My Love My Husband

My Love My Husband
Bab 19


__ADS_3

Akhirnya Clara, Aliya dan Dinda dapat menikmati waktu weekend mereka dengan bahagia, Clara memang sengaja menelpon Dinda, karena dia pikir, ia ingin membuat Aliya dan Dinda saling mengenal, namun seperti nya pilihannya salah, bagaimana tidak, jika ternyata Aliya dan Dinda adalah pasangan yang tepat untuk menghabiskan Weekend dengan berbelanja.


Bagaimana tidak hampir seluruh toko di mall telah mereka jelajahi, dan yang bisa dilakukan Clara hanya mengikuti kedua temannya ini dengan pasrah, apalagi saat keduanya memilihkan pakaian untuknya, Clara benar benar merasa kesal saat kedua wanita itu memaksanya untuk membeli pakaian tersebut, bukan apa apa, tapi harga pakaian itu yang membuat Clara kesal, meski sebelum pergi tadi Alex telah memberinya sebuah kartu kredit atas namanya, sejak kapan pria itu melakukan hal itu?


Ketiga wanita itu menikmati waktu makan mereka, hingga seorang wanita cantik dan sexy datang menghampiri meja mereka dan berkata.


"Hai, adik ipar, tidak kusangka kita ketemu di sini, sepertinya kita memang cocok untuk menjadi sebuah keluarga!" ucap seorang wanita sangat antusias kepada Aliya.


Beberapa pasang mata yang ada di restoran tengah melihatnya, bahkan para pria menatapnya dengan tatapan lapar, bagaimana tidak sekarang Jenifeer sedang mengenakan gaun berwarna ungu di atas lutut dengan tali spagheti yang menampakkan belahan dadanya dan asal kalian tahu gaun itu sangat ketat.


Siapa yang tidak mengenal Jenifeer? model hot terpanas dengan tubuh sexy dan mengoda, wajah cantik dan tubuh yang sengaja di liuk-liukkan ketika ia berjalan bagaikan semua jalan yang ia lewati adalah catwalk.


"In your dream, *****," Aliya benar-benar menampakkan ketidaksukaannya di depan Jenifeer langsung.


"Jangan berkata kasar adik ipar, lihat saja aku akan menjadi kakak iparmu dengan segera, jika tidak lalu mengapa Alex menelponku tadi?" tanya Jenifeer dengan nada mengejek.


"Hai, asal kau tahu nona, Tuan Alex sudah memiliki---"


"Maaf nona sepertinya tidak baik membicarakan masalah pribadi di tempat umum, apalagi kau adalah seorang model dan kau lihat semua orang sedang menatapmu, kau tidak ingin repotasimu hancur bukan? jadi tolong pergilah dan berikan kami ketenangan!" Ucap Clara menyela ucapan Dinda sebelum hasilnya makin rumit.


"Secara tidak langsung kau telah menyebutku penganggu, begitu?" tanya Jenifeer.


"Aku tidak mengatakannya, tapi sepertinya kau sudah tahu sendiri!" jawab Clara sembari mengangkat bahunya acuh dan perkataannya itu membuat Jenifeer naik darah.

__ADS_1


"HAI, SIAPA KAU SEBENARNYA?! TIDAK PERLU MENGATUR-NGATUR DIRIKU!" teriak Jenifeer sembari menggebrak meja.


"Saya Clara, karyawan di perusahaan Tuan Alexander!" Jawab Clara sembari tersenyum manis dan mengulurkan tangannya, tapi tangannya tidak akan dijabat oleh para model menyukai Alex.


"Kau hanya seorang karyawan dan berani berkata seperti itu, lihat saja calon suamiku Alexander Abiyuda, akan memecatmu dengan cara tidak sopan sekaligus,"


Dan setelah mengucapkan itu Jenifeer berlalu dari meja mereka.


Tidak dipungkuri ada sebersit rasa marah saat Jenifeer menyebut Alex sebagai calon suaminya, dan bukanlah tadi Alex bilang bahwa ia pergi untuk meeting? lalu kenapa Jenifeer bilang bahwa Alex baru saja menelponnya, apa sekarang dia sedang cemburu?


'kau berpikiran apa sih Clara? dia memang wanita yang disukai Alex sedangkan kau? batin Clara.


"Clara," panggil Aliya dan itu membuyarkan lamunan Clara.


"Ah, ada apa?" tanya Clara dan memandang Aliya dan Dinda bergantian sembari tersenyum simpul.


