
Belum sempat Alex mengatakan sesuatu, pintu kamar pribadi mama litina terbuka menunjukkan Leonard, papanya Alex.
"Kalian ikutlah denganku," ucap papa Leonard dengan nada dingin, mungkin sifat dinginnya Alex itu dari papanya.
Clara yang merasa takut dan gugup harus melakukan apa, terus saja menunduk tidak menatap Leonard yang sudah berjalan menuju ruang kerjanya.
Alex yang mengetahui hal tersebut langsung mengandeng tangan Clara untuk mengikutinya menuju ruang kerja papanya, Clara membelalakkan mata saat merasakan tangan hangat Alex menggandeng tangannya di tambah lagi jantungnya yang berdekup kencang.
Mereka berdua masuk kerja Leonard yang penuh dengan intimidasi hampir sama dengan ruangan Alex di kantor.
"Jadi apa kalian akan menikah?" tanya Leonard langsung pada intinya.
"Apa?!" ucap spontan Clara dan Alex bersamaan.
"Apa mangsud papa?" tanya Alex binggung dengan ucapan papanya.
"Menikahlah kalian, papa tidak mau kejadian seperti ini terjadi lagi pada mama," ucap Leonard mengingat bagaimana khawatirnya ia saat mendengar bahwa istrinya jatuh pingsan karena serangan jantung, Benar, Leonard tahu ternyata istrinya hanya berakting untuk membuat anak laki lakinya menikah dengan gadis bernama Clara.
"Ta--tapi-." Clara merasa de javu.
"Baiklah, saya akan melakukan pernikahan itu," lanjut Clara lantang.
Entah bagaimana bibirnya ini bisa mengatakan hal selantang itu dengan lancar.
Spontan Alex menatap Clara dengan tidak percaya, sebab baru kemarin ia meminta Clara menikah dengannya dan wanita ini menolak, Tapi sekarang,,, benar benar wanita aneh bagi Alex.
"Bisa saya ketemu nyonya Litina?" tanya Clara.
"Silahkan," jawab Leonard membuat Clara gugup, segera Clara keluar dari ruangan papa Leonard.
"Bisa saya bicara dengan nyonya Litina?" tanya Clara sopan saat sudah berada di dalam kamar nyonya Litina, melihat Nyonya Litina yang duduk di kepala ranjang ditemani Aliya yang duduk di sebelah mamanya, membuat Clara ingin sekali merasakan hal yang sama yang saat ini di rasakan Aliya, yaitu berada di samping ibunya dengan keluarga yang lengkap.
"Kemarilah Clara," Ujar Litina yang melihat Clara masih berdiri mematung di kaki ranjang king size nya, segera Clara mendekat dan berdiri disisi ranjang.
"Saya ingin bicara berdua dengan nyonya, apa boleh?" tanya Clara sopan dan menunduk.
"Berapa kali kukatakan jangan memanggilku nyonya, panggil saja mama mulai saat ini," ucap Litina.
__ADS_1
"Mama?" Ucap Clara mencoba membiasakan diri dengan menyebut mama pada Litina.
Litina tersenyum mendengar panggilan Clara untuknya, wanita itu mengisyaratkan agar Clara mendekat, Aliya yang tahu bahwa kedua wanita itu membutuhkan waktu berdua, ia segera keluar kamar mamanya.
"Saya ingin menceritakan siapa saya pada mama," ujar Clara menatap Litina dan membenarkan duduknya agar sepenuhnya duduk menghadap Litina.
"Mama akan mendengarkan," ucap Mama Litina lembut sambil balas menatap mata penuh kesedihan itu, Dan mengalirlah semua nya.
Flasback on.
saat itu Clara berumur delapan tahun, di umur itu semua anak butuh seorang teman, tapi Clara berbeda, sedari kecil iq hampir tidak pernah **bermain bersama teman sebayanya, karna apa? karena hampir seluruh temannya menolak kehadirannya.
Menurut teman sebayanya, Clara adalah anak haram yang bahkan tidak diinginkan oleh ayahnya sendiri, lalu mengapa mereka sebagia teman harus menerimanya? dan dari sanalah Sarwh sadar putrinya tidak memiliki teman, hanya karena ia tidak memiliki suami atau ayah untuk putri kecilnya.
Dari sana pula, sarah menikah dengan Joni, hanya untuk membuat Clara memiliki seorang ayah dan teman, hingga Sarah sadar bahwa ia telah menikahi pria yang salah, selain Joni yang gemar mabuk dan judi, meski ia menikah dengan Joni, Clara tetap tidak memiliki teman**.
