
Sore ini seperti yang Alex katakan, jika mereka akan ke diaman keluarga Abiyuda, namun ternyata kini tujuan mereka bukanlah mansion, melainkan sebuah restoran yang telah di beritahukan oleh Litina, Alex mengatakan bahwa ini adalah pertemuan keluarga, bahkan pria itu tidak tahu siapa saja keluarganya yang datang, yang ia tahu sekarang Clara merasa gugup.
"Tenanglah, semuanya akan baik baik saja!" ucap Alex seraya mengenggam tangan Clara, dengan salah satu tangannya dan tangan yang lain ia gunakan untuk memegang kemudi.
"Aku tenang!" dusta Clara, memalingkan wajahnya ke arah samping, bagaimana ia bisa tenang, jika tangan Alex semakin membuat kegugupannya bertambah.
Kenapa Clara tidak merasa tenang? ya karena selama ini dia tidak pernah bertemu dengan kekuarga besar, kalian tahu sendiri, keluarga yang ia miliki hanya ibunya dan kini ia harus bertemu dengan sebuah keluarga besar dan itu adalah keluarga suaminya.
Clara tidak pernah tahu bagaimana tangagapan kekuarga Abiyuda mengenai dirinya, dia hanya tidak siap menerima berbagai perkataan tajam tentang kepantasannya bersanding dengan salah satu anggota keluarga Abiyuda, semua orang juga tahu siapa keluarga Abiyuda, orang yang memiliki urutan nomer 1 didunia perbisnissan.
Dulu Clara tidak pernah peduli dengan apa yang terjadi di dunia ini, yang ia pedulikan hanya kehidupanya, kehisupan ibunya, dan kehidupan orang di sekitarnya, dan sekarang dia sudah menjadi salah satu angota keluarga terpandang, meski hanya beberapa orang yang tahu, dan itu artinya ia harus sudah peduli dengan sekitarnya termasuk orang di sebelahnya saat nie.
Suaminya.
Selama perjalanan hanya ada keheningan atara Clara dan Alex dengan tangan Alex yang masih mengenggam tanga Clara, keheningan dan genggaman tangan Alex malah memperburuk suasana hatinya.
"Kau tidak boleh meninggalkanku!" ujar Clara tiba tiba,karena ia merasa benar benar tidak tenang.
Alex tertawa kecil karena rengekan Clara, tapi ia juga mengangguk.
Bagaimana Alex bisa meninggalkan Clara di tengah tengah keluarga besarnya, dia tidak tahu bagaimana tanggapan keluarga besarnya tentang Clara, Alex hanya merasa, mungkin nanti keluarganya akan membuat Clara tidak nyaman.
Dulu Alex tidak peduli pada apa yang akan dilakukan keluarganya, namun hanya menyangkut hal seperti ini, kenapa dia harus peduli?
kenapa?
mereka turun di sebuah restoran yang cukup terkenal di kota, saat mereka masuk, seorang pelayan menuntun Alex dan Clara menuju tempat dimana keluarga Abiyuda sudah berkumpul, genggaman tangan Alex pada Clara semakin erat saat mereka akan memasuki sebuah ruangan Outdoor, dan saat mereka masuk, di sana terlihat sebuah meja panjang yang berada di tengah tengah dan terdapat banyak kursi dan jangan lupakan gemerlap lampu di sekitarnya.
"Ini pertemuan keluarga atau Dinner romantis?" gerutu Alex pelan sehingga hanya Clara yang dapat mendengarnya.
"Selamat malam." sapa Clara pertama kali berusaha menutupi kegugupannya.
Alex mengenggam tangan Clara semakin erat berusaha memberikan Clara kekuatan agar tetap tenang karena hanya ia yang bisa menangkap dengan jelas nada gugup Clara.
__ADS_1
"Malam menantuku, bagaimana perjalanan kalian?" tanya mama Litina dan memeluk Clara, Clara membalas pelukan mertuanya.
Alex menarik kursi untuk duduk Istrinya, sedangkan Alex di sampingnya, Clara merasa tidak tenang saat pantatnya sudah mendarat dengan sempurna di kursinya, karena sedari tadi keluarga besar Alex menatapnya sedari ia masuk, Clara duduk di hadapan anak kecil berambut coklat mengenakan jas yang membuat anak itu terlihat sangat tampan meski umurnya masih sangat kecil, Clara tersenyum manis melihat anak itu, ia sangat menyukai anak anak, jadi jika ia dipertemukan dengan anak anak maka berdo'a saja ia tidak melakukan hal konyol di hadapan keluarga Abiyuda.
Tanpa Clara duga anak itu melihatnya dengan mata berbinar senang.
"Apa aku memiliki Aunty secantik dia momi?" tanya anak itu dengan suara khas anak kecil dan itu membuat Clara merona pipinya karena pujian yang di lontarkan anak itu.
