
"AKU AKAN MEMBUNUHNYA, AWASI DIA!" teriak Alex pada lawan bicaranya di seberang telpon.
Clara yang mendengar teriakkan Alex terlonjak kaget, sekarang ia benar benar yakin lawan bicara Alex sekarang merasa sangat takut mendengar teriakkan itu.
"LAKUKAN DENGAN CEPAT!" teriaknya sekali lagi dan Alex pun mematikan sambungan teleponnya.
Mereka kini sudah berada di apartemen Alex atau tepatnya mereka berdua berada di kamar Alex, jika saja mereka masih berada di perusahaan maka bisa dipastikan Alex akan melampiaskan kemarahannya pada para karyawan.
Berbicara tentang perusahaan dan karyawan, tadi saat Clara dan Alex berniat pulang, sekali lagi Clara melihat dengan jelas tatapan yang sedari awal menghujaninya, padahal tadi ia sudah mengatakan pada Alex bahwa ia akan ke basement untuk menunggunya, tapi seperti biasa, Alex tidak ingin mendengar penolakan.
Alex berjalan ke arahnya dan pria itu menghempaskan badannya ke sebelah Clara seraya memijat pangkal hidungnya dengan mata terpejam tanda pria itu banyak pikiran.
"Kau baik baik saja?" tanya Clara berusaha menyembunyikan nada takutnya tapi berakhir gagal karena Alex dapat menangkap nada takut Clara dengan jelas.
"Ya" jawab alex singkat.
Clara melihat kerutan di dahi Alex, tanda pria itu sedang berpikir keras.
Tanpa sadar Clara sudah mengulurkan tangan untuk mengusap dahi Alex berniat menghilangkan kerutan di wajah tampan suaminya.
"Jangan berpikir terlalu keras, siapa pun yang melakukan semua ini pasti akan datang padamu!" ucap Clara seraya tersenyum berusaha menenangkan Alex.
Sesaat stella sadar dengan perlakuannya, tapi ia tetap melanjutkan pergerakan tangannya di dahi Alex, entah mengapa ia melakukan semua ini, hatinya bergerak untuk menenagkan Alex, padahal ia sadar betul mungkin saja Alex tidak menyukai gerakannya.
Alex yang semula memejamkan mata perlahan membuka mata untuk melihat ekspresi istrinya yang tersenyum tulus.
🌹🌷🌹
Hari itu adalah hari lihur, di mana sudah lewat dua minggu dari hari di mana Clara menenangkan Alex, mengigat hari itu, saat mereka terbangun, mereka sama sama terkejut, namun bedanya, saat kalian tidur di atas sofa dan tubuh kalian akan merasa sakit, pagi itu Alex maupun Clara malah merasakan kenyamanan.
__ADS_1
Tentang siapa yang telah berani bermain main dengan perusahaannya, dia adalah salah satu pesaing Alex yang kalah dalam tender besar, dan karena Alex bukanlah pria penyabar, maka saat itu juga, pria itu membuat pesaingnya tersebut hancur, itu artinya mereka telah menjalani hubungan suami istri selama sebulan, kehidupan mereka dalam status ini terasa aneh.
Aneh, karena bahkan hingga sekarang, mereka sama sama belum mendapatkan jawaban tentang desiran desiran yang mereka rasakan saat mereka bersama.
"Menurutmu apa itu Cinta?" tanya Clara secara tiba tiba saat ia dan Alex berada di kamar dengan Alex yang duduk di ranjang dengan tablet di tangan pria itu.
Alex sempat terkejut dengan perkataan Clara, tapi tak urung dia juga menjawab.
"Cinta itu hanya omong kosong," jawab Alex tak acuh.
Ada sebersit rasa sakit yang Clara rasakan saat mendengar jawaban Alex, tapi bukankah jika ia juga diberi pertanyaan itu maka ia juga akan menjawab dengan jawaban yang sama dengan Alex.
"Benar, Cinta itu hanya omong kosong,bahkan aku beranggapan apa Cinta itu ada?" lanjut Clara seraya menerawang jauh.
