
Selamat membaca ...
...****************...
Dor!
Dor!
Dor!
Suara tembakan menggema dalam sebuah lorong gelap bawah tanah. Seorang pria terus mengejar pria yang sudah berani memancing sisi gelapnya. Lengan kekar dan kokoh itu pun tak luput dari luka tembakan yang disebabkan oleh musuh.
“Lucas, menyerah lah sebelum aku benar-benar menghabisi mu di sekarang juga,” geram Derry yang kini tengah menatap musuhnya yang ada di depan mata.
“Cuih! Semakin hari, kau semakin arogan saja. Apa kau sudah menemukan wanita yang kau cari satu bulan yang lal itu, hingga kau semakin bersemangat ingin membunuh ku,” cibir Lucas sambil terkekeh, kemudian pria itu menyeka darah dari mulutnya akibat pukulan dari Derry.
“Brengsekk! Itu bukan urusan mu! Jika kau berani menyentuh keluarga ku, itu berarti kau harus segera menyiapkan pemakaman untuk seluruh keturunan mu.” Lucas terkekeh seraya menatap tajam ke arah Derry.
“Kau dan ayahmu sama-sama pria paling brengsek di dunia ini. Kau pantas untuk mati!” desis Lucas mengeram.
“Kau bisa mengatakan itu karena kau dan keluargamu tidak pernah menang dan selalu menjadi pengecut. Kenapa kau melimpahkan semua kesialan mu pada keluarga ku yang terhormat. Kau memang pantas mendapatkannya!”
“Siall! Mati saja kau!”
__ADS_1
Dor!
Dor!
“Bedebbah! Berani sekali kau!” bentak Lucas saat dirinya ditembak dari arah belakang oleh Grover.
“Bos, apa anda baik-baik saja?” tanya Grover menghiraukan Lucas dan segera menghampiri Derry.
“Hm, seperti yang kau lihat. Bagaimana dengan senjata kita?” tanya Derry penasaran.
“Sudah aman bos. Sebaiknya kita segera keluar dari lorong ini.” Grover segera berlari meninggalkan tempat tersebut, begitu juga dengan Derry. Sedangkan Lucas, pria itu sedang berusaha untuk bangkit dan keluar dari sana.
“Grov, sekarang!” titah Derry dari kejauhan. Grover patuh dan segera melemparkan satu bom ke dalam lorong gelap di bawah tanah itu.
“Grov, setelah ini Kita ke perusahaan.” Grover mengangguk tanda setuju dan langsung mengikuti sang bos.
***
“Bos, sebaiknya kita ke rumah sakit lebih dulu, untuk mengobati luka tembakannya,” usul Grover saat sedang menyetir.
“Tidak perlu. Aku sudah mengeluarkan pelurunya tadi. Sebaiknya kita segera bereskan pekerjaan dulu agar bisa cepat pulang.” Derry tetap menolak dan ingin segera ke perusahaan cabang di kota tersebut. Ia mendengar kabar jika beberapa dokumen penting sudah dicuri.
“Baiklah, tapi Bos harus diperiksa lebih dulu. Saya takut anda infeksi. Apa anda ingin bertemu dengan nona Edrea dalam keadaan sakit?” tanya Grover yang berusaha membujuk bosnya.
__ADS_1
“Ah! Ternyata kau benar. Istriku pasti sangat khawatir melihat keadaan ku jika sakit,” ucap Derry membenarkan. Padahal Edrea saja belum tentu mengharapkan kepulangannya.
Grover ingin sekali membuka mata dan hati Derry lebar-lebar, agar pria itu bisa sadar dan melihat wanita yang ia paksa untuk menikah sangat tertekan dan menderita. Namun, ia tidak ingin merusak suasana yang baik ini menjadi hancur.
“Bos, mengenai dokumen yang dicuri dalam perusahaan itu, saya sudah menemukan dalang di balik semua ini.”
“Tangkap dan urus dia, jika sulit diatasi, maka bawa dia ke markas dan bereskan saja di sana. Aku akan mengurus hal lainnya di kantor. Jangan sampai karyawan lainnya tahu jika aku memiliki sisi gelap ini.”
“Baik bos.”
***
“Paman, tolong bantu aku. Tolong keluarkan aku dari sini. Aku ingin pulang.”
“Jika kau ingin pulang, tunggu saja suami mu."
“Pam--.”
“Makan dan cepat minum obat mu. Istirahat lah dengan baik.”
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
__ADS_1