagi buat lo! Sampai lo benar benar kapok!".


***


__ADS_2