My Love My Husband

My Love My Husband
BAB 24


__ADS_3

Malam itu Alex dan Clara segera kembali keapartemen, dan keluarga Abiyuda sangat menyayangkan malam itu telah usai, padahal mereka sangat senang dapat mendengar kembali tawa seorang SENOPATI ALEXZANDER.


Malam itu juga Clara masih merasa kesal karena Alex mentertawakannya, dan Alex yang menyadari jika istrinya itu merajuk, mendekat dan meminta maaf dan Clara menerimanya, hanya saja jawaban wanita itu sedikit terdengar cuek, entah mengapa Alex merasa senang saat menyadari jika Clara merajuk padanya, rasanya ia telah lama tidak merasakan momen seperti ini.


"Kau marah?" tanya Alex sambil memeluk Clara dari belakang.


Clara merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, astaga reaksinya selalu saja sama, tapi baginya ini terasa sangat nyaman, hangat dan benar, semua ini benar.


"Tidak!" jawab Clara tak acuh.


"Benarkah?" tanya Alex lagi yang sudah mengoda Clara.


Alex memeluk Clara begitu lama, menikmati kehangatan tubuhnya Clara tengelam dalam kenyamanan, bahkan ia menginginkan lebih.


Dan memang tidak berhenti sampai di sana, kegiatan itu terus berlanjut hingga Alex membawa Clara terbang kenirwani ketuju..


"aaahhhhh******...!" Alex hentikan.


Alex tidak berhenti di situ ia tetap menelusuri lekuk tubuh istrinya, hingga sang tongkat secury sudah berdiri tegang ingin segera masuk ke gua yg penuh akan surga dunia.


Sang rembulan malam menjadi saksi bisu bagi dua insan yang tengah berada dalam kebimbangan sebuah perasaan yang bahkan takut untuk mereka mulai itu.


Clara terbangun dari tidurnya, karena terpaan sinar matahari yang masuk melalui jendela yang ada di kamar Alex, Clara segera turun dari ranjang dengan berjalan hati hati karna menahan sakit pada bagian intim nya.

__ADS_1


"Aww..." ringis Clara kesakitan.


"Apa rasanya sangat sakit?" tanya seseorang saat mendengar Clara terpekik sakit.


Alex ada disana di sofa yang ada di dalam kamarnya dengan pakaian kantornya, sejak tadi ia memperhatikan Clara yang terbangun dari ridurnya dan ia merasa khawatir saat Clara terpekik sakit, Clara mendengar Alex berkata dan seketika ia ingat akan kejadian semalam dan itu membuat rona di pipinya muncul.


"Ti...tidak!" ujar Clara memegangi erat selimutnya berusaha menutupi tubuhnya yang polos.


Ia berusaha berjalan menuju kamar mandi yang tidak jauh, karena kamar mandinya ada di dalam kamar.


"Aww..." pekik Clara saat ia berusaha berjalan selangkah.


"Jangan di paksakan, istirahat saja dulu!" ujar Alex menahan tubuh Clara untuk tidak mencium lantai, karena tadi Clara sempat akan terjatuh jika saja ia tidak tepat waktu.


Alex kemabali membawa Clara keranjang dengan hati hati .


"Ingin mengodaku di pagi hari Mrs. Clara?" tanya Alex pada Clara.


Clara mengerutkan keningnya tanda ia binggung dengan pertanyaan Alex barusan, akhirnya Clara melihat bagian bawahnya dan....Astaga selimutnya terlepas dari genggamannya karena tadi ia memang tidak segaja melepasnya saat menerima bantuan dari Alex, ia langsung manarik selimutnya dan memegangnya dengan erat, Clara segera bersembunyi di balik selimutnya.


Astaga aku bodoh sekali." gumam Clara dalam hati.


"Pergilah, aku akan istirahat hari ini meminta ijin pada atasanku!" ujar Clara di balik selimutnya karena ia merasa malu pada Alex.

__ADS_1


"Padahal aku sudah melihat semuanya!" ucap Alex santai tidak mempedulikan semburat merah yang makin menjadi kepada Clara di balik selimut.


"Alex!" ujar Clara kesal hingga ia keluar dari persembunyiannya dan memukul lengan Alex.


"Hahaha...." Alex tertawa melihat wajah kesal Clara.


Dan Clara semakin cemberut karena itu.


Alex yang melihat bibir Clara tak kuasa untuk tidak mencicipi bibir ranum itu, ia mencium bibir Clara sekilas sebelum ia melampaui batas, jika saja Alex tidak segera pergi, maka ia yakin kejadian semalam akan kembali terulang.


"Awas kau Alex!" ancam Clara saat Alex berani beraninya menciumnya.


Alex tertawa saat keluar dari kamar karena mendengar ancaman dari Clara tadi, Lila yang melihat tuannya keluar dari kamarnya dengan tertawa tidak disangka ia juga ikut tertawa karena melihat hal itu.


"Lila, siapkan makanan dan juga obat , aku akan kembali dari kantor setelah menyelesaikan urusanku!" ujar Alex pada lila yang sedang membersihkan penthouse-nya.


"Baik Tuan!" jawab lila dan setelah itu Alex keluar setelah mengucapkan terima kasih pada lila, lila masih tersenyum saat melihat wajah bahagia tuannya.


Lihat betawa semua orang terlihat senang saat hanya melihat Alex yang tersenyum karena Clara, mereka semua sangat bahagia karena seolah olah Alex adalah arang satu satunya yang tidak pernah tersenyum di dunia ini dan mereka menjadi yang pertama yang melihat Alex tersenyum.


Memang.


alex memang tidak pernah tersenyum sejak empat tahun terahir, ia tidak pernah tersenyum seperti dulu dan ia tidak sehangat Alexzander dulu, tapi seiring waktu itu semua akan berubah.

__ADS_1


Bersambung...


(Mohon maaf untuk para pembaca setiaku, dah lama aku tak Up, di karena kan masih sibuk di dunia nyata, mohon pengertianne, maaf kan Author abal abal ini yaβ˜ΊπŸ™πŸ™)


__ADS_2