Flasback off.
Mendengar itu tanpa sadar Litina menitikkan air matanya, ia tidak pernah mengira bahwa kehidupan calon menantunya akan seperti itu, wanita itu memeluk Clara.
"Dengar, siapapun dirimu aku tidak peduli, karena aku menyukaimu apa adanya, jangan pernah mengatakan bahwa tidak ada yang menginginkanmu, karena saat kau menikah dengan Alex, kau adalah bagian Dari Keluarga Xander," ucap mama Litina lembut seraya mengelus rambut Clara.
"Tapi aku tetap tidak pantas untuk putra anda," ucap Clara, Ada alasan lain mengapa Clara ingin menjalani pernikahan ini.
"Dengarkan aku, apa kau tahu mengapa aku sangat menginginkanmu menikah dengan Alex?" tanya mama Litina.
Clara terdiam mendengarkan pertanyaan itu.
"Karena ini adalah perasaan seorang ibu, entah mengapa, aku merasa kaulah orang yang tepat untuk Alex, kaulah orang yang akan melengkapi kekurangannya, selain itu, aku tidak mau Alex terus menerus memuaskan kebutuhan biologisnya pada wanita lain," Lanjut Litina dan Clara tidak terkejut mendengar itu, karena dia sudah mengira bagaimana kehidupan seorwng seperti Alex.
"Ma, aku harus kembali," ucap Clara.
"Baiklah, biar Harry mengantarmu." ujar mama litina.
Clara tidak menolak tawaran Litina, apalagi saat wanita paruh baya itu memanggil Bodyguard nya dan berujar.
"Antarkan calon menantuku,"
__ADS_1
Pipi Clara merona saat mendengar kata kata calon menantu yang di ucapkan mama Litina.
"Sampai jumpa, dan sampaikan salamku pada yang lain," pamit Clara seraya berjalan keluar kamar nyonya Litina.
Clara mengekori Harry, dan saat ia sampai di depan pintu rumah seseorang menariknya dan memasukkannya pada mobil sport pria itu.
Alex langsung duduk di kursi pengemudi saat sudah memasukkan Clara kedalam mobilnya, Clara terkejut atas sikap pria itu.
"Apa yang anda lalukan? saya akan pulang dan di antar oleh Harry," ucap Clara seraya ingin memberhentikan Alex yang sudah melanjukan mobilnya.
"Jadi kau lebih senang diantar Bodyguard dari pada calon suamimu?" Clara di buat merona mendengar kata kata Alex tentang calon suami, Alex yang melihat itu, tersenyum geli di dalam hati, mobil Alex melaju meninggalkan pelataran rumahnya.
"Kau ingat bahwa kau akan memberikan apa pun yang ku mau saat aku menikah dengan mu?" tanya Clara mengingatkan Alex pada kejadian di dalam lift.
"Hmm.."
"Aku ingin meminta sesuatu padamu," ucap Clara menatap Alex yang masih fokus dengan jalanan.
"Aku akan memberikannya," Ucap Alex, ia tahu akan seperti ini bahwa Clara akan meminta sesuatu padanya.
"Aku meminta uang satu setengah juta dollar untuk lusa," ucap Clara, sebenernya ia tidak ingin mengatakan hal ini, karena secara tidak langsung ia telah menjual dirinya pada Alex.
Cciitt.!
Alex mengerem mendadak membuat tubuh Clara yang tidak mengunakan sabuk pengaman terhuyung ke depan, hampir saja kepalanya terbentur.
"Untuk apa uang itu?" tanya Alex binggung, sebenarnya bagi Alex sejumlah uang itu tidak masalah, karena jika dibandingkan dengan perusahaannya, satu setengah juta dollar tersebut hanya sebagian kecil dari kerugian perusahaan.
"Itu urusanku, kau hanya harus memberikan uang itu padaku Lusa," jawab Clara singkat.
"Baiklah, besok aku akan menghubungimu," ucap Alex.
Alex menyusun strategi dengan membuat perjanjian, karena Alex pikir bahwa Clara sama seperti wanita diluaran sana, membutuhkan uang untuk berfoya foya.
"Semua terserah padamu," ucap Clara singkat dan jelas, Clara harus melakukan ini demi keselamatan ibunya dan tidak ada pilihan lain.
Bersambung.....
__ADS_1