My Obsession Husband

My Obsession Husband
Berlebihan


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Derry sangat terkejut saat melihat sang istri sudah tak sadarkan diri hingga terjatuh. Buru-buru ia membersihkan sisa percinttaannya dan segera membawa Edrea keluar kamar. Tak lupa juga pria itu memakaikan pakaian untuk sang istri, tanpa menggunakan dalaman apapun.


“Edrea bertahanlah ....” Derry terus memanggil nama sang istri sambil menggendongnya ke dalam mobil menuju rumah sakit.


***


“Dokter! Dokter! Selamatkan istriku!” teriak Derry sangat panik. Petugas pun langsung membawakan brankar dan segera membawa Edrea ke dalam sebuah ruangan.


“Tuan, tolong tunggu sebentar di luar. Kami akan memeriksa kondisi tubuh istri anda,” ucap sang dokter sambil mencegah Derry yang hendak ikut masuk ke dalam ruangan di mana Edrea berada.


“Tapi aku tidak bisa meninggalkan dia sendirian di sana!” geram Derry tak suka, karena sudah dicegah oleh orang lain.


“Tuan, kami mohon kerja samanya. Sebaiknya Tuan mengurus administrasinya saja. Kami akan melakukan yang terbaik untuk istri anda. Permisi,” ucap sang dokter kemudian menutup pintu tersebut dengan cepat, meninggalkan Derry yang masih mematung di depan pintu.


Tak berselang lama, terdengar suara dering ponsel yang berasal dari saku celananya. Derry mendessah berat lalu merogoh benda pipih tersebut, dan melihat nama di layar ponselnya. Terpampang dengan jelas sebuah nama GROVER di sana. Dengan segera ia menggeser icon warna hijau sebagai tanda ia menerima panggilan tersebut.


“Cepat katakan!” titah Derry tanpa basa basi lagi. Pria tampan itu memang duplikat sang Daddy.

__ADS_1


“Saya sudah selesai mengurus rumah dari tuan besar untuk anda Bos,” ucap Grover memberikan laporan setelah menerima tugas.


“Bagus. Bawakan setelan pakaian beserta ********** untuk istriku ke rumah sakit dekat apartemen ku,” ucap Derry dengan nada perintah. Grover yang mendengar kata RUMAH SAKIT, langsung terkejut. Takut jika sang Bos terluka akibat serangan musuh di luar sana.


“Apa bos baik-baik saja? Saya akan segera ke sana secepat mungkin,” tukas Grover dengan nada panik. Derry hanya menghela napasnya panjang sebelum akhirnya ia mengeluarkan suaranya.


“Aku baik-baik saja, tapi istriku tidak sadarkan diri. Jangan lupa dengan pesanan yang aku minta, dan jangan sampai telat,” ucap Derry dengan tegas lalu memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. Ia ingat jika harus mengurus administrasi terlebih dahulu. Tak ingin membuang banyak waktu, akhirnya Derry segera melangkahkan kakinya ke arah bagian administrasi.


***


“Bos, ini pesanan yang anda minta,” ucap Grover setelah sampai di rumah sakit. Di sana ada Derry yang sedang duduk di depan ruangan Edrea.


“Hmm, apa ada kabar hari ini?” tanya Derry seraya mengambil sebuah paper bag dari tangan sang asisten.


“Cih! ternyata jauh lebih cepat dari yang ku duga,” decih Derry sambil menampilkan senyum smirk nya.


“Lalu, apa yang akan kita lakukan Bos?” tanya Grover dengan datar. Ia tidak ingin mencampuri urusan ayah dan anak yang tidak akur itu.


“Memangnya kau berharap apa?” bukannya menjawab, Derry malah balik bertanya dengan senyum devil nya.


Baru saja Grover akan membuka suaranya. Tiba-tiba saja terdengar sebuah pintu terbuka, hingga membuat dua orang pria itu langsung menoleh ke arah sumber suara. Muncul dari balik pintu, sosok wanita dengan jas putih yang dikenakannya.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama lagi, Derry langsung bangkit dan menghampiri sosok tersebut dengan menampilkan raut wajah yang tak dapat diartikan. Dokter itupun merasa sangat gugup saat melihat raut wajah dari pria tampan yang ada di hadapannya.


“Cepat katakan bagaimana kondisi istriku sekarang!” ucap Derry dengan nada tegas. Sedangkan Grover, seperti biasanya. Pria itu hanya diam tanpa ingin membuka suaranya sedikit pun tanpa adanya perintah dari Derry.


“Istri Anda mengalami dehidrasi karena sudah mengeluarkan banyak cairan saat berhubungan. Sehingga membuat istri anda menjadi kelelahan, karena selama aktivitas seksual, tubuh melepaskan norepinefrin, epinefrin, dan kortisol yang meningkatkan denyut jantung dan memicu pelepasan glukosa dalam darah. Semua kegiatan ini melelahkan, terutama jika dilakukan terlalu sering.” Sang dokter berhenti sejenak seraya menghela napasnya panjang.


“Apalagi, saat berhubungan, otot-otot istri anda sangat tegang, hingga dapat menimbulkan rasa sakit dan bahkan imobilitas. Anda harus membatasi aktivitas sementara waktu hingga kembali pulih. Karena yang saya lihat, di bagian intinya sudah lecet dan memar yang disebabkan berhubungan dengan sangat kasar. Setelah penetrasi terus menerus, hal itu dapat menyebabkan nyeri pada punggung bagian bawah. Anda sudah bisa menemuinya, saya akan meresepkan obat pereda nyeri. Permisi.”


Tak ingin membuang banyak waktu, akhirnya Derry masuk ke dalam sana, untuk menemui sang istri. pria itu membuka pintu dengan sangat cepat dan langsung menghampiri Edrea yang masih terkulai lemas di atas sana.


“Sayang ... bangun lah. Aku tidak akan menyakiti mu lagi,” ucap Derry seraya mengelus puncak kepala milik Edrea, hingga terdengar suara lenguhan dari arah wanita tersebut.


“Enghh!”


“Sayang, kau sudah sadar?”


“Kau! Lepaskan aku brengsekk!” bentak Edrea dengan menatap tajam ke arah sang suami. Ingin rasanya ia bangkit, tapi tubuhnya masih terasa sangat sakit.


“Tenanglah! Aku tidak akan melakukannya di sini, meskipun aku mau,” ucap Derry sambil menangkup kedua pipi Edrea, agar menatap ke arah dirinya. Sungguh! Ia tidak suka jika wanita itu berpaling menatap ke arah lain, meskipun itu hanya sebuah benda.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2