My Love My Husband

My Love My Husband
Bab 13


__ADS_3

#Hay pembaca setiaku selamat malam, aku kembali ya, dan author mohon maaf yang sebesar besar nya, ceritaku tak lanjut di sini, karna di PF mangatoon tak bisa di buka hp saya tak mampu untuk aplikasi itu lagi, yuuk cus baca di bawah ini, dan jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian.


Kalian tahu bagaimana rasanya menikah? Bahagia atau sedih? Clara tidak tahu apa yang harus ia rasakan, bahagiakah atau justru sebaliknya.


Benar, hari ini ia akan menikah dan segera menjadi bagian dari Abiyuta, sebuah pernikahan yang seharus nya terjadi sekali dalam seumur hidup menjadi tanda tanya besar untuk Clara, sebab dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, karena nanti, saat Alex mulai merasa bosan dengannya, Clara harus menerimanya seandainya pria itu menceraikannya, tidak tahu apa yang Clara rasakan, namun tiba-tiba bulir bening mengalir di pipinya, dengan cepat Clara mengusapnya, itu tangisan bahagia atau sebaliknya?


Saat Clara pasrah akan wajahnya yang dipermak oleh para ahlinya, pintu ruangannya berada terbuka dengan kasar dan menunjukkan seorang wanita yang berdiri di ambang pintu dengan expresi marah, Clara sudah memperkirakan hal ini akan terjadi, apalagi saat wanita itu meneriakki namanya, dan yang dapat Clara katakan hanya kata maaf berulang kali.


"Kenapa kau tidak mengatakan bahwa kau akan menikah? dan membuatku mendengarnya dari orang lain? apa aku hanya sebatas teman biasa bagimu?" tanya Dinda dengan nada marah.


Ucapan Dinda itu segera mendapat gelengan cepat dari Clara.


"Bukan seperti itu Dinda, aku... hanya binggung harus memulainya dari mana, lagi pula ini pernikahan secara tertutup dan diam-diam maafkan aku!" jawab Clara dengan sendu.


"Seharusnya kau tetap mengatakannya padaku," balas Dinda kembali melembut saat sadar, mungkin perkataannya telah menyakiti Clara.


"Maaf,"


Hanya kata-kata itu yang mampu Clara ucapkan sedari tadi, sebenarnya dia sedikit bahagia atas kehadiran Dinda dan Max, karena setidaknya beberapa orang penting dalam hidupnya berada di sini.


"Kau sudah tahu dari Max bukan?" lanjut Clara seakan sadar akan sesuatu.


"Semua aman!" Balas Dinda, sambil tersenyum manis pada Clara.


"Nona, pernikahan akan segera di mulai."


Dan dalam hitungan beberapa menit hidup Clara berubah.


Clara segera berjalan menuju altar, di atas sana sudah menunggu Alex yang mengunakan tuxedo hitam dengan aksen putih untuk baju hemnya dan di bagian lehernya terdapat dasi pita yang sangat cocok dan pas ia kenakan, gugup bukan main saat kau menghadapi pernikahanmu, begitu pula dengan Clara meski ini adalah pernikahan yang terpaksa.


Saat sudah di depan Altar Alex mengandeng tangan Clara untuk berdiri di sampingnya mengucapkan sebuah janji di hadapan pendeta.


"Saudara Senopati Alexander apakah engkau menerima saudari Clara Cecilia sebagai istri dan berjanji akan setia dalam suka maupun duka, dalam sedih maupun senang, dalam untung maupun malang, dan akan menjaga, melindungi, menghargainya sampai maut memisahkan?" tanya sang pendeta.


"Saya Senopati Alexander menerima engkau Clara Cecilia sebagai istri saya dan berjanji akan setia dalam suka maupun duka, dalam sedih maupun senang, dalam untung maupun malang, dan akan menjaga, melindungi, menghargainya sampai maut memisahkan," jawab Alex dengan lantangnya.

__ADS_1


"Saudari Clara Cecilia apakah engkau menerima saudara Senopati Alexander sebagai suami dan berjanji akan setia dalam suka maupun duka, dalam sedih maupun senang, dalam untung maupun malang, dan akan menjaga, melindungi, menghargainya sampai maut memisahkan?" tanya sang pendeta pada Clara.


"Saya Clara Cecilia menerima engkau Senopati Alexander sebagai suami saya dan berjanjio akan setia dalam suka maupun duka, dalam sedih maupun senang, dalam untung maupun malang, dan akan menjaga, melindungi menghargainya sampai maut memisahkan." Giliran Clara lah yang mengucap janji.


Riuh tepuk tangan memenuhi suasana gereja saat dua insan sudah mengucapkan janji suci mereka di hadapan pendeta.


Alex segera menyematkan cincin cantik bermata berlian di jari lentik sang mempelai wanita, begitupun sebaliknya untuk Clara ia menyematkan cincin pernikahannya pada Alex.


