
Malam ini Alex kembali saat tengah malam, saat itu, keadaan apartemennya sudah sangat sunyi, bahkan lampu-lampu sudah di matikan, menunjukkan pada siapa pun bahwa yang menepati telah tidur, maka dari itu, Alex segera menuju ke kamarnya, di sana berbeda lagi keadaannya, karena kamarnya masih terang benderang.
Saat Alex melihat kearah sofa, di sana dia melihat Clara tertidur dengan berkas-berkas yang brserakan di mana mana dan laptop yang masih menyala, wanita itu tertidur dengan posisi duduk dan kepala di atas meja, Alex segera mengendong Clara dan memindahkan istrinya itu ke atas ranjang.
Alex meletakkan Clara dengan lembut, seakan takut memyakiti istrinya, Alex memerhatikan lekat lekat wajah Clara yang terlihat damai saat tertidur, entah mengapa hanya melihat wajah itu, membuat semua rasa lelah yang Alex rasakan hilang, tidak hanya itu, bahkan ia merasakan desiran halus itu lagi.
Hinggga Alex memilih ikut bergabung brsama Clara dan memeluk wanita itu dari belakang.
"Kau hanya milikku Clara Cecilia dan akan seperti itu selamanya."
Pagi harinya Clara terbangun dari tidurnya dengan pelukan erat Alex, dan lagi-lagi Alex selalu saja menahannya untuk beranjak membuat degupan jantung Clara mengila di pagi hari.
Saat Clara baru saja keluar dari kamar mandi dan setelah selesai bersiap dengan pakaian khas kantornya, sebuah suara menghentikan kegiatannya.
"Kau mau kemana?" tanya Alex dengan suara serak dan itu terdengar sexy di telinga Clara.
"Pergi kekantor." jawab Clara tergagap melihat Alex.
"Untuk apa pergi ke kantor, jika suamimu adalah pemiliknya!" ucap Alex masih tidak beranjak dari tempatnya.
"Tapi mereka belum mengetahuinya!" kata Clara berusaha mengabaikan kehadiran Alex.
"Jika begitu aku akan membuat semuanya tahu bahwa kau adalah istriku."
Perkataan Alex mampu membuat Clara tersentak dan dengan cepat istrinya itu berujar.
"Jangan lakukan itu dan aku akan melakukan apa pun kemauanmu."
Clara bener bener takut, jika Alex melakukan seperti apa yang pria itu katakan, dan Alex menyerigai mendengar itu, ia berlalu dari sana dan Clara mengembuskan napasnya dengan lega.
__ADS_1
Namun sayangnya, saat mereka berdua berangkat bersama, bukannya Alex menurunkannya di perempatan seperti biasanya, pria itu malah terus memerintahkan supirnya untuk tetap berjalan, dan Clara merasa kesal karena hal itu, ditambah lagi saat mereka sudah berada di depan perusahaan dan Alex tahu bahwa Clara tidak akan turun dari mobil, pria itu m
membuka pintu mobil di sampingnya dan berkata.
"Turun sekarang atau kuseret!" tawar Alex menghentikan semua perkataan yang akan keluar dari bibir Clara.
Saat Clara tahu bahwa apa yang di katakan pria itu tidak pernah main main, akhirnya dengan terpaksa Clara keluar dari dalam mobil dengan kepala tertunduk menghindari semua tatapan yang ia yakini mulai menghunjaminya.
Apalagi saat tiba tiba Alex menyuruhnya untuk mengikuti pria itu ke ruangannya saat Clara baru saja akan masuk ke dalam lift, tidak ingin mengundang lebih banyak perhatian, akhirnya Clara menuruti perkataan pria itu, saat akan masuk ruangan Alex, asisten pria itu tampak terkejut saat melihat Clara berjalan mengekori Alex, entah karena ada Alex atau apa, wanita itu mengabaikan Clara dan membiarkan keduanya masuk begitu saja.
"Kenapa kau lakukan itu? apa kau tidak lihat bagaimana tatapan mereka?" sembur Clara, begitu mereka sudah masuk kedalam ruangan Alex.
"Sekarang kau kerjakan tugasmu di sini."