"Ayo kita pulang," dan setelah itu mereka bertiga kembali kediaman mereka masing masing, dengan Clara yang masih setia dengan perasaan asing ini.


CLARA POV


Saat ini aku telah berada di dalam kamar yang sama dengan Alex, lebih tepatnya kamar Alex, entah kapan pria itu memindahkan semua barangku kemari, yang kutahu saat aku kemabali, semuanya sudah berada di sini.


Aku tidak tahu dimana Alex sekarang, atau mungkin pria itu tengah bersama jenifeer? wanita cantik yang kutemui tadi, tidak kupungkiri bahwa wanita yang berada disekeliling suamiku adalah wanita cantik dan sexy, dan mungkin juga mampu memuaskan Alex di ranjang, sedangkan aku? jangan kalian tanyakan, bahwa aku tidak pernah berkencan.

__ADS_1


Lagi pula aku tidak memiliki hak untuk melarang Alex dekat dengan wanita manapun, mau dia dekat dengan medusa pun, aku tidak memiliki hak.


Aku selalu mengingatkan pada diriku sendiri, bahwa semua yang dilakukan Alex itu benar, dari pria itu yang menyentuhku, pria itu yang bertemu wanita lain atau apapun itu, adalah benar, karena aku hanyalah istri yang dia nikahi karena mamanya yang memaksa dan aku yang menikahinya karena sejumlah uang.


Semua ini tidak berdasarkan atas nama cinta, dan aku semakin takut akan hal itu, tunggu aku barusan berkata apa? Cinta? apa benar ini dinamakan Cinta? apa benar aku telah mencintai Alex? tanpa pria itu melakukan apapun terhadapku? aku telah mencintainya?


AUTHOR POV


Saat itu bukannya membantu lila yang seperti telah Clara rencanakan, ia malah sibuk menyiapkan kembali berkas berkas yang telah ia ajukan kepada kantornya, karena tiba-tiba atasannya, menelponnya dan mengatakan bahwa semua berkas-berkas itu hilang, karena sengaja ada yang menghilangkan data-data perusahaan.


Dan entah mengapa, Clara sedikit bersyukur mendengar hal itu, karena setidaknya dari sana, dia mengerti kenapa Alex masih saja belum kembali pulang dari meeting dadakan.


Aneh? memang, Clara bahkan tidak menampik bahwa dia bersikap aneh seperti ini, seperti saat dia merasa khawatir pada Alex.


Di lain tempat, Alex benar-benar merasa pusing, dia bersumpah akan membunuh siapa pun yang telah berani bermain-bermain dengannya, apalagi berani menyentuh perusahaannya, sebenernya tidak masalah bagi Abiyuda kehilangan salah satu perusahaannya, tapi Alex adalah orang yang profesional, jadi ada sedikit saja kesalahan, maka tidak akan ada yang mampu mencegah kemarahannya, yang membuatnya lebih kesal lagi, sejak tadi siang ia ingin kembali ke apartemennya dsn bertemh Clara.


sedang apa dia? tiba-tiba pemikiran itu terlintas di pikiran Alex.


Dulu, bahkan di hari weekend Alex akan terus bekerja hanya sekedar untuk melupakan rasa sakit yang ia alami, Namun, semenjak mengenal Clara, semua nya berubah, dia sudah sangat jarang bekerja di hari weekend, seakan ada hal yang menarik dari istrinya itu.


Ini kali pertama ada suatu hal yang mampu membuatnya lupa akan semua hal, kecuali pekerjaannya, bahkan terkadang dengan bekerja saja, tidak mampu membut Alex lupa akan rasa sakitnya, itu juga yang dilakukan Clara.


Satu hal yang tidak pernah mereka sadari adalah, secara perlahan mereka mulai merasakan getaran-getaran aneh dan desiran aneh yang mendatangi mereka saat mereka dipertemukan, satu hal yang tanpa mereka sadari, suatu hal yang datang dengan perlahan dan akan membuat hubungan ini kuat, CINTA, hal yang tanpa mereka sadari milai datang dengan perlahan.

__ADS_1


Dari rasa ketertarikan tercipta rasa khawatir, dari sara khawatir tercipta rasa peduli, dari rasa peduli, tercipta rasa sayang dan dari rasa sayang itulah semua rasa akan tumbuh, semua hal butuh proses, begitu pula dengan cinta, sebuah rasa yang membutuhkan proses dan tidak ada yang tahu kapan rasa itu akan datang, cepat atau lambat? tidak ada yang tahu.


\*Bersambung...\*


__ADS_2