
Terik matahari yqng masuk melalui selah-celah jendela, membangunkan Clara dari tidur yang terasa nyaman, bahkan dia lupa kapan terahir kali ia mendapatkan tidur senyaman ini, namun, saat ia bergerak, Clara tersadar, jika terdapat lengan kekar melingkari perutnya ia mendongak untuk mendapati wajah yang tidak asing baginya, tapi perasaan inilah yang membuatnya takut.
Pov CLARA
"AAAAA!!!" Teriakku tanpa sadar, saat menyadari bahwa aku tertidur bukan di kamar yang biasanya, apalagi lengan kekar yang melingkar di perutku, Astaga, ya Tuhan.
"Kau berisik sekali!" ucap Alex dengan tenang, tapi sama sekali tidak melepaskan pelukannya padaku.
"Kenapa aku bisa di sini?" tanyaku berusaha untuk menutupi degup jantungku yang mulai mengila.
"Kau tiba-tiba tertidur,"
"Kau sengaja tidak membangunkanku,"
Tuduhku begitu saja padanya, dan sialnya Alex hanya menanggapi perkataanku dengan tersenyum samar, tapi aku dapat melihatnya, Astaga, melihatnya tersenyum bukanlah hal yang baik untuk jantungku.
"Lepaskan lenganmu dari perutku!" ucapku kesal seraya memukulinya, karena Alex tidak melepaskan pelukannya sama sekali, saat aku masih memukuli lengannya, tiba-tiba Alex mencekal tanganku dsn tanpa kusadari, pria itu telah menindihku.
Untuk beberapa saat aku terhipnotis pada mata coklat karamel di hadapanku yang menatapku dengan pandangan tak terbacanya, aku memberontak, saat menyadari degup jantungku semakin mengila, hingga ia menciumiku dan aku terbuai akan ciuman lembut yang seakan takut menyakitiku, Astaga, melalui ciuman itu, entah mengapa aku seakan merasa di cintai? sial*** pikiran gilaku.
Aku tetap terbuai akan ciuman itu, hingga Alex menyudahinya dan berkata.
"Kau milikku CLARA CECILIA ABIYUDA,"
Apa yang baru saja ia katakan?
Author POV
Setelah mendengar itu, Clara segera beranjak dari ranjang, tentunya dengan sekuat tenaga ia mendorong Alex dan beruntungnya ia dapat terlepas dari kungkungan pria itu.
"Aku akan membuatkan sarapan!" ucap Clara berlalu dari kamar Alex setelah merapikan pakaiannya, tanpa perlu menoleh, melihat bagaimana reaksi pria itu.
'****, hanya berciuman saja aku sudah bereaksi, rutuk Alex pada dirinya sendiri.
Saat berada di dapur ternyata disana sudah ada lila yang menyiapkan sarapan untuk mereka, saat Clara sadar bahwa sebenernya tidak ada yang dapat dia lakukan, akhirnya ia memilih untuk membantu lila dengan mengiris beberapa bahan, meski awalnya lila melarangnya.
Entah apa yang ada dalam pikiran Clara, tapi yang pasti memori ia berciuman dengan Alex, terus saja berputar di kepalanya bagaikan kaset rusak, Astaga, memikirkannya saja sudah mampu memunculkan semburat merah di pipinya.
"aww..." ringis Clara saat tanpa sadar ternyata jarinya teriris.
"Nyonya," ucap lila terkejut mendengar Clara meringis.
__ADS_1
"Astaga, apa yang kau lakukan?! kenapa kau membiarkannya membantumu?"
Tiba-tiba bentakan itu terdengar, hingga membuat lila dan Clara terkejut.
"Alex!" panggil Clara memperingatkan pria itu, saat menyadari bagaimana wajah ketakutan lila.
"Ma.... maafkan saya, Tuan."
"Alex, aku yang salah disini!" ucap Clara mencoba menjelaskan pada Alex, namun sebelum membalas perkataan Clara, pria itu berlalu dari sana dan menuju ruang kerjanya.
"Maafkan aku lila!" ucap Clara, dan lila menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban, setelah mendapat jawaban dari lila Clara segera menyusul Alex.
"Kau seharusnya tidak memarahinya seperti itu," ceracau Clara, saat ia baru saja masuk kedalam ruangan kerja Alex.
"Itu salahnya!" balas Alex singkat.