"Sekarang kalian resmi menjadi sepasang suami istri, sekarang anda bisa mencium istri anda." intruksi sang pendeta pada Alex agar ia mencium Clara.


*My God!


pendeta bilang apa? cium? istri? aku? ya tuhan*.batin Clara.


Tidak menunggu lama Alex pun mencium Clara, saat Alex menciumnya Clara menjadi kaku di tempat, bahkan Alex pun merasakan ketengangan Clara.


*apa ini frist kissnya?


frist kissku...astaga*. batin Clara lagi.


"Frist kiss, huh?" bisik Alex pada Clara yang hanya dapat di dengar oleh Clara.


Clara melirik sekilas pada Alex yang berdiri di sampingnya.


Alex yang melihat Clara merona malu menjadi senang melihatnya, hai, Alex masih pria normal, bagaimana dia tidak suka dengan istrinya yang cantik dan sekarang sedang merona malu di hadpannya meski ia tak mencintainya.


,


,


,


,


,

__ADS_1


Malam itu, Clara benar-benar merasa sangat gugup, pasalnya dia tidak tahu harus melakukan apa di hari pertamanya sebagai istri Senopati Alexander, jika tiba tiba Alex meminta haknya sebagai seorang suami? maka sesuia isi perjanjian, Clara harus menuruti itu, saat keluar dari kamar mandi, Clara bisa melihat Alex yang tengah duduk di atas ranjang king size nya dengan laptop di pangkuannya, dia benar benar tidak tahu harus melakukan apa.


Beruntung dia tidak mengunakan Lingerie yangbdi berikan Dinda dan Litina tadi, bisa bisa keesokkan harinya ia tidak akan pernah menunjukkan wajahnya di depan Alex, Clara berjalan kaku mendekat kearah ranjang, entah Alex menyadari itu atau tidak, karena pria itu berujar.


"Tidurlah aku tidak akan melakukan apa pun padamu!" ucap pria itu tanpa menoleh ke arah Clara.


Clara yang mendapatkan ijin, merangkak naik ke atas ranjang dan tidur membelakangi Alex, setidaknya malam ini dia tidak akan melakukan apapun untuk pria itu, entah karena terlalu lelah atau ranjang milik Alex terlalu nyaman, dengan cepat Clara telah masuk ke alam mimpi, percaya lah sendari tadi Alex hanya menahan dirinya untuk tidak menyergap Clara, karena meskipun wanita itu hanya mengenakan kaos biasa dengan hotpans, Alex tidak tahan.


Akhirnya ia memilih untuk segera bergabung bersama Clara, masuk ke dalam alam mimpi setelah meletakkan pekerjaannya.


Pagi itu Clara terbangun dengan sebuah lengan kekar yang memeluknya dari belakang, Clara terkejut, namun ingatannya kembali pada apa yang terjadi kemarin, saat ia berusaha keluar dari kukungan Alex, bukannya terlepas, pelukan itu malah semakin erat, seakan Alex tidak ingin terbangun dari tidurnya, saat Clarw sadar bahwa semua ini termasuk hak Alex, akhirnya dia diam, dan saat ketukan dan teriakkan di pintu terdengar, mengatakan bahwa sarapan sudah siap, dari sanalah Clara bisa bebas dari kungkungan Alex.


Namun sialnya, ia merasakan pipinya menghangat saat Litina dan Aliya mulai mengodanya, mengatakan bahwa mereka hingga lupa waktu karena asyiknya, asyik? Asyik dari mananya, justru pagi pagi jantung Clara berpacu cepat saat menyadari Alex memeluknya selama tertidur, di tambah lagi saat Alex mulai berujar.


"Kami akan kembali ke apartemen."


Meski tanpa berkata Litina dan Aliya mengerti mangsud Alex, karena terlihat dari mereka yang terkikik bersama, dan itu semakin membuat Clara merona malu.


Saat sampai di apartemen Clara berpikir bahwa semuanya akan baik baik saja saat hanya ada mereka berdua, namun dia salah, karena bukannya semakin membaik, jantungnya semakin berdetak cepat dengan tidak karuan, karena nyatanya hanya ada mereka berdua dalam apartemen luas itu.


Tidak mengerti harus melakukan apa, akhirnya Clara menawarkan untuk membuatkan makan malam untuk mereka dan Alex menerimanya dalam diam, astaga apakah kehidupan pernikahannya akan terus seperti ini?


Bersambung...


jantungnya semakin berdetak dengan tidak karuan, karena nyatanya hanya ada mereka berdua dalam apartemen luas itu.


Tidak mengerti harus melakukan apa, akhirnya Clara menawarkan untuk membuatkan makan malam untuk mereka dan Alex menerimanya dalam diam, astaga apakah kehidupan pernihakannya akan terus seperti ini?


Bersambung....




__ADS_1



__ADS_2