
Pagi itu Clara baru saja sampai di kantor, atasannya langsung memanggilnya, Clara pikir ia akan mendapatkan tugas baru lagi, namun atasannya itu hanya memerintahkannya untuk mengantarkan beberapa berkas ke ruangan Alex, awalnya Clara merasa bingung, namun tanpa banyak bertanya dia langsung melaksanakan tugas.
Saat berjalan menuju ruangan Alex, terlihat seorang Asisten yang tampak fokus dengan tugasnya, awalnya asisten itu mengeryit menatap Clara, namun saat melihat beberapa berkas dalam dekapan Clara, akhirnya sang Asisten itu membiarkan Clara masuk begitu saja.
Tok...tok..tok...
"Masuk," seru seseorang dari dalam ruangan.
Clara segera memasuki ruangan Alex saat mendapat ijin dari sang empunya ruangan.
"Bapak, ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani," ucap Clara dan memberikan berkas-berkas tersebut pada Alex.
Alex menerima dan segera menandatangani berkas-berkas tersebut, saat menanda tangani berkas Alex berujar.
"Jam makan siang, temui aku di basement , kita akan melakukan fitting." ucap Alex.
"Baik," Jawab Clara singkat dan keluar dari ruangan Alex.
Sangat singkat, itulah hubungan yang terjadi di antara keduanya, mungkin kalian heran dengan interaksi yang terjadi di antara keduanya, padahal nota bene mereka adalah calon suami-istri, tapi itulah yang terjadi, tidak ada basa basi yang terjadi antara keduanya.
Seperti janji yang sudah dibuat, Alex menunggu Clara di basement, Clara terpaksa membiarkan Dinda menikmati jam makan siangnya sendiri, awalnya Dinda merasa curiga, namun saat Clara menjelaskan bahwa ia memiliki janji temu dengan seseorang, akhirnya Dinda mengerti, Clara dapat melihat mobil milik Alex telah siap, ia menoleh ke arah kanan dan kiri untuk memastikan bahwa tidak akan ada yang melihatnya saat ia memasuki mobil milik Alex.
Saat berada di dalam mobil, hanya kebisuan yang kembali menyelimuti mereka berdua, selalu saja berakhir seperti ini, dan mobil melaju meninggalkan tempat.
Setelah beberapa lama berada di dalam mobil, akhirnya Clara berusaha membuka percakapan bersama Alex.
"Apa tidak apa-apa kita melakukan fitting di hadapan publik?" tanya Clara tetap menghadap ke arah depan.
"Tidak apa, aku sudah mengaturnya," jawab Alex tanpa menoleh.
Dan keadaan kembali hening setelah jawaban Alex, karena Clara mengerti bahwa mereka akan melakukan pernikahan secara diam diam, dan juga, mengapa Alex harus mengumumkan pernikahan ini ke publik? Clara bukan wanita bodoh yang tidak tahu alasan pernikahan ini di lakukan secara diam diam, Clara juga tidak ingin terexpos di hadapan publik, karena secara otomatis kehidupan nya juga akan diketahui oleh media, dan Clara tidak ingin privasinya diketahui banyak orang.
Tidak berapa lama, mereka sampai di depan sebuah butik terkenal.
Meraka masuk kedalam butik tersebut dan seketika tatapan orang orang yang berada di dalam butik tertuju kearah mereka, mungkin pesona yang di tebarkan Alex yang seakan menyita perhatian orang lain untuk tertuju padanya.
__ADS_1
Saat Alex berhenti di depan suatu ruangan, Clara ikut berhenti dan hal selanjutnya mampu membuat Clara mendongak dan jantungnya kembali berpacu, bagaimana tidak, jika tiba tiba Alex mengenggam tangannya dan berlalu masuk ke dalam ruangan.
"Kalian sudah datang," sapa seorang wanita saat mereka masuk kedalam ruangan tersebut.
"Tunjukkan saja bajunya," ucap alex seakan tidak peduli pada sapaan wanita itu.
"Kau seberuntung apa mendapatkan wanita secantik ini?" tanya Miya-pemilik butik, tidak mempedulikan ucapan cuek alex.
Clara tersenyum malu saat tahu bahwa perkataan Miya tertuju padanya.
"Aku Miya, orang tersial yang mengemal calon suamimu," sapa Miya pada Clara.
"Clara Cecilia," ujar Clara.
