
Selamat membaca ...
...****************...
Malam sudah semakin larut, tapi seorang wanita malah terbangun saat mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Ia meringis sambil menautkan kedua alisnya. Tubuhnya terasa berat, karena sesuatu tengah menindih tubuhnya.
Edrea melenguh saat setengah tubuh Derry menimpa tubuhnya. Pria itu seolah takut ditinggalkan, hingga menindih tubuh sang istri.
“Ahss!” ringis Edrea seraya mendorong tubuh Derry secara perlahan, agar tidak mengusik tidurnya.
‘Pria brengsekk ini benar-benar telah merusak hidupku. Bagaimana pun caranya, aku harus pergi dari sini. Aku tidak sudi jika harus menjadi istri pria iblis seperti dirinya,’ batin Edrea sambil terus menyingkirkan Derry dari tubuhnya. Tubuh mereka yang tidak mengenakan pakaian sehelai pun terasa sangat lengket.
“Jangan coba-coba melarikan dariku,” bisik Derry tepat di telinga sang istri. Edrea mematung saat mendengar suara Derry. Ternyata pria itu tidak tidur, atau mungkin sudah terusik karena pergerakan tubuhnya.
“A-ak mohon lepaskan aku,” pinta Edrea dengan lirih. Ia tak kuasa untuk menahan air matanya yang ingin mengalir terus menerus tanpa henti.
__ADS_1
“Tidurlah, atau aku akan melakukannya lagi,” ancam Derry dengan nada tegas, hingga membuat Edrea terdiam, tapi tidak bisa menahan lelehan bening di pelupuk matanya.
Edrea menggigit bibir bawahnya dan mencoba menahan isak tangis yang hampir pecah. Saat ini, ia hanya ingin keluar dari tempat asing yang ia tinggali saat ini. Ia juga hanya ingin melihat keadaan Juan, kekasihnya. Lalu, bagaimana dengan nasib pernikahannya bersama pria yang sangat ia cintai, jika ia saja malah menikah dengan pria asing.
“Ak mohon turun dari tubuh ku. Aku sesak napas,” pinta Edrea dengan memohon. Sungguh! Tubuhnya terasa remuk redam dan tulangnya terasa mau rontok semua.
“Apa kau akan lari jika aku melepaskan mu?” tanya Derry dengan bodohnya, tanpa bergeming sedikit pun dari atas tubuh Edrea.
“Apa kau berpikir jika aku akan melarikan diri dengan keadaan seperti ini. Gila!” cibir Edrea yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Edrea harus menahan segala amarahnya saat ini. Ia sudah sangat lelah menghadapi sosok pria kejam seperti Derry. Bahkan, ia sudah tidak mampu hanya untuk sekedar mengeluarkan suaranya.
***
Di sisi lain, Deva yang sudah memberitahu pada sang istri, mengenai pernikahan Derry di luar sana, langsung mendapatkan amukan. Davina marah karena Deva baru memberitahunya saat setelah pernikahan itu terjadi. Padahal, Deva juga baru tahu dari asistennya, Galen. Deva juga tidak memberitahukan perihal alasan Derry menikahi wanita itu. Bisa-bisa ia juga yang akan kena getahnya.
__ADS_1
“Dev, apa kau sedang menutupi sesuatu dariku?” tanya Davina saat melihat raut wajah sang suami yang terlihat pucat.
“Tentu saja tidak ada, sayang. Lebih baik kita lakukan ritual malam hari seperti biasa,” goda Deva yang langsung melummat bibir Davina. Pria yang sudah tak muda lagi itu, masih gagah dan kuat dalam segala hal. Bahkan menggoyangkan ranjangnya beserta sang istri.
“Dev, aku ingin mengunjungi Derry. Sekalian melihat menantu kita,” pinta Davina dengan memelas, hingga membuat Deva tidak tega. Deva memalingkan wajahnya ke arah lain sesaat sebelumnya, lalu menghela napas pelan.
“Tapi Derry tinggal di apartemen kecil, sayang. Kita tidak bisa masuk ke apartemen mereka. Kita akan merusak moment pengantin baru mereka,” tolak Deva dengan halus. Ia tidak ingin Davina melihat kelakuan Derry yang tak jauh dari perbuatannya dulu.
“Pokoknya aku ingin mengunjungi mereka, titik! Aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Jika kau tidak bisa mengantarkan aku ke sana, maka aku akan berangkat sendirian.” Setelah mengatakan hal itu, Davina langsung merebahkan tubuhnya, sekaligs bergelung dalam selimut tebal.
“Haiss! Kenapa sekarang jadi aku yang pusing. Padahal putraku yang sedang enak di sana. Derry, kau membuktikan jika kau memang putraku,” gumam Deva seraya ikut merebahkan diri di samping sang istri.
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
__ADS_1