My Obsession Husband

My Obsession Husband
Ular Cobra


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Derry membuka pintu kamarnya dengan cepat dan mengamati seluruh kamar tersebut, tapi isinya kosong. Wajah yang sejak tadi tersenyum kini seketika berubah masam. Derry menggertakkan giginya dengan sorot mata yang tajam. Baru saja ia ingin membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba saja pintu itu terbuka.


Ceklek!


Deg!


Pintu terbuka hingga menampilkan sosok wanita cantik yang hanya menggunakan sehelai handuk yang melilit di tubuh indahnya. Rambut yang basah dan menetes membasahi pundaknya semakin menambah kesan seksi dalam dirinya.


Derry yang hendak marah pun hingga mengurungkan niatnya, dan malah membulatkan matanya dengan sempurna, saat melihat pemandangan yang begitu indah di depan mata. Jantung Derry semakin berdetak dengan cepat, dan membuat wajahnya memerah akibat menahan gairrah.


Sedangkan Edrea, wanita itu masih tertegun dan seolah tak percaya saat melihat sosok pria yang sudah lama tidak ia lihat. Ia terbayang saat pria itu menyentuh dan juga menyakiti dirinya. Edrea langsung menghindar, saat tangan Derry hendak meraih tangannya.


“Ka-kau,” ucap Edrea dengan terbata. Wanita itu bahkan tidak mengedipkan matanya sama sekali.

__ADS_1


“Sayang, apa kau ingin menyambut kedatangan ku hm?” tanya Derry tanpa mempedulikan keterkejutan sang istri, yang masih mematung di hadapannya.


“Menjauh dari hadapanku!” bentak Edrea sambil menatap tajam ke arah pria yang terus berusaha meraih tubuhnya.


Sedangkan Derry, pria itu semakin tertantang dan gairrahnya semakin membara saat menerima penolakan dari sang istri. Apalagi saat melihat tubuh Edrea yang semakin berisi terlihat sangat sintal dan padat.


“Sayang, ada apa dengan mu?” tanya Derry yang terus mendekat ke arah Edrea. Wanita itu semakin mengencangkan handuk yang melilit tersebut.


Grep!


Tak ingin bermain-main lebih lama lagi, akhirnya Derry segera menarik tangan sang istri dengan sangat kasar, hingga tubuh sintal dan padat itu jatuh dalam pelukannya. Derry mengeratkan dekapannya agar Edrea tidak lepas saat wanita itu terus memberontak minta dilepaskan.


“Kau sangat wangi sayang. Aku tahu kau sedang bersiap untuk menyambut ku kan. Aku sangat menyukainya,” ucap Derry yang tidak peduli dengan rontaan Edrea dalam dekapannya.


Tak ingin menunggu lebih lama lagi, dan tanpa aba-aba Derry membawa Edrea kembali masuk ke dalam kamar mandi. Derry ingat jika dia belum membersihka diri setelah dari luar. Pintu pun tertutup rapat dan menyisakan Edrea yang terus ada dalam dekapan sang suami.


“Apa yang ingin kau lakukan? Cepat lepaskan aku!” benatk Edrea. Derry akhirnya melepaskan dekapannya dan langsung membuka seluruh pakaian yang ia kenakan, hingga tak tersisa sehelai benang pun.

__ADS_1


“Bantu aku membersihkan diri!” tanpa menunggu persetujuan dari Edrea, Derry langsung menarik wanitu itu dengan cepat.


Wajah Edrea sudah memerah bagai udang rebus saat melihat ular besar yang menggantung diantara pang**l pa*a milik Derry. Ingin rasanya ia melarikan diri dari sana, tapi ia tidak yakin akan lolos dari kejaran dan amukan pria yang ia kenal gila itu.


“A-aku tidak bisa. Aku mau keluar,” pinta Edrea dengan tatapan penuh harap. Tiba-tiba saja wajah tampan itu berubah jadi garang, dan sangat menakutkan.


“Jangan membantah ucapan ku. Atau kalau tid--.”


“Baik ... baik! Aku akan membantu mu.” Edrea segera mendekat ke arah Derry yang sudah polos tanpa ada yang menutupi tubuh seksinya tersebut.


Derry akhirnya menuntun Edrea ke bawah shower dan segera menyalakan airnya. Edrea masih memalingkan wajahnya karena malu, saat melihat ular yang menggantung lemas tadi kini sudah berdiri tegak dan berurat. Bahkan, kepalanya sudah menatap Edrea dengan tatapan penuh minat, dan ingin segera masuk ke dalam goa milik Edrea.


“Kamu boleh menyentuhnya sayang, dia milikmu,” ucap Derry tanpa rasa malu sedikit pun.


Pria itu segera menarik pinggang sang istri hingga menghapus jarak diantara mereka. Kini Edrea sudah bisa merasakan ular milik suaminya yang tengah ikut menempel di handuk yang ia kenakan. Tanpa aba-aba, Derry langsung melummat bibir indah dan seksi milik istrinya dengan rakus, seraya mengarahkan tangan Edrea agar mengelus kepala ular miliknya.


“Sayang, sentuhan tanganmu membuatku semakin bergairrah.”

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2