"Kau menyukainya?" tanya ibu anak itu yang duduk di sebelah anak kecil itu.
"I like ber, sbe's so beautiful!"
Semua orang yang ada di meja itu tertawa mendengar ocehan bocah kecil berumur sekitar tiga tahun itu, tanpa di sadari Clara mulai merasa nyaman berada di tengah tengah mereka hanya karena ia mendengar tawa semua orang si sana karena mendengar ocehan bocah kecil.
"Daddy, aku memiliki aunty yang sangat cantik!" ucap bocah itu dan membuat Clara semakin malu.
"Hay, siapa namamu?" tanya Clara pada bocah mengemaskan di hadapannya, yang terus saja menatapnya.
"Astaga Daniell kau ajarkan apa keponakanku?" tanya Alex akhirnya membuka suaranya, sebenarnya ia merasa geram melihat Peter merayu Clara seperti itu.
"Cemburu. Tuan?" tanya Daniell mengejek sepupunya.
Alex tidak menjawab pertanyaan Daniell dan itu membuat keluarganya senang, karena sudah lama Alex tidak bertingkah menjadi dirinya sendiri sejak kejadian itu, Alex telah menjadi orang lain sejak saat itu.
Alex seperti terlahir kembali menjadi yang baru, Alex yang terlahir kembali, seakan bukanlah Alex yang mereka kenal dulu.
Makanan yang sudah di pesan telah tiba, mereka menikmati makan malam dengan ocehan Peter yang tidak pernah berhenti memuji Clara, bocah ini benar benar menyukai Clara, padahal mereka baru pertama kali bertemu, lihat saja sekarang Peter masih menatap Clara dengan mata berbinar.
"Peter, kau menyukai apa?" tanya Clara tiba tiba pada peter yang tidak hentinya menatap Clara.
"Aku menyukai panda!" jawab peter riang.
Clara tidak menjawab tapi ia tetap tersenyum pada Peter.
__ADS_1
Saat makan malam selesai, semuanya tidak berhenti sampai di sana, karena setelah makan malam, terdengar music romantis untuk berdansa, keluarga Abiyuda yang memiliki pasangan berdansa di sana.
Alex yang diam diam telah tengelam dalam manik mata Clara dan begitupun sebaliknya, manik mata coklat karamel yang tajam benar benar membuat Clara tengelam dalam tatapan pria itu.
"Alex!" panggil Clara.
"Hhhmmm." jawab Alex dengan gumaman.
"Apa aku terlihat seperti panda?" tanya Clara.
Alex mengangkat salah satu alisnya tanda ia binggung dengan pertanyaan Clara.
"Menggapa kau bertanya seperti itu?" tanya Alex balik.
"Karena kau lihat Peter, ia selalu menatapku dengan mata berbinar, kata orang jika anak kecil menatapmu seperti itu, itu artinya anak itu melihatmu bagaikan animasi favoritnya, dan Peter menyukai panda, bukankah secara tidak langsung aku terlihat seperti panda? apalagi aku mengenakan dreess hitam putih, ini kan warna panda!" ujar Clara panjang lebar.
Alex terbahak mendengar penuturan panjang lebar Clara yang menganggapnya bagaikan panda karena Peter terus menerus menatapnya.
"Kau menertawakan aku juga!" kesal Clara seraya mengerucutkan bibirnya.
Tawa Alex tidak luput dari perhatian angota keluarganya, ini pertama kali Alex kembali tertawa seperti itu, setelah empat tahun mereka tidak pernah mendengar tawa Alex yang seperti itu.
"Apa dia benar benar Alex?" tanya Daniell pada seluruh angota keluarganya yang sudah berkumpul karena mereka takjub mendengar tawa Alex yang pecah.
"Aku tidak salah menikahkan Clara dengannya, akhirnya Alexzander yang dulu kembali meski secara perlahan!" jawab Litina seraya memandang putranya yang masih menaruh kepalanya di bahu Clara dan masih tertawa.
Kaluarga Abiyuda awalnya tidak setuju pernikahan Alex dengan Clara, tapi Litina memberikan penjelasan pada mereka semua bahwa Clara adalah orang yang tepat untuk Alex, untuk mengembalikan Alexander yang dulu, melihat Alex tertawa seperti saat ini membuat mereka mengerti mangsud Litina, melihat Alex yang tertawa bagaikan sebuah bongkahan emas yang jatuh dari atas, bongkahan emas saja tidak cukup rasanya untuk menukar tawa Alex yang sekarang.
Tapi sekarang tidak perlu bongkahan emas untuk mendengar dan melihat tawa Alex , hanya dengan Clara tawa itu hadir kembali pada mereka, mereka bahagia melihat Alex kembali secara perlahan, mereka sangat bahagia..
Sangat.
BERSAMBUNG...
__ADS_1