My Love My Husband

My Love My Husband
Bab 16


__ADS_3

.


.


.


.


Ini sudah lewat beberapa hari setelah kejadian di mana alex mencari Clara, dan itu artinya, ini sudah beberapa hari Alex mendiamkan Clara


Clara sadar dia salah, namun bagaimana dia bisa menjelaskan apa yang terjadi, jika Alex terus saja menghindarinya, namun, saat Clara menceritakannya pada Dinda, temannya itu menyarankan untuk segera mengatakan semuanya pada Alex.


Mungkin nanti Alex akan mengerti dan memaafkannya, lagi pula keluarga Abiyuta sudah mengetahui masalah ibunya bukan? lalu kenapa Clara harus membuat segalanya menjadi rumit? masalahnya adalah, bagaimana Clara akan meminta maaf, jika Alex terus saja menghindarinya.


Dan di sinilah Clara sekarang, mondar mandir di dalam kamarnya, dia merasa gugup untuk menyapa Alex terlebih dahulu setelah beberapa hari ini saling mendiamkan, tapi, lagi-lagi Clara teringat akan saran Dinda, bahwa jika Alex menghindar, maka tunggu pria itu pulang dan barulah Clara berbicara, dan sejak tiga puluh menit yang lalu, Alex sudah pulang dan langsung masuk kamar.


Mengembuskan napasnya sekali lagi, Clara memberanikan diri untuk keluar dari kamarnya dan menuju kamar Alex, saat sampai di depan pintu kamar Alex, rasa gugup kembali menyergap, dengan memberanikan diri Clara mulai mengetuk pintu kamar Alex dan tidak ada sahutan.


Saat Clara kembali mengetuk pintu kamar Alex dan masih tidak ada sahutan, akhirnya ia memilih membuka kamar pria itu yang ternyata tidak dikunci, hal pertama yqng tertangkap Clara adalah, mungkin Alex sudah tidur, karena kamar pria itu yang tampak remang remang dan hanya mendapat pencahayaan dari lampu tidur yang berada di nakas, tapi hal itu tidak mematahkan semangat Clara untuk bicara dengan Alex, ia berjalan mendekat ke arah ranjang pria itu dan berujar.


"Sebelumnya aku minta maaf padamu, karena saat itu membuatmu harus mencariku hampir keseluruh kota, saat itu aku benar benar merindukan ibuku dan lupa waktu, hingga aku tertidur di sana, aku benar benar bukan tipe orang yang tahan untuk mendiamkan orang lain, aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkan maafmu, maaf kan aku!" ucap Clara sarat akan nada penyesalan dan tidak ada sahutan.


"Dasar bodoh dia kan sedang tidur!" rutuk Clara pada dirinya sendiri, saat akan berjalan menjauh dari ranjang Alex, tangannya ditarik begitu saja, hingga membuatnya terbaring di atas kasur.


"AAAAAAAA!!!" teriak Clara ketakutan dan tidak berani mengerakkan satupun bagian tubuhnya, Clara terus saja memejamkan matanya takut jika nanti membuka matanya, yang terlihat adalah wajah mengerikan hantu, namun setelah beberapa saat Clara sadar, ia mendengar suara tawa seseorang.


Dengan memberanikan diri, akhirnya Clara membuka matanya dan hal pertama yang ia dapatkan adalah dada bidang yang terbalut oleh koas hitam yang tidak dapat menutupi seberapa gagahnya seseorang yang ada di hadapannya, Clara mendongak untuk melihat bahwa ternyata yang tertawa keras adalah seorang Senopati Alexander suaminya.

__ADS_1


Sialnya, jantung Clara kembali berpacu dengan cepat saat menyadari bahwa ini kali pertamanya mendengar dan melihat Alex tertawa dan ini tidak baik untuk jantungnya.


"Dasar menyebalkan," ucap Clara dengan nada kesal, seraya memukul lengan Alex, guna untuk menutupi rasa nervesnya.


"Alex!" panggil Clara, masih sarat akan nada keaalnya, sebab pria itu masih saja tertawa, namun, saat Alex mendengar Clara memanggilnya tanpa embel embel tuan atau apa pun, segera tersadar, ingatlah, ini kali pertama Clara memanggil nama Alex tanpa sebuah embel embel.


"Tadi kau mengatakan akan melakukan apapun untuk mendapat maafku bukan?" tanya Alex, mendapati anggukkan cepat dari Clara.


