
Apa yang kalian lakukan saat kalian telah resmi menjadi istri seorang pengusaha muda berpengaruh di negara? Entah, bagi Clara jawaban yang tepat hanya satu kata, Entah, karena dia benar benar tidak tahu harus melakukan apa, beruntungnya dia tidak bangun dengan degupan jantung yang berpacu dengan cepat, karena memang mereka tidak tidur bersama dalam satu kamar, seperti istri pada umumnya, pagi pagi sekali dia telah terbangun dan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, tidak banyak kata yang terucap di atas meja makan itu, keadaan benar benar canggung bagi Clara.
Keheningan di atas meja makan itu terpecah saat Alex membuka suaranya dan berucap,
"Mari berangkat bersama," tiga kata singkat yang mampu menghentikan acara makan Clara, dia menatap Alex tidak percaya.
"Tapi nanti para kariawan bisa tahu," sangah Clara cepat.
"Aku akan menurunkanmu di perempatan dekat kantor!" balas Alex mengerti kecemasan Clara.
"Baiklah," jawqb Clara singkat.
Lagi dan lagi hanya ada keheningan di antara mereka berdua di dalam mobil tersebut, meskipun kini ada supit pribadi Alex, tapi rasanya tetap sama saja, seakan tidak ada hal yang pas untuk membuat keadaan hening ini hancur, saat mereka sampai di perempatan yang di mangsud, Clara segera turun dari mobil, namun sebelum itu, ucapan Alex membuatnya terdiam beberapa saat.
"Take care!" ucap pria itu dan ditangapi Clara dengan senyum manisnya yang balik membuat Alex terdiam, dan Clara keluar dari mobil Alex.
Percayalah bahwa dalam satu ruanganbbersama Alex adalah hal yang tepat untuk memacu jantungnya sebelum masuk kerja, entah apa yang terjadi padanya, Clara bahkan tidak memgerti.
Di tambah lagi tadi Alex mengatakan apa? hati hati padanya? apa pria itu mulai sedikit peduli padanya? Ah bodoh sekali kau Clara, kini kau adalah milik Alex, jiwa dan ragamu adalah milik pria itu dan bagaimana Alex bisa mebiarkan miliknya rusak? bahkan sebelum pria itu mendapatkan apa yang diinginkannya.
Sedangkan yang di lakukan Alex di dalam mobil itu adalah, menatap gambaran Clara yang terpampang jelas dalam tabletnya, jujur, ia khawatir akan wanita itu, istrinya.
Saat berjalan di Lobby, seorang resepsionis menyapa Clara dan di sapa balik olehnya.
"Clara?" seru seseorang.
"Claudia!" balas Clara, ternyata yang memanggilnya adalah seorang wanita cantik dan sexy dengan pakaian kekurangan bahan yang melekat indah di tubuhnya, membentuk dengan jelas lekukan tubuh wanita itu.
"Baiklah Abel, aku duluan," pamit Clara, namun sebelum dia menjauh, Claudia berujar dengan suara yang tampaknya sengaja ia keraskan agar Clara mendengarnya.
"Apa dia office girl?"
__ADS_1
Clara yang mendengar ego nya merasa tercolek akhirnya berbalik ke meja resepsionis, kembali dengan senyuman manisnya.
"Abel, perkenalkan ini Claudia dan Claudia ini Abel," ucap Clara yang tidak tahu apa mangsudnya, meperkenalkan kedua orang itu, yang tentunya Abel tahu siapa wanita cantik dan sexy di hadapannya.
"Tentu saja dia mengenalku," Ucap Claudia dengan nada sombong.
"Jika begitu aku yang tidak mengenalmu, aku Clara Cecilia," ucap Clara seraya mengulurkan tangan, meski ia tahu bahwa uluran tanganya akan ditolak oleh wanita di hadapannya.