"Wow, nama yang bagus," ujar Miya tersenyum hangat.
"Ayo coba gaunmu," ucap Miya dan menggiring Clara ke arah ruang ganti khusus.
Setelah mengenakan gaun pernikahan rancangan Miya dengan sedikit bantuan, Clara menatap seorang gadis tengah berdiri di depan cermin dengan mengenakan gaun pernikahan bewarna putih tanpa lengan dengan bagian bawah yang mengembang dan ekor yang tidak terlalu panjang.
"Terima kasih," ujar Clara menunduk malu.
Kita harus menunjukan pada Alex, pantas saja ia memesan khusus gaun ini, ternyata untuk orang yang di cintainya," ucap Miya panjang lebar, Clara tercengang saat mendengar ucapan Miya untuk Alex yang memesan khusus gaun ini.
"Benarkah?" tanya Clara memastikan.
"Sudahlah, ayo kita tunjukkan pada mereka, Alex akan marah jika kau terlalu lama di sini," Akhirnya Clara dan Miya keluar dari ruang ganti untuk menunjukkan gaunnya pada Alex.
Saat Clara dan Miya sudah keluar, ternyata disana tidak hanya Alex yang menunggunya melainkan ada dua wanita yang menunggunya keluar, Ya disaana sudah ada Litina dan aliya yang ikut menunggu bersama Alex.
"Tidak heran jika Alex memesan gaun ini langsung, ternyata untuk orang yang di cintainya," ucap Aliya.
"Sangat cantik," puji Aliya lagi.
"Tidak heran Alex tergila gila padamu," ucap mama Litina sambil tersenyum, membuat rona di pipi Clara semakin menjadi.
__ADS_1
"Bisa tinggalkan kami?" suara Alex menghentikan setiap canda tawa yang terjadi di sana.
Saat semua orang keluar dari ruangan itu dan hanya menyisahkan Clara dan Alex, kembali terjadi keheningan selama beberapa menit, hingga Clara merasa gugup berada berdua bersama Alex dalam satu ruangan, Clara berniat kembali ke dalam ruang ganti saat suara Alex menghentikannya.
"Aku ingin mengembalikan kalungmu,"
Ucapan Alex membuat Clara terdiam untuk beberapa saat dan wanita itu menerima kalung tersebut, sebuah kalung yang membuatnya uring uringan semalaman dan ternyata kalung itu ada di calon suaminya.
"Akan kupasangkan," ucap Alex, dan memasang kalung itu pada leher jenjang calon istrinya, Clara yang masih terkejut akan apa yang terjadi, semakin dibuat terkejut saat merasa kan hembusan napas Alex di lehernya, dan itu membuat Clara benar benar terdiam di tempat.
"Sudah," kata Alex mengakhiri sekaligus membuat Clara tersadar.
"Te....terima kasih," balas Clara dan berlalu menuju kembali ke ruang ganti meninggalkan Alex yang sempat melihat rona merah di pipinya.
Astaga!
Saat mereka selesai melakukan fitting baju, bukannya langsung kembali, melainkan ia menghabiskan waktu seharian bersama Litina dan Aliya, bagaimana tidak, jika selesai melakukan Fitting, kedua wanita itu langsung menyeretnya untuk ikut bersama mereka hingga malam hari tiba.
dan disinilah sekarang mereka berada, di salah satu restoran yang sebagian besarnya adalah milik Adiyuta, Clara juga sudah menganti baju kerjanya dengan dreess biru selutut yang di pilihkan Litina dan Aliya sebelumnya.
Setelah beberapa menit duduk di salah satu meja yang berada di restoran tersebut, suara derap langkah mendekat menyita perhatian Clara dan di sana ada dua orang pria berbeda generasi, mendekat ke arah mereka, seorang paruh baya yang masih terlihat gagah dan tampan seakan tak termakan usia, dudut tepat di samping Litina, dan pria lain yang memiliki wajah hampir sama seperti pria paruh baya tersebut, bahkan pria ini bisa mengambarkan bagaimana dulunya Leonard, duduk di samping Clara.
Benar, Alex dan papa Leonard tiba tiba datang dan bergabung bersama mereka.
Bersambung....
Ini visual hasil fitting baju pengantin tadi.
Ini kalung antik milik Clara
dan ini Visualnya Clara saat mengunakan drees biru pilihan camernya, walaupun gak pass ya say.
__ADS_1