My Love My Husband

My Love My Husband
Bab 12


__ADS_3

Suasana makan malam itu terasa canggung, apalagi bagi Clara ini adalah kali pertama makan bersama satu meja dan berisi kekuarga yang lengkap, saat mereka semua tengah menikmati makan malam, Suara Leonard memecahkan keheningan yang terjadi selama beberapa menit di atas meja.


"Jadi mengapa kau ingin melakukan pernikahan ini secara diam-diam?" tanya papa.


Pertanyaan Leonard berhasil membuat Alex meletakkan alat makannya.


Namun sebelum pria itu sempat menjawab pertanyaan papanya, Aliya terlebih dahulu menyahut.


"Mungkin dia tidak ingin wanita -wanitanya tahu," ucap Aliya, dan Aliya langsung mendapatkan tatapan tajam milik Alex, Namun wanita itu seakan tidak peduli, padahal sebenarnya dia merasa terintimidasi.


"Aku ingin ini lebih privasi," jawab Alex kembali memakan makan malamnya.


"Katakan saja sebenarnya,"


"Aku juga menginginkan pernikahan yang lebih privasi, tidak perlu diketahui oleh publik, asalkan kita sah di hadapan Tuhan dan keluarga terdekat mengetahuinya," ucap Clara dengan cepat memotong perkataan Aliya, karena dia tidak ingin terjadi perang dingin di sini.


Semua orang terdiam setelah penuturan Clara, pasalnya tidak ada yang menyangka bahwa Clara akan menerima, bahwa pernikahan ini akan dilakukan secara tertutup dan diam-diam.


"Seandainya yang akan menikah dengan kakakku bukanlah dirimu, maka wanita itu tidak akan sudi melakukan pernikahan secara Diam-diam!" ucap Aliya terang terangan.

__ADS_1


Alex yang mengerti mangsud Aliya hanya diam seakan tidak peduli pada apa yang di katakan adiknya itu, dan setelah perkataan itu yang ada hanya gurauan-gurauan kecil yang terjadi, Clara yang awalnya merasa canggung, lama kelamaan terbiasa dengan keluarga kecil yang bahagia itu.


Ada yang berbeda di hari itu bagi Clara, karena semenjak hari ini, ia asudwh tidak diperbolehkan Litina untuk bekerja, karena wanita paruh baya itu mengatakan, bahwa aebentar lagi adalah hari pernikahannya dan Clara harus tetap diam di rumah hingga pernikahan selesai, kembali, Clara sadar akan posisinya, dia hanya menututi semua perkataan keluarga Alex, hanya secangkir susu coklat panas yang menjadi temannya di pagi hari itu, Clara benar benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan seharian di rumah, karena biasanya, bahkan di hari weekend , ia tetap bekerja.


Akhirnya seyelah memikirkan apa yang akan di lakukannya seharian ini, Clara memilih untuk mengunjungi taman vaforitnya.


Di sana banyak anak anak kecil yang bermain menghabiskan waktunya bersama teman sebayanya dan sisi lain, orang tua mereka berkumpul dan entah apa yang mereka bicarakan, yang pasti itu hal yang seru.


Saat Clara memikirkan masa kecilnya yqng tidak bahagia, tetiba seseorang datang dan mengejutkan Clara, Awalnya Clara pikir siapa, ternyata hanya Alvian yang entah datangnya dari mana, Clara tidak peduli, apa lagi saat pria itu duduk di sampingnya.


"Kau tidak bekerja?" tanya Alvian memecahkan keheningan yang beberapa menit terjadi di antara mereka.


Setelah jawaban Clara, mereka kembali teediam dan sama sama menumpukkan pandangan mereka pada segerombol anak kecil di taman.


"Aku selalu ingin kembali ke masa kecil,"


"Aku tidak," balas Clara tiba tiba saat mendengar perkataan Alvian, bahkan pria itu terkejut saat Clara membalas ucapannya.


"Kenapa?" tanya Alvian merasa tertarik.

__ADS_1


"Karena masa kecilku terlalu menyakitkan," jawab Clara secara tidak sadar.


"Clara!" panggil Alvian yang telah mengetahui nama wanita itu.


"Ya," balas Clara.


"Mari berteman!" ucap Alvian menawarkan sebuah pertemanan di antara mereka, Clara yang awalnya tidak mengerti mangsud pria itu, pada akhirnya menerima tawaran tersebut,kaeena menurut Clara, jika masa kecilnya ia tidak memiliki teman, maka setidaknya di masa ini, biarkan dia memiliki teman untuk berbagi keluh kesahnya.


Dan dari sanalah, Alvian dan Clara menjadi teman dekat, mereka saling bercerita bagaimana kehidupan mereka, dari sana Clara mengetahui kehidupan pria itu, Alivian Greyson adalah putra tunggal dari seorang pengusaha, Wiliams Greyson, tentunya Clara tahu siapa itu Greyson, pengusaha yang tidsk berbeda dengan Alex.


Jika Alex tumbuh dalam keluarga penuh cinta, maka Alvian hampir sama, hanya saja Alvian tumbuh dengan cinta palsu kedua orang tuanya, bukan berarti kedua orang tuanya tidak memcintainya, mereka mencintai Alvian, hanya saja ibu dan ayahnya tidak saling mencintai, Alvian mengetahui itu semua saat ia remaja, dari sana lah ia tahu bahwa ibu dan ayahnya menikah hanya karena pada saat itu ia berada dalam kandungan ibunya.


Hidup pria itu hampir kacau saat mengetahui bahwa Cinta yang ditunjukkan orang tuanya di hadapan nya hanya pura pura.


Di tambah lagi saat tidak beberapa lama, ibunya meninggal dunia dan menitipkan sebuah wasiat yang menyuruh Alvian untuk menemukan wanita yang dicintai ayahnya, di sana Clara bisa menyimpulkan bahwa ibu Alvian adalah wanita yang sabar, karena buktinya wanita itu dapat bertahan dengan cinta palsu suaminya, percayalah tidak ada yang mudah dalam menjalani kehidupan ini, karena ada masa di mana kau berada di atas dan ada masa kau akan berada di bawah, bahkan paling bawah sekalipun.


Bersambung....


Ini visualnya ALVIAN

__ADS_1



__ADS_2