My Obsession Husband

My Obsession Husband
Siapa dia?


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Derry tengah menunggu sang istri yang sedang bersiap untuk berangkat ke kantor perusahaannya. Pria itu memperhatikan jam tangan secara berulang kali, karena Edrea tak kunjung datang setelah beberapa waktu yang cukup lama.


Hingga matanya tertegun saat melihat pemandangan indah yang ada di depan mata.


Edrea sudah berdiri tegak di hadapannya menggunakan dress hitam selutut dengan bahu yang cukup terbuka. Bahkan, matanya mampu melihat dua bukit himalaya yang sintal dan padat milik istrinya dengan penuh gairah, hingga sesuatu yang ada di bawah sana mulai menegak dan memberontak minta dikeluarkan.


“Apa kau sengaja ingin menggodaku, hm? Atau kau ingin menggoda pria lain di luar sana?” tanya Derry dengan penuh selidik seraya mendekat ke arah sang istri.


“A-apa maksudmu?” tanya Edrea gugup karena tak mengerti dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh pria gila yang ada di hadapannya.


“Apa tidak ada pakaian yang lebih tertutup daripada itu?” bukannya menjawab, Derry malah bertanya balik dan sesekali melirik ke arah jam tangannya. Ternyata waktu sudah semakin siang dan ia hampir terlambat.


Edrea jengah dengan apa yang diucapkan Derry, hingga ia kembali menelisik pakaian yang ia kenakan, cukup tertutup dan ini terbilang sopan. Lalu, di mana letak pusat dari kata menggoda itu sendiri.


“Aku rasa ini tidak terbuka, dan kau tidak perlu banyak mengatur ku dalam hal apapun, karena kau bukan siapa-siapa bagiku,” celetuk Edrea dengan ketus seraya melayangkan tatapan sinisnya ke arah Derry.

__ADS_1


“Jaga bicaram Edrea! Sekarang kau adalah istriku. Pakai ini!” Derry segera melepaskan jas yang ia kenakan dan segera melemparkannya pada sang istri.


“Aku tidak ingin memakainya! Kau tidak perlu berlebihan Derry!” bentak Edrea dengan tatapan tajamnya. Tanpa aba-aba lagi, Derry langsung menarik pergelangan tangan sang istri keluar dari dalam apartemennya untuk segera berangkat ke kantor perusahaannya.


“Derry, lepaskan aku!” teriak Edrea saat pria itu menyeretnya hingga berjalan terseok-seok mengikuti langkah kaki Derry yang panjang.


***


“Pasang wajah dingin mu!” titah Derry saat mereka mulai memasuki lobi kantor, karena banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka dengan berbagai tatapan. Ada yang menatap iri, ada yang menatap penasaran, ada yang menatap kagum, dan ada juga yang menatap penuh minat ke arah Edrea.


“Terserah kau saja,” balas Edrea dengan kesal, dan langsung memasang wajahnya tanpa ekspresi.


“Hmm, jam berapa rapat akan di mulai?” tanya Derry yang terus berjalan dengan tangan yang tak lepas dari istrinya.


“Tiga puluh menit lagi rapat akan dimulai Bos,” jawab Grover dengan tegas seraya mengikuti langkah kaki Derry, dan berhenti tepat di depan pintu ruangan sang bos.


Pintu tertutup dengan rapat, dan meninggalkan Grover di depan sana. Pria itu cukup paham dengan apa yang tengah terjadi antara Derry dan istrinya, Edrea.


“Sebentar lagi, aku akan rapat. Kau duduk saja di sini dan diam jangan ke manapun,” ujar Derry seraya memeriksa berkas yang ia siapkan untuk rapat tersebut. ia memang suka menyiapkan salinan sendiri agar lebih terperinci.

__ADS_1


“Tapi aku tidak suka sendirian di sini. aku bosan!” bantah Edrea dengan kesal.


“Apa kau ingin aku membawamu ke ruang rapat?” tanya Derry dengan menampilkan senyum yang tak dapat diartikan.


“Tidak! pergilah, aku akan tetap di sini,” jawab Edrea dengan pasrah, lalu melemparkan tubuhnya di atas sofa empuk yang ada di sana.


***


Satu jam telah berlalu setelah kepergian Derry untuk rapat. Rasa bosan pun mulai menghampiri sosok wanita cantik yang sedang merebahkan diri di atas sofa. Edrea sangat bosan karena Derry tidak meminjamkan ponsel atau apapun yang dapat menghalau rasa bosan itu sendiri.


Namun, pada saat Edrea tengah menelisik ruangan besar tersebut, ada suara derit pintu dari arah luar. Edrea mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan suaminya. Bahkan, ia berharap itu adalah Derry karena ia ingin segera pulang dan merebahkan tubuhnya di kasur empuk yang ada di apartemen.


Matanya membola tatkala mendapatkan sosok wanita cantik dari balik pintu. Edrea tak menyangka jika Derry yang begitu terobsesi akan dirinya, tapi kini malah membawa wanita lain ke dalam kantor perusahaannya. Apalagi wanita itu benar-benar cantik dan terlihat seperti wanita dari kalangan atas.


“Kau ....” wanita cantik itu menunjuk ke arah Edrea dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2