"Benar kau Clara Cecilia yang sama, seorang anak haram yang hanya membuat ibunya menderita!" balas Claudia sarat akan nada sindirannya, kembali egonya menolak apa yang di katakan Claudia dan berujar,
"Benar, dan kau adalah Claudia yang sama, yqng hidup hanya untuk memenuhi keserakahan ibumu, kudengar kau menikah dengan pengusaha dan bercerai hanya untuk mendapatkan kekayaannya? Wah kusebut apa ini? Ja***ng?" ujar Clara.
Dan Claudia tidak pernah mengira bahwa Clara akan dapat membalasnya, karena nyatanya dia bukan lagi Clara yang sama, gadis remaja yang dapat ia manfaatkan.
"Berani kau.." Claudia hampir saja menampar Clara, tapi ucapannya terpotong dan tangannya dicekal.
"Aku tidak menyukai kekerasan di dalam perusahaanku."
Karena pertengkaran kecil itu dan juga datangnya seseorang yang menghentikan aksi Claudia, perhatian para karyawan yang berlalu lalang di sekitar lobby tersita, meski mereka takut untuk memperlihatkannya dengan jelas, karena kini CEO mereka sendirilah yang turun tangan.
"Alex dia telag..."
"Clara,"
Kembali ucapan Claudia terpotong akan panggilan dan mendekatnya seseorang yang memanggil Clara, saat menoleh, ia mendapati Dinda yang bingung akan apa yang terjadi, karena kini Alex berda di hadapannya, segera ia menunduk hormat.
"Alex wanita sialan ini berani menghinaku," ujar Claudia merajuk dengan nada menjijikkan bagi Dinda .
"Hei nona, kau tidak tahu dia--mmppphhh."
"Saya hanya membela diri saya, pak, permisi," ucap Clara dengan masih membekap mulut Dinda dan membawa temannya utu untuk menjauh dari sana, tentunya setelah sekali lagi menunduk pada Alex.
__ADS_1
ALEX POV
Aku melihatnya telah berlalu dari sana, dan aku pun berlalu untuk menuju ruang kerja dan kuyakini Claudia mengikutiku saat ini, buktinya sekarang wanita itu sudah berada di dalam ruang kerjaku dan mendekat, namun terhenti saat aku bersuara.
"Jangan mendekat."
Ucapku final dan terbukti saat dia berhenti di tempat dan menatapku penuh kebingungan.
"Alex kau kemari karena merindukanmu!" ujarnya lagu dengan nada menjijikkan.
"Aku tidak pernah menyuruhmu kemari dan jangan pernah datang kemari lagi, keluarlah!" ucapku mengusirnya.
Entah apa yang ia rasakan, karena aku sempat melihat raut wajahnya yang terkejut akan perkataanku barusan.
"Lihat saja, kau akan kembali padaku," ambisinya dan aku tidak peduli, percayalah aku tidak pernah mengharapkan dia ataupun Jenifer untuk datang dalam kehidupanku, tapi merekalah yang mendekat dan menyerahkan tubuh mereka dengan suka rela padaku.
Kedatangan mereka hanya membuatku pusing saja, kukeluarkan tabletku dan secara otomatis menampakkan gambaran wanitaku, Hei aku berhak untuk mengklaim Clara seperti itu bukan? terima atau tidak dia wanitaku, beruntung tadi aku datang tepat waktu, jika tidak mungkin Claudia akan benar benar menampar Clara dan aku tidak menyukai itu meski membayangkannya saja, entah apa yang terjadi padaku saat ini.
AUTHOR POV
Saat jam pulang kerja tiba, dering ponsel Clara yang menandakan satu pesan masuk, menyita perhatiaan Clara saat Dinda terus saja mengatakan maaf untuk kejadian tadi karena temannya itu terlaku terbawa emosi dan hampir membocorkan semuanya.
Segera Clara membuka pesan dari Alex itu.
**supirku akan menjemputmu, aku masih ada urusan.*
*Oke*.*
Setelah memberikan balasan pada Alex, Clara segera memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas dan berpamitan pada Dinda bahwa ia akan pulang duluan, dinda yang mengerti bahwa kini Clara telah menjadi istri orang, mengatakan untuk hati hati pada temannya itu dan Clara berlalu dari sana.
Bersambung....
__ADS_1