"Itu salahku!" bantah Clara, tanpa membalas perkataan istrinya Alex berjalan mendekat kearah Clara dan menyentuh jari istrinya yang terluka, memasangkan hansaplast yang entah sejak kapan pria itu membawanya, padahal sedari tadi mereka berdebat.
Lagi dan lagi, Clara terpesona akan sikap pria di hadapannya, Alex menatap Clara balik, menangkap basah wanita itu yang menatapnya lekat-lekat, hingga entah bagaimana dan siapa yang memulai, mereka kembali berciuman dan tanpa disadari Clara, wanita itu telah tertidur di atas sofa yang berada di dalam ruangan kerja Alex dengan pria itu yang menindihnya.
Clara terbuai, hingga tanpa sadar dia telah melingkarkan tangannya di leher Alex, saat mereka asyik dengan kegiatan mereka, pintu ruangan kerja Alex terbuka.
"Alex....ups sorry."
"****."
"kau mesum sekali!"
seakan tersadar, Clara kembali mendorong Alex dan berlalu dari ruang kerja tersebut, tentunya kembali dengan semburat merah di pipinya.
Bagaimana Alex tidak merasa kesal, jika tiba tiba Aliya datang dan menganggu momennya bersama Clara.
(Adik kurang ajar.)
Dan lihat saja sekarang Aliya yang tersenyum tanpa rasa bersalah saat melihat kakaknya bercumbu bersama istrinya.
"Maaf menganggu kalian!" ucap Aliya yang sebenernya tidak menyesal telah menganggu acara kakaknya bersama istrinya.
"Ada apa kau kemari?" tanya Alex tanpa menutupi nada kesalnya pada Aliya.
"Aku kesini ingin mengajak Clara berbelanja!" jawab Aliya mengabaikan nada kesal Alex.
__ADS_1
"Aku akan bersiap-siap,"
"Kau tidak akan kemana mana!" sela Alex cepat saat Clara akan beranjak dari duduknya.
"Tapi---"
"Kau kejam sekali, aku hanya meminjam istrimu sebentar, kita akan kembali nanti sore," ucap Aliya.
"Sekali kukatakan tidak, tetap tidak!" ujar Alex final dan Clara langsung berlalu begitu saja dari ruang tamu.
"Kau memang benar-benar menyebalkan kak."
@@@@@@@@@@
"Ternyata kau menyukai lavender," ujar Alex yqng tiba tiba sudah ada di dalam kamar Clara, tepat saat Clara baru selesai mandi dan hanya mengenakan kimononya.
"Astaga, apa yang kau lakukan disini?" tanya Clara terkejut.
Bagaimana tidak ini adalah kali pertamanya Alex masuk kamarnya dan ini aneh.
"Memangnya aku tidak boleh masuk kamar istriku?" tanya Alex balik, tanpa mempedulikan Clara yang masih terdiam di depan pintu kamar mandi dengan wajah yang merona.
"Bukan itu mangsud ku, tapi tumben sekali kau datang ke kamarku."
"Kaau begitu mulai sekarang kau tidur di kamarku!" ucap Alex cuek.
"W... what?" balas Clara tidak percaya.
"Dan aku tidak ingin ada bantahan, aku akan ada meeting, jika kau ingin keluar bersama Aliya aku akan mengijinkannya dan jangan pulang terlalu sore," ucap Alex.
"Tadi kau melarangku, sekarang menyuruhku saat Aliya sudah pergi," ujar Clara.
"Dia masih ada di bawah," jawab Alex.
"Ah, baiklah aku akan pergi!" ujar Clara antusias dan hendak mengambil baju ganti yang akan ia kenakan.
"Lalu kenapa kau masih disini?" tanya Clara heran karena Alex masih duduk di tepi ranjangnya dan memperhatikannya.
"Melihatmu menganti pakaian," jawab Alex cuek lagi.
"Hai,"
__ADS_1
Sebelum mendapat serangan dari Clara, Alex segera keluar dari kamar Clara sembari terkekeh kecil karena melihat wajah kesal Clara, Astaga, apa yang terjadi dengan mereka berdua sebenernya? yang satu selalu merasakan hal yang aneh terjadi padanya akhir-akhir ini karena satu wanita, dan yang satu merasa takut dengan perasaan asing ini saat ia berdekatan dengan satu pria ini.
Bersambung......