My Love My Husband

My Love My Husband
Bab 7


__ADS_3

Drreeett.....dreett....


Getar ponsel Clara yang menunjukkan pesan masuk membuat Clara terbangun dari tidur, Clara mengeliat malas ala orang orang bangun tidur, sebelum melihat pesan masuk dari siapa yang membuat nya bangun.


{Alex}


*Datang ke apartemenku sekarang, sopirku akan menjemputmu.*


\*Buat apa?\*


*Tidak usah banyak tanya, datang saja aku tunggu dan tidak ingin keterlambatan.*


Clara memutar mata saat menerima balasan dari Alex, sebelum beranjak dari ranjang, Clara melihat ke samping di mana Dinda masih tertidur Clara pun beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.


Sekitar tiga puluh menit Clarq mandi, iq segera bersiap siap mengenakan pakaian, Clara bingung pakaian apa yang akan ia kenakan.


Setelah mengobrak abrik lemari akhirnya Clara memutuskan untuk mengenakan kemeja yang akan ia gelung sampai siku dan celana jeans panjang, ia memang sangat senang dengan penampilan yang seperti ini daripada harus mengenakan Dress, Clara mengerai rambut nya yang melewati bahu itu, ia juga hanya memakai make-up tipis dan itu tidak mengurangi kadar kecantikannya.


Clara mengambil tas slempang, setelah ia membuat note untuk Dinda, Clara segera mengenakan flatboes berwarna merah yang terlihat sangat indah di kakinya, saat keluar dari rumah, Clara dapat melihat bahwa supir Alex telah datang.


"Nona Clara?" tanya bagas, supir Alex.


"Iya," jawab Clara singkat.


Segera Bagas membukakan pintu mobil bagian belakang untuk Clara.


Setelah melawan kemacetan, akhirnya Clara sampai di depan lobby sebuah Apartemen, Clara memutar mata saat turun dari mobil dan melihat apartemen yang di tempati Alex, karena ia tahu mengapa Alex tinggal di sini, bagaimana tidak, ini adalah salah satu Apartemen milik Alex yang ia menangkan karena proposal Clara.


"Apartemen tuan ada di lantai teratas," ucap Bagas saat melihat Clara turun dari mobil tapi tidak bergerak untuk masuk apartemen dan ia pikir Clara tidak tahu apartemen Alex jadi dia menunjukkannya.


"Terima kasih," ucap Clara tersenyum manis dan menambah kecantikkannya.


Saat sampai di depan pintu apartemen Alex, ia segera menekan bel apartemen, pintu apartemen terbuja menampakkan seseorang yang sangat tampan bak dewa-dewa yunani, siapa lagi jika bukan Alex.


"Apa kau mau berdiri di sana?" tanya Alex yang merasa geli karena Clara melihatnya dengan wajah tercengang seakan tersadar dari kekagumannya, Clara masuk dan mengekori Alex.


Saat masuk Apartemen Alex, hal pertama yang terlintas di pikiran Clara adalah, bahwa Apartemen ini tidak cocok ditinggali untuk seorang diri, karena lihatlah betapa luasnya apartemen ini, meski tidak salah jika Alex menempati apartemen seluas ini, karena pada kenyataannya gedung ini saja sudah punya Alex.

__ADS_1


"Aku sudah membuat perjanjian," ucap Alex seraya memberikan map kepada Clara.


Clara menerima map yang diberikan Alex, tanpa bersuara ia mulai membaca setiap isi perjanjian yang di buat oleh pria itu.


"Perjanjian ini hanya menguntungkan dirimu saja?" ujar Clara saat selesai membaca isi perjanjian itu.


"Memang," ucap Alex singkat.


"Tidak adil!" ucap Clara lagi.


"Itu adil Clara, sudahlah tanda tangani saja aku akan memberikan uangnya,"


"Terserah," ucap Clara singkat.


Clara yang malas berdebat segera menanda tangani perjanjian tersebut.


"Sabtu depan kita akan menikah," ucap Alex saat melihat Clara selesai menanda tangani perjanjian tersebut, Alex harus mempercepat pernikahan ini sebelum Jenifer kembali dari liburannya dan Alex akan mengadakan pernikahan secara Diam-diam.


"Apa?"


"Kita menikah sabtu depan," ucap Alex lagi seraya memainkan tabletnya, entah apa yang ada di tablet itu tapi Alex nampak serius.


