My Love My Husband

My Love My Husband
BaB 21


__ADS_3

Alex dan Clara tetap dalam posisi seperti itu selama beberapa menit, di antara mereka tidak ada yang ingin menghentikan kegiatan saling memandangi ini, karena mereka sama sama ingin memahami arti desiran dalam diri mereka, Clara tanpa sadar menahan napasnya, ia bisa merasakan napas hangat Alex menerpa wajahnya.


ALEX POV


Alu terus memandangi wajah cantik wanita di hadapanku, jujur, aku ingin mengerti arti desiran saat aku bersamanya, apa mungkin aku kembali merasakan perasaan yang sama seperti dulu? sebuah perasaan yang telah lama kukubur dalam diriku.


Tidak mungkin.


Aku baru mengenalnya dan gilanya aku adalah suaminya.


Dan percayalah yang membuatku bersifat aneh dan merasakan desiran desiran ini, alasannya hanya satu, Clara lah yang menjadi alasanku merasakan itu semua, ia yang membuatku tiba tiba bersikap aneh dengan mengklaim dirinya sebagia milikku seutuhnya, karena aku tidak ingin hal yang sudah membuatku berubah terjadi kembali kepadaku, aku tidak ingin dan tidak akan membiarkan itu terjadi, suatu hari ia akan benar benar menjadi milikkku dan tidak akan pernah membiarkannya pergi, aku tidak akan membiarkan kejadian itu terjadi lagi padaku.


Tidak akan.


Clara memang sangat cantik, kuakui itu, awalnya tujuanku membuatnya bekerja satu ruangan denganku adalah, agar ia tidak terlalu lelah, namun nyatanya kehadirannya juga menimbulkan perasaan nyaman dan itu aneh, bagaimana tidak, setelah kejadian itu, hanya kesendirianlah yang membuatku merasa nyaman.


"Lepaskan aku!" ujarnya membuatku sadar, bahwa posisi kami masih sama dan aku telah memandanginya lama, dengan terpaksa aku bangkit dsn terduduk, saat menyelesaikan makan siangnya, Clara langsung hanyut dalam dunianya sendiri.


Kupandangi lekat lekat wajahnya dari samping dan tampaknya Clara tidak menyadarinya, hingga sebuah suara dan bunyi pintu terbuka menghentikan kegiatanku.


"Hai dude, lama tidak ber--"


Aku memutar mata saat hapal dengan suara itu, percayalah, aku adalah orang yang benci untuk memutar mata, namun, saat bertemu pria berambut blonde ini, memutar mata telah menjadi kebiasaanku, dan lihat bagaimana dia yang tampak terkejut dengan tidak meneruskan perkataanya, mungkin ia terkejut melihat Clara.


"Ada apa kemari? jika tidak penting keluarlah!" tanyaku yang jujur aku tidak suka saat Rayhan masih terus saja menatap Clara, bahkan hingga pria itu sudah duduk di hadapan kami, ingatkan aku untuk mengahajar pria berambut Blonde ini karena berani beraninya dia menatap istriku dengan cara seperti itu.


Rayhan adalah teman semasa kuliahku, sikap ramah dan frendly-nya yang membuatku menyukainya, Rayhan memiliki darah itali yang berasal dari ayahnya, dan siapa yang tahu jika ternyata kelurganya adalah kolega keluargaku dan kini perusahaan keluarga Rayhan, pria itulah yang meneruskannya, karena ayahnya yang memutuskan untuk pensiun lebih awal.


"Nona, kenapa kau ada dalam satu ruangan dengannya?" tanya Rayhan dan perkataannya itu semakin membuatku ingin membuat wajah tampannya itu babak belur.


"Kau tahu pintu keluarnya!" ucapku saat dia mulai bertanya seperti itu.


"Kejam sekali!" jawab nya dan dia sama sekali tidak memutuskan pandangannya pada Clara.


"Kaluarlah jika kau hanya ingin membuang buang waktuku!" ucapku berusaha untuk mengintimidasinya, namun sail, aku lupa jika Rayhan tidak akan terpengaruh dengan itu.


Seandainya dia bukan teman ku, aku akan dengan senang hati menghancurkannya.


"Nona, kau karyawan Alex atau teman kencannya?"

__ADS_1


Dan pertanyaaan itu adalah pertanyaan yang paling aku benci jika dia yang bertanya, karena apa? karena jika ia sudah menanyakan hal seperti itu maka dia akan berkata...


"Berikan padaku jika kau sudah selesai!" bisiknya padaku agar Clara tidak mendengar, nah kan, sudah kuduga, tapi sayangnya dia salah memilih wanita, karena sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Clara, istriku.


"Tidak, cepat katakan!" Tegasku bahkan nada tinggiku tidak bisa kusembunyikan.


"Ayolah!" rengeknya.


"Asal kau tahu dia--"


"Maaf tuan aku adalah karyawannya dan aku di sini karena perintahnya, karena ada masalah pada data perusahaan!" ujar Clara panjang lebar dan itu mampu membuat senyumanku mengembang.


Tapi satu yang selama ini menjadi pertanyaanku, kenapa dia tidak ingin semua orang yang ada tahu bahwa dia adalah istriku? dan kulihat Rayhan membalas perkataan Clara dengan membulatkan mulutnya membentuk huruf O.


"Kudengar kau sudah menikah, maka dari itu, aku langsung kemari dari bandara." dan perkataan nya barusan, mampu membuat Clara tampak pucat.