"Maka tidurlah denganku malam ini" pintanya.


Ucapan itu membuat Clara terdiam.


"Hanya tidur, aku tidak akan melakukan apa pun, lagi pula aku merasa kurang sehat." ucap Alex lagi.


Dan setelah mengatakan itu, Clara segera memeriksa suhu tubuh Alex, dan terkejut saat mendapati, bahwa Alex benar benar sedang kurang sehat.


Namun sebelum Clara melakukannya, dekapan dan perkataan Alex, menghentikan apa yang akan dilakukan Clara.


"Jangan memprotes, Clara Cecilia adiyuta,"


Dan ucapan itu membuat Clara terdiam dan tidak membantah lagi, ditambah lagi kini pria itu telah memeluk sepenuhnya, dengan degupan jantung yang mengila, Clara berusaha untuk terlelap dan membiarkan semuanya berjalan dengan sendirinya.


*pagi harinya*


Clara memandanggi wajah polos sang suami yang terlihat begitu tampan, dengan bulu mata lentik, hidung mancung, bibir yang sexy, mata coklat karamel yang akan mampu mengintimidasi lawannya hanya melalui tatapan, dan terdapat garis rahang yang kokoh yang menambah kesan ketampanannya.


"Sudah mengaguminya?" tanya Alex.

__ADS_1


Clara terbelalak saat mendengar suara itu, Astaga lagi lagi ia tertangkap basah saat mengagumi keindahan ciptaan Tuhan, padahal anggap saja Clara tidak ingin mendustakan ciptaan Tuhan yang indah satu ini.


"Ah.......apa kau sudah baik baik saja? mendengarmu sepertinya kau sudah lebih baik dan jika begitu, lepaskan aku, aku akan berangkat kerja, tapi jika kau masih kurang--"


"Berhenti, kau semakin membuatku pusing!" potong Alex dengan cepat saat Clara tidak berhenti berbicara, mendengar keluhan Alex, Clara langsung memeriksa kondisi Alex dan sadar bahwa ternyata demam pria itu tidak turun.


Entah kondisi Alex yang terlalu lemah atau karena Clara yang terlalu kuat, hingga akhirnya wanita itu dapat lepas dari dekapan Alex, dan berlari keluar kamar, setelah beberapa menit ia kembali sambil membawa air dalam wadah dan sebuah kain, Clara segera merendam kain tersebut dan meletakkan di atas kening Alex.


Setelah memberikan kompresan pada kening Alex, Clara kembali keluar kamar dan berjalan menuju dapur bergelut dengan peralatan dapur membuat bubur untuk sang suami, setelah beberapa lama, Clara kembali kedalam kamar Alex dengan membawa nampan berisikan mangkuk bubur dan obat.


"Aku membuatkan bubur untukmu, setelah itu kau harus meminum obat!" ucap Clara dan seketika mata Alex terbuka.


"Aku benci sakit," ucap Alex, sebenarnya dia membenci sakit adalah karena ia harus tampak lemah di hadapan orang lain.


"Maka kau harus sembuh, ayo makanlah," ucap Clara seraya mengulurkan semangkuk bubur yang di buatnya.


Tanpa banyak protes Alex memakan bubur buatan Clara sampai habis tak tersisa, entah karena laparz atau karna memang Alex suka akan masakan buburnya, tapi Clara merasa cukup senang karna Alex tak menolak masakannya.


"Aku tidak menyangka seorang sepertimu akan jatuh sakit, mengingat bagaimana sikap dingin dan aroganmu di kantor," ucap Clara tanpa menyadari bagaimana ekspresi Alex selanjutnya.


"Jika perkataanmu adalah bentuk protesmu karena merawatku, berhentilah merawatku! lagi pula aku tidak memintamu untuk merawatku, aku hanya memintamu untuk tidur semalam," ucap Alex dengan nada ketus.


"Aku tidak bermangsud seperti itu, maafkan aku," ujar Clara dengan nada sendu akan penyesalan.


"Sudahlah keluarlah,"


Tanpa berkata lagi, Clara keluar dari kamar Alex ia benar benar tidak bermangsud menyinggung perasaan Alex tadi ia hanya ingin mencairkan suasana mencekam yang ada di antara keduanya, namun perkiraannya salah saat perkataannya ternyata menyinggung Alex.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2