
Setelah beberapa hari beristirahat di rumah dan tidak melakukan aktivitas apa pun. Hari ini Zefa sudah bisa kembali bekerja dan melepas rindu dengan ruangan yang selalu membuatnya merasa nyaman berada disana.
"Wah... Aroma meja kerja gue tuh emang khas banget. Bikin gue kangen kalau lama-lama ditinggalin gini". Ucap Zefa setelah sampai di ruang kerjanya.
"Kamu benar-benar cuma kangen sama meja kerja kamu? Enggak kangen yang lain...?".
Tiba-tiba saja Choi Woo Shik Sajangnim datang menghampiri Zefa dengan senyumannya yang mampu mengalihkan dunia. Oh god!
"Eehh...". Zefa gugup.
"Saya bercanda". Ucap Choi Sajang.
Zefa pun menghela nafas.
"Ok kalau begitu ayo ikut saya". Perintah Choi Sajang dan Zefa pun menurutinya.
Zefa berjalan tepat di belakang Choi Woo Shik Sajangnim seperti biasanya. Ia melihat kanan dan kirinya selagi berjalan, sepertinya ia benar-benar sangat merindukan tempat ini.
Namun pandangan matanya terpaku pada sekumpulan orang yang sedang duduk bersama sambil menatap sinis Zefa. Ya, siapa lagi mereka kalau bukan para netizen alay yang selalu mengusiknya. Lagi-lagi Zefa tidak perduli dengan tingkah mereka, ia kembali fokus berjalan seolah tidak terjadi apa-apa.
Dengan mengendarai mobil berwarna hitam glossy kesayangannya, Choi Woo Shik Sajangnim membawa Zefa ke cafe favoritnya.
"Hei you bro! Kemana aja, kenapa baru kesini?". Ucap Joddy menyapa pelanggan kesayangannya saat baru saja tiba.
"Gue cuma bosan aja kalau harus setiap hari ketemu sama lo". Sahut Choi Sajang dengan wajah polosnya.
"Tapi akhirnya lo tetap kesini juga kan?". Ucap Joddy meledeki Choi Sajang.
"Ya gue enggak enak aja sama lo kalau terlalu lama hiatus dari cafe ini". Sahut Choi Sajang sambil tertawa.
"Lo bisa nyebelin juga ya!". Seru Joddy yang juga tertawa.
Melihat bromance dihadapannya sedang bertengkar Zefa hanya tertawa, mentertawakan sikap mereka yang terkadang kekanak-kanakan.
"Lo mah bisanya ketawa doang Zef". Celetuk Joddy semakin membuat Zefa tertawa cekikikan.
"Udah deh, buatin kayak biasa buat gue sama Zefa. Nanti Zefa yang bayar". Ucap Choi Sajang yang kemudian berjalan menuju tempat yang kosong.
"Heh, jadi cowok kok enggak mau rugi, masa cewek yang bayarin!". Ucap Joddy menahan langkah Choi Sajang.
"Kartu gue sama Zefa". Sahut Choi Sajang sambil tersenyum dan berlalu.
"Oh my god! Jadi sekarang lo udah di percaya buat pegang kartu tuh anak?". Tanya Joddy yang terlihat begitu senang.
__ADS_1
"Udah lama kak". Sahut Zefa.
"Hah? Serius lo Zef?". Joddy terkejut.
"Iya...". Sahut Zefa singkat lalu memberikan black card milik Choi Sajang kepada Joddy.
Joddy kembali tersenyum, ia benar-benar tampak sangat senang. Entah apa yang merasukinya, ia seperti sedang tetimpa gundukan emas.
"Kak Joddy udah berapa lama sama Nayra". Ucap Zefa tiba-tiba.
"Kita baru dekat aja sih". Sahut Joddy yang sedang fokus membuat kopi.
"Oh...". Zefa menahan tawa setelah Joddy masuk kedalam perangkapnya.
Seketika itu pula Joddy pun langsung tersadar dan menepuk keningnya seperti menahan malu.
"Ah jinjja!". Ucap Joddy tertawa.
"Lo pintar banget ya cari situasi yang bagus sampai gue enggak sadar dan langsung jawab jujur". Sambungnya.
"Metode hipnotis gue keren kan kak?". Ucap Zefa sambil tertawa.
"By the way, Nayra cerita ke lo?". Tanya Joddy.
"Lain kali kita ngopi bareng ya sambil cerita-cerita". Ucap Joddy tersenyum.