"Tapi persepsianku salah, ternyata cinta itu ada dan bukan sekedar omong kosong, karena jika Cinta adalah omong kosong lalu dari mana kita bisa menyayangi orang yang kita sayangi jika tanpa Cinta? meski kita menampik hal itu dengan kata 'aku hanya menyayanginya bukan mencintainya' lalu dari mana kata sayang jika tanpa Cinta? aku sempat merasakan hal itu, tapi ibuku yang menunjukkan bahwa cinta itu memang bukan sekedar omong kosong karena cinta itu memang nyata, ibuku membesarkan aku dengan cinta yang tulus!" lanjut Clara panjang lebar.
Tanpa sadar ia meneteskan air matanya.
"Tapi kenapa kau beranggapan bahwa cinta itu hanya omong kosong,padahal aku yakin mama sama papa membesarkanmu dengan Cinta!" ucap Clara.
"Karena menurutku cinta memang hanya omong kosong, karena untuk apa ada kata cinta jika yang mengucapkannya akhirnya pergi meninggalkan orang yang di cintainya dan balik menyakiti orang yang di cintainya." Alex berkata seolah olah ia mengalaminya.
"kau tahu cinta adalah anugerah terindah yang di berikan tuhan pada setiap hamba-nya, jika kau tersakiti karena cinta, maka itu adalah waktu bagimu untuk mencari cintamu yang sesungguhnya, karena mungkin saat kau tersakiti, kau berada pada hati yang salah, jadi kenapa harus bersedih terlalu dalam saat banyak cinta bertaburan di sekelilingmu," ucap Clara dengan tersenyum manis.
Alex terdiam mendengar penuturan CLara,karena percayalah, sebelumnya dia belum pernah mendengar penuturan seperti itu.
"Kau mau kuajari tentang cinta Mr.Alexzander?" tanya Clara polos, tidak menyadari perubahan raut wajah Alex yang terkejut mendengar tawarannya itu.
"Jangan mengajariku omong kosong!" jawab Alex.
__ADS_1
Clara yang sudah membuka mulutnya berniat menjawab seketika terdiam karena ponsel Alex yang berbunyi.
Alex berjalan menjauh dari Clara saat menerima telepon.
Percayalah, ada sebersit rasa sakit yang Clara sarakan saat mendengar bagaimana pengertian cinta untuk Alex, karena, cinta memang bukanlah sekedar omong kosong, meski dulu Clara pernah beranggapan sama.
Dan Clara mengenal cinta, karena ibunya, dari ibunya ia belajar apa itu cinta, jika ibunya tidak mencintainya, lalu untuk apa wanita itu membesarkannya? lalu kenapa tidak sedari di kandungan saja ibunya membunuhnya? semua itu karena ibunya mencintainya, Sarah tidak pernah peduli dengan cemoohan orang lain yang di berikan padanya, karena sarah memiliki cinta yang tulus untuk Clara.
"Sore nanti kita akan ke kediaman keluargaku!" ucapan tiba tiba Alex memgejutkan Clara yang awalnya melamun.
"Kau melamun?" tanya Alex.
"Ti.....tidak!" dusta Clara seraya menggalihkan pandangannya ke arah lain.
"Berniat berbohong Mrs. Alexzander?" goda Alex terhadap istri cantiknya itu.
Alex tersenyum jahil seraya naik keatas ranjang menuju Clara, Clara yang merasakan firasat buruk secara otomatis ia bergerak mundur, tapi ia terlambat karena Alex sudah menangkapnya.
"Baiklah, baiklah, aku berbohong hentikan Alex!" ujar Clara saat suaminya itu terus saja mengelitiknya, hingga tanpa sadar mereka telah berbaring di atas ranjang dengan Alex yang menindih Clara.
Alex yang pertama kali sadar akan hal itu, langsung menjauh dan keluar kamar sebelum dia melakukan tindakan yang tidak diinginkan pada istrinya, meski itu adalah haknya, tapi dia tidak akan melakukannya kecuali Clara juga menginginkannya.
Menurut kalian apa itu cinta yang tulus? jika menurut Clara cinta yang tulus adalah cinta yang tidak pernah memandang apa yang ada, cinta yang tulus tidak pernah mendengar setiap perkataan orang lain, sebab Cinta yang tulus adalah cinta yang sebenarnya, bukan hanya sekedar kata C.I.N.T.A.
Melainkan sebuah rasa yang memang benar adanya.
*Because true love won't listen wbat people say, because true love will listen wbat beart says only.
🌷🌷🌷
__ADS_1
BERSAMBUNG*.....