Kesal! itulah yang patut Clara rasakan saat Alexmengabaikan ucapannya begitu saja,dengan perasaan kesal dan tidak ingin memperpanjang perdepatan mereka, akhirnya Clara duduk di tempat yqng sudah disediakan Alex.
Sedari tadi Clara sudah berusaha untuk tetap fokus pada pekerjaannya, tapi bagaimana dia bisa terfokus, jika Alex selalu saja mengawasinya, dia benar benar gugup saat menyadari suaminya itu menatapnya lekat lekat, Ya Tuhan.
"Kenapa?" tanya Alex dengan polosnya.
"Aku tidak bisa berkonsentrasi, jika kau terus menatapku!" jawab Clara dengan nada ketus pada Alex.
"Oh!" jawab Alex singkat dan berhenti untuk menatap Clara.
Ada perasaan senang saat melihat Clara bekerja satu ruangan dengannya, karena dengan begitu dia mampu melihat Clara sepuasnya, Alex benar-benar tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
Saat mereka hanyut dalam pekerjaan mereka masing-masing, tak terasa waktu menunjukkan jam makan siang Alex yang menatap istrinya yang masih terfokus, memerintahkan Galih untuk membelikan makan siang tentunya porsi dobel, dan sekali lagi Alex menatap bagaimana wajah lelah Clara.
Astaga.
__ADS_1
rasanya aku ingin muntah, batin Clara.
Saat Alex berjalanmendekat ke arah meja Clara dan meengatakan bahwa mereka harus makan siang, Clara mengabaikannya, merasa kesal karena diabaikan, Alex mengambil laptop Clara begitu saja.
"Hai," dan hal itu mampu membuat perhatian Clara seketika tertuju pada Alex, seketika itu pula Clara terhipnotis akan mata coklat karamel yang menatapnya tajam dan dia mersakan aura intimidasi di sekitarnya.
"Apa sudah mengaguminya? melihatmu yang menatapku seperti itu, aku ingin membuatmu menjadi makan siangku." ucap Alex.
Clara segera mengalihkan pandangannya ke sembarangan arah, sekedar untuk menyembunyikan rona merah di pipinya saat mendengar perkataan Alex, namun Alex sudah melihat rona merah itu dan itu membuat Alex tersenyum samar.
"Ini makanlah." Alex memberikan sekotak makanan yang sepertinya dipesan di restoran favoritnya, Galih memang tahu apa yang ia suka.
Clara dan Alex memakan makanan mereka dalam diam, hanya suara jarum jam di dalam ruagan Alex.
"Apa pekerjaanmu banyak?" tanya Alex tiba tiba.
"Lumayan, dan selalu sering salah karena kau hampir lupa!" jawab Clara menyembunyikan rasa bahagianya saat Alex memecahkan keheningan di antara mereka terlebih dahulu.
Entah mengapa ada rasa senang dalam diri Clara saat Alex memecahkan keheningan di antara mereka terlebih dahulu, sebab sebelumnya memang Clara lah yang menjadi pembicara pertama saat mereka hanya berdua, tapi sekarang?
"Aku benar-benar akan menghancurkan siapa pun yang berani mengobrak-abrik peeusahaanku!" ucap Alex mengeluarkan kekesallannya.
"Itukan resiko menjadi pebisnis!" jawab Clara.
"Aku kesal, karena siapa pun mereka telah membuatmu repot."
Clara tertegun mendengar perkataan Alex, seperti ada kupu kupu terbang di dalam perutnya saat Alex mengatakan hal itu, apakah pria ini mulai peduli padanya?
Clara mengeleng menyingkirkan pikiran itu, mungkin saja Alex bercanda karena lihat saja sekarang pria itu sudah kembali menikmati makanannya seperti tidak memedulikan perkataannya, seketika Clara meletakkan tangan di perut Alex berniat mengelitiki pria itu.
__ADS_1
Hingga akhirnya Alex mengelitiki Clara balik, hinga tanpa sadar posisi mereka sudah terbaring di sofa dengan Alex yang berada di atas Clara, sesaat mereka menyadari posisi mereka yang sangat dekat itu, tapi mereka sama sama tidak ingin beranjak dari posisi mereka sekarang, terhipnotis dengan mata Alex begitu pula sebaliknya.
bersambung....