"Heol~". Seru Zefa tersenyum.
Setelah lama berbincang dengan Joddy, Zefa membawa pesanannya sendiri dan menghampiri Choi Woo Shik Sajangnim yang sudah lama menunggu.
Dari kejauhan terlihat Choi Woo Shik Sajangnim seperti sedang kesal, wajahnya pun memerah. Tetapi anehnya ia terus memperhatikan Zefa dengan wajahnya yang seperti itu. Apa Choi Woo Shik Sajangnim marah kepada Zefa? Tapi, kenapa?.
"Ini punya Sajangnim". Ucap Zefa sambil memberikan kopi pesanan bosnya.
"Apa yang kamu bicarakan sama Joddy? Sampai ketawa-ketawa seperti sedang membahas sesuatu yang sangat seru". Tanya Choi Sajang sinis.
"Ya... Memang ada yang kami bahas". Sahut Zefa tersenyum.
"Bahas soal apa sampai kamu lama banget disana?". Tanya Choi Sajang.
"Apa saya juga harus punya alasan yang jelas untuk sekedar ngobrol sama orang yang saya kenal?". Jelas Zefa membuat Choi Sajang terdiam.
"Maksudnya tuh apa sih? Selalu bikin gue salah tingkah, terus tiba-tiba jadi posesif kayak gitu tuh maksudnya apa?". Gumam Zefa dalam hatinya.
__ADS_1
Bukan hanya Zefa, siapa pun yang ada di posisinya saat ini pasti akan merasa sangat bingung. Sebentar dibuat melayang sebentar lagi dibuat jatuh. Sebenarnya apa maksud dan tujuan dari sikapnya yang manis selama ini?.
Selang beberapa jam kemudian Akhirnya Zefa dan Choi Woo Shik Sajangnim kembali ke kantor. Sejak saat di cafe hingga dalam perjalanan ini mereka masih dalam kondisi yang canggung. Tidak banyak kata yang terucap dan keduanya lebih banyak diam.
Zefa yang terlihat kesal lebih dulu kembali ke ruangannya dan meninggalkan Choi Woo Shik sendiri di basemen kantor. Zefa berjalan santai sambil menyapa beberapa kolega yang ia jumpai. Lalu setelah itu...
"Heh centil".
"Caper juga!".
"Lo tuh emang benar-benar multi talent ya, udah centil caper dan sekarang lo udah bisa nyusahin orang lain".
"Nyusahin orang lain?". Tanya Zefa kepada netizen yang tengah mencegahnya kembali ke ruangan.
Ya... Lagi-lagi mereka berulah. Berulah di waktu Zefa sedang dalam mood yang tidak baik.
"Malah nanya! Enggak sadar diri banget lo jadi manusia".
"Lo tuh manusia yang enggak tahu di untung. Berapa hari lo absen? Lo sekertaris pribadi tapi lo malah nyusahin Sajangnim tahu enggak!".
"Lo enggak tahu kan selama lo enggak masuk kerja, Sajangnim tuh sibuk banget ngurusin kerjaan sendiri sampai Sajangnim enggak sempat buat makan siang".
"Ok. Jadi ini semua salah gue kan? Karena gue enggak masuk kerja dengan alasan sakit jadi Sajangnim kerja sendiri. Iya?". Ucap Zefa sambil tersenyum.
"Ya udah gue minta maaf karena gue udah salah. Permisi". Sambung Zefa yang tidak mau terlalu lama berurusan dengan mereka.
"Heh lo mau kemana?".
Begitu melangkah tiba-tiba saja salah satu dari mereka menarik tangan Zefa untuk tidak pergi.
"Apa kekerasan verbal aja enggak cukup buat kalian? Masih harus main fisik juga?". Jelas Zefa.
"Masih enggak kapok juga udah dapat teguran dari Sajangnim? Masih mau lagi? Gue bisa kok buat kalian jatuh di lubang yang sama lagi". Sambungnya.
"Lo benar-benar kurang ajar ya!".
Dan tanpa berbuat kasar lagi akhirnya Zefa bisa terbebas dari jerat para netizen yang selalu mengusiknya dengan alasan yang tidak jelas.
Baru saja bisa menghirup udara segar setelah beberapa hari terjebak di kamar. Di hari pertamanya kembali bekerja justru membuat ia semakin kehilangan moodnya.
"Sebesar apa sih kesalahan gue di masalalu, sampai gue harus terus menerus ngerasain hal yang kayak gini?".
Next chapter >>>
__ADS_1