"Tapi..." belum sempat Clara menyelesaikan ucapannya Alex menyela.


"Ingat perjanjian pertama." ujar nya.


Sekarang Clara hanya bisa bungkam sambil mengerucutkan bibir, Alex yang melirik Clara yang bertingkah kekanak-kanakan dengan mengerucutkan bibirnya ingin sekali ia me****t bibir itu... aah sudahlah.


"Ish..." Clara yang meringis tiba-tiba mengejutkan Alex yang Awalnya terfokus pada layar tabletnya, pria itu berpindah posisi duduk menjadi berada di samping Clara yang masih meringis seraya menyentuh kepalanya.


"Kau tidak apa apa?" tanya Alex khawatir, bukannya jawaban, hanya ringisan Clara yang seakan menjawab pertanyaan, inilah yang terjadi pada Clara setiap kali wanita itu menginggat masa lalunya, dokter mengatakan bahwa Clara mengalami trauma akibat masa lalunya seberat itulah kehidupannya?


Alex yang merasa sangat khawatir melihat Clara seperti ini langsung memeluk Clara, Alex terkejut saat Clara membalas pelukannya sangat erat, bahkan Clara meremas baju yang ia kenakan.


"Apa perlu telepon dokter?" tanya Alex dan ia merasakan basah di bagian dadanya apa Clara menangis?


"Ti...Tidak perlu, biarkan saja, nanti sakitnya akan hilang," ucap Clara sesengukkan.

__ADS_1


Sempat terlintas sakit apa yang diderita Clara, tapi wanita itu seakan bungkam dan tidak ingin siapa pun mengetahuinya, akhirnya ia memilih diam dan membiarkan Clara tertidur dalam pelukannya.


Segera Alex mengendong Clara ala bridal style, tanpa berpikir panjang, pria itu menidurkan Clara di ranjangnya, saat berniat meninggalkan kamarnya, tangannya dicekal oleh Clara.


"Tetap seperti ini saja!" ucap Clara sambil terpejam.


**********


"Kau sudah bangun?"


Deg!


jantung Clara langsung berdegup kencang mendengar suara serak khas orang bangun tidur milik Alex yang terdengar...sexy?


"Apa yang kau lakukan?" tanya Clara guguo karena jantungnya semakin berdegup kencang.


"Tidur!" jawab Alex singkat masih dengan mata terpejam tidak menghiraukan pertanyaan Clara.


"Kau mencari kwsempatan dalam kesempitan," ucap Clara berusaha untuk melepaskan tangan kokoh milik Alex, namun sayang yang Clara lakukan sia-sia, semakin ia ingin melepaskan diri semakin erat pelukan Alex.


"Aku tidak mencari kesempatan, kau saja yang mencekal tanganku erat tidak mau dilepaskan," ucap Alex masih dengan mata terpejam seperti enggan untuk terbangun dari tidurnya.


Seharusnya Clara sadar bahwa dia telah menyerahkan dirinya pada Alex dengan sejumlah uang, dan yang dilakukan Alex sekarang adalah haknya, Clara tidak meronta lagi selama beberapa menit hingga perutnya berdemo, pipi Clara memanas saat menyadari bahwa perutnya berdemo di depan pria yang nota bene calon suaminya dan ia yakin Alex mendengar suara perutnya, karena jika tidak, pria itu tidak akan beranjak dari tempat tidur dan berujar.


"Ayo makan," ajaknya seraya membawa Clara keluar kamar.


Dan ketahuilah bahwa Alex tidak pernah membawa wanita mana pun masuk kamarnya, bahkan keluarganya tidak bisa masuk begitu saja kedalam kamarnya, menurut Alex itu adalah privasinya dan dia tidak senang saat orang lain menganggu privasinya, dan Clara adalah wanita dan orang pertama yang masuk begitu saja kedalam teritorialnya, Alex juga tidak tahu bagaimana ia bisa membawa Clara kedalam kamarnya.


Alex membawanya kearah dapur, dimana lagi-lagi area itu membuat Clara tercengang karena keluasannya.


"Kau bisa memasak bukan?" tanya Alex.


Tanpa menunggu jawaban dari Clara pria itu meninggalkan Clara sendirian di dapur.


"Dasar tukang printah," Gerutu Clara dan tetap melakukan tugasnya, dan kembali Clara di buat tercengang saat menyadari dapur Alex sangat lengkap.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2