"Dia istriku!" ucapku final.


Dan aku bisa melihat Clara membelalakkan mata untuk perkataanku, tidak hanya Clara tapi Rayhan juga.


"Tapi aku tidak ingin hal ini menyebar di media dan terdengar di telinga orang lain," lanjutku.


Rayhan awalnya terkejut mendengar perkataan Alex bagaimana bisa Alex menikahi seorang wanita yang ada di hadapannya, yang mengaku padanya adalah seorang karyawan di perusahaan Alex.


"Kau seberuntung apa dapat menikahi wanita secantik dia?"


Pertanyaan itu tiba tiba meluncur dari bibir Rayhan, namun pernyataan itu tidak mendapatkan jawaban dari Alex.


Percayalah bahwa Rayhan masih terheran, karena sedari dulu Rayhan dan yang lain nya ingin membuat Alex melupakan apa yang telah terjadi, namun apa daya jika Alex memiliki niat untuk melupakannya.


Rayhan tahu sekeras apa pun Alex berusaha untuk melupakan hal itu, kejadian tersebut tidak akan pernah terlupakan barang secuil pun, semenjak itulah Rayhan dan teman temannya ingin menghibur Alex dengan mendekatkan pria itu dengan beberapa wanita, namun semenjak kejadian itu pula, Alex tidak pernah lagi berusaha untuk dekat dengan wanita mana pun, jikapun pria itu dekat dengan wanita, ia hanya mengenakan wanita itu untuk bersenang senang, dan jika sekarang Alex telah menikah, apakah itu artinya Alex telah melupakan kejadian tersebut?


"Aku RAYHAN DANEVON, salah satu orang tersial yang mengenal suamimu!" ujar Rayhan mengulurkan tangannya pada Clara, dan segera di sambut oleh Clara.


"CLARA CECILIA... ABIYUDA!" balas Clara seraya tersenyum tipis pada Rayhan.


"Ada apa kau kemari?" tanya Alex.


"kenapa kau sedari tadi menanyaiku hal yang sama? apa aku tidak boleh bertemu dengan temanku?" tanya Rayhan balik dengan membuat wajah sedih yang di buat buat.

__ADS_1


Dan lagi lagi Alex memutar mata, Rayhan memang temannya yang bisa membuat suasana menjadi hangat, tapi Alex benci sikap Rayhan yang dramatis.


"Kau lihat, suamimu itu sering sekali marah marah, tidak heran jika wajahnya terlihat tua, aku tidak tahu apa yang di lihat orang orang, karena mereka selalu saja mengatakan, senang bertemu denganmu'dan ' aku orang yang paling beruntung bisa mengenalmu' mereka tidak tahu jika dia sudah marah!" ucap Rayhan panjang lebar seraya membuat duduknya lebih nyaman.


Clara menahan tawa untuk tidak tertawa mendengar penuturan Rayhan.


"Dan dia terlihat sangat menakutkan saat marah."


Tawa Clara pecah saat itu juga mendengar perkataan Rayhan, Alex merengut kesal mendengar tawa Clara, mana ada istri menertawakan suaminya saat suaminya di hina?


"Kau keluarlah," ujar Alex kesal.


"see?" Rayhan teesenyum penuh kemenangan saat Alex mulai marah, dan ia senang bisa membuat Clara tertawa lepas mendengar ucapannya.


Mungkin hobynya membuat Alex marah.


"Berhentilah tertawa," ucap Alex dingin.


Tidak di sangka perkataanya membuat Rayhan dan Clara berhenti menertawakannya, jika tahu begitu, dari tadi saja ia berkata dengan dingin agar ia tidak menjadi bahan ledekan.


CLara mulai takut mendengar nada dingin dari Alex, karena itu pertanda tidak baik, jika ada yang perlu disalahkan maka salahkan pada Rayhan yang membuatnya tertawa mendengar ledekannya untuk Alex.


"Aku datang kemari hanya untuk mendengar kenyataan apa kau benar benar sudah menikah atau kabar itu hanya gosip, dan ternyata benar!" ucap Rayhan yang sebenarnya mulai takut, tapi ia mencoba tetap tenang.


"Baiklah aku akan pergi, dan selamat untuk pernikahan kalian!" lanjut rayhan saat melihat wajah datar Alex.


Rayhan berjalan menuju pintu untuk segera kekuar setelah mengucapkan selamat kepada Alex dan Clara, tapi sebelum berhasil membuka pintu Alex memangilnya dan ia pun menoleh.


"Jaga rahasia ini dari siapapun, aku mengatakan ini karena aku percaya padamu," ucap Alex.


"Rahasia aman di tangan seorang Rayhan danevon."


Setelah Rayhan keluar dari ruangan Alex, keadaan kembali menjadi hening, Clara binggung dengan ini semua, tapi yang membuatnya lebih binggung adalah perasaan asing ini.


Karena Clara terlalu takut padaa perasaan asing yang tiba tiba datang padanya, tapi siapa yang dapat menyangkal sebuah perasaan?


Tidak ada yang bisa menyangkal hadirnya sebuah perasaan yang sedang dalam perjalanan, sebuah perasaan yang sedang dalam perjalanan menuju sebuah akhir dari semua persaan asing yang telah mereka rasakan, jika ada orang yang bisa menyangkal sebuah perasaan maka tolong beritahukan pada Clara.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2