
Selamat membaca ...
...****************...
Derry yang merasa sangat terganggu dengan orang yang sudah datang tanpa permisi itu, hingga membuat ciuman panasnya terhenti, langsung menoleh ke arah sumber suara. Ingin rasanya ia marah karena sudah membuatnya kesal, tapi ia tidak bisa melakukannya saat ini.
“Apa kau sudah selesai?” tanya sosok pria itu dengan nada dingin dan tanpa ekspresi sedikit pun. Orang yang akan melihatnya tidak akan bisa membedakan raut wajahnya, kecuali ketika sedang marah saja.
“Sudah paman. Kenapa malah paman sendiri yang datang ke sini. Apa Daddy meminta paman yang mengambil alih tugas dariku?” tanya Derry penasaran. Sesungguhnya ia tidak menyangka jika pria datar asisten sang ayah yang datang, yaitu Galen.
“Tidak. Sebaiknya kau cepat pergi sebelum musuh mu datang terlebih dahulu, aku akan menjaganya untuk mu. Jangan khawatir dan lakukan tugasmu sebaik mngkin.” Derry tidak bisa mengatakan apapun lagi setelah mendengar ucapan ayah asistennya yang banyak bicara. Biasanya, pria paruh baya yang masih gagah itu sangat irit bicara, termasuk pada istri dan anaknya.
“Baiklah. Paman, kenalkan ini istriku, Edrea. Edrea, ini paman Galen, dan orang yang akan menjagamu. Jangan membantah ucapannya jika ka6 masih ingin hidup.” Derry memperkenalkan keduanya dengan penuh ancama pada istrinya. Sedangkan Galen, pria paruh baya itu hanya diam dengan lirikan matanya saja tanpa ekspresi.
Edrea mengangguk paham tanpa bersuara. “Aku akan pergi beberapa Minggu di sana. Aku akan kembali.” Setelah mengatakan hal itu, akhirnya Derry segera pergi dari dalam ruangan sang istri dengan Galen berdua.
__ADS_1
Edrea melirik ke arah pria yang sangat mirip dengan asisten suaminya, Grover. Namun, bedanya pria yang ada di hadapannya itu terlihat sangat dewasa, dan juga lebih menyeramkan. Wajah dan penampilannya seperti tidak ada kehidupan sama sekali. Gelap!
Edrea terus bertanya-tanya tentang pria paruh baya yang ada dalam ruangannya itu, mengenai hubungan Galen dan suaminya, Derry. Edrea merasa sangat tidak nyaman saat merasakan aura gelap yang ada pada pria berwajah bengis tersebut. Edrea sudah takut duluan sebelm pria itu menegurnya. Lebih baik sekarang ia diam saja untuk cari aman, begitu pikir Edrea.
“Pam--.”
“Aku ayah dari Grover.” Edrea membulatkan matanya dengan sempurna, saat mendengar ucapan Galen yang begitu dingin. Wanita itu hanya tersenym lalu menganggukkan kepalanya tanda paham.
‘Jika pamannya saja sudah seram, lalu bagaimana dengan orang tua nya Derry. Apakah orang tua pria kejam itu juga sama kejamnya dengan Derry. Apa aku sudah masuk dalam keluarga iblis,’ batin Edrea yang tiba-tiba menggelengkan kepalanya, saat memikirkan keluarga suaminya.
“Pam--.”
Edrea meringis saat merasa tertolak. Galen terlalu kaku untuk seorang wanita, tapi tidak bagi Deva. Tidak ingin banyak bicara lagi, akhirnya Edrea memilih untuk memejamkan matanya kembali. Ia ingat ucapan Derry yang harus patuh pada pamannya, jika masih ingin hidup.
***
__ADS_1
“Grov, apakah ada kabar dari Jack?” tanya Derry saat sedang dalam perjalanan.
“Belum Bos, di sana masih aman terkendali. Apakah ada yang membuat anda tidak nyaman?” tanya Grover balik seraya melirik sang bos dari kaca spion depan mobil.
“Tidak ada. Ak hanya ingin segera sampai dan menghabisi orang yang sudah berani menantang ku.” Derry menggertakkan giginya karena tengah menahan amarah.
Penyerangan ini tidak pernah ia bayangkan, karena ia sudah memasang beberapa jebakan. Ternyata ia salah, musuh malah semakin dekat dan nekat mengambil alih senjata yang ia dapat dengan susah payah.
“Sebaiknya bos tenangkan diri dulu,” ucap Grover yang tahu akan suasana hati Derry yang kurang baik. Jujur saja ia baru pertama kali melihat sang bos menjadi kacau saat hendak menyerang musuh. Biasanya pria itu sangat bersemangat, karena akan melihat darah di tangannya, tapi sekarang sudah berbeda.
“Kau tidak perlu khawatir masalah ini Grov. Aku percaya pada paman. Aku yakin paman bisa menjaga istriku.”
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
__ADS_1