My Obsession Husband

My Obsession Husband
Memeriksa saja


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Edrea begitu muak saat melihat wajah Derry yang tanpa dosa terus mencumbunya sesuka hati. Ia terluka, karena sikap Derry yang kasar padanya. Hatinya hancur berkeping-keping. Ia tidak tahu harus melakukan apa lagi, agar bisa pergi dari obsesi gila suaminya. Ia tidak akan bisa hidup dengan orang yang sama sekali tidak ia cintai. Edrea benar-benar ingin pergi dari kehidpan sang suami.


“Lep-pas ....” ucap Edrea dengan lirih seraya berusaha mendorong tubuh Derry yang sedang memeluknya.


“Bersikap tenanglah, atau aku akan melakukan hal yang tidak pernah kau bayangkan selama ini,” ancam Derry mendesis tepat di telinga sang istri. Edrea langsung menghentikan aksinya dan patuh dalam dekapan Derry.


“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Edrea saat Derry sudah menyingkap pakaiannya ke atas. Tentu saja hal itu membuat Edrea jadi terkejut, karena ia sadar jika tidak memakai penutup aset berharganya.


“Ak hanya ingin memakaikan pakaian mu dengan yang baru. Diam dan patuh lah!” ucap Derry dengan nada perintah. Lagi dan lagi, Edrea terdiam saat melihat tatapan dingin dari suaminya.

__ADS_1


“Akhh! Sakit. Pelan-pelan,” pinta Edrea dengan lirih sambil meringis kesakitan. Sedangkan Derry hanya diam dan fokus dengan apa yang sedang ia lakukan, yaitu menanggalkan pakaian Edrea satu persatu dari tubuhnya.


Namun, pria itu bukan hanya fokus pada tujuan utamanya, melainkan memerika bagian inti milik sang istri. Tentu saja hal itu membuat Edrea tidak suka dan segera berusaha merapatkan kakinya, tapi tetap saja tenaga Derry jauh lebih kuat dari dirinya.


Derry meneliti bagian inti tersebut dengan tatapan yang tak dapat diartikan hingga mengernyitkan dahinya. Sedangkan Edrea, wanita itu meringis atas apa yang telah dilakukan oleh suaminya sendiri.


“Apa rasanya masih sakit?” tanya Derry dengan santai dan memasang wajahnya tanpa dosa. Yang mana hal itu membuat Edrea semakin jengah dan merasa sangat malu, hingga wajahnya memerah bagai dang rebus.


Bagaimana ia bisa menjawab pertanyaan yang begitu frontal dari sosok pria yang sudah membuatnya menjadi sakit di sekujur tubuhnya hingga seperti itu. Ingin rasanya ia menenggelamkan diri di dasar lautan, karena merasa sangat malu, dengan apa yang telah terjadi saat ini.


“Ada apa sayang? Kenapa kau harus malu? Aku sudah melihatnya dengan puas, dan sekarang, aku hanya ingin melihat dan memastikan jika ini tidak parah,” celetuk Derry sambil mengelus goa milik Edrea yang ada bulu-bulu halus di depannya.


‘Pria ini jauh lebih buruk dari apa yang aku pikirkan selama ini. Dia benar-benar messum,’ batin Edrea sambil menatap Derry dengan tatapan yang tak dapat diartikan.

__ADS_1


“Akhss! Apa yang kau lakukan?! Ini di rumah sakit. Kenapa kau tidak punya malu sama sekali!” bentak Edrea merasa geram, saat Derry malah menghisap coklat di bukit himalayanya dengan sangat rakus bagai bayi yang sedang kehausan.


“Cepatlah pulih, sayang,” bisik Derry tepat di depan wajah Edrea dengan menampilkan raut wajah nakalnya, sambil meremmas bukit himalaya milik wanita yang sudah menahan dessahan, agar tidak keluar dari mulutnya. Bisa-bisanya pria itu melakukan hal yang tidak senonoh di dalam rumah sakit.


Setelah selesai memakaikan pakaian lengkap pada sang istri, akhirnya Derry sudah bersiap untuk keluar dari dalam ruangan tersebut. Namun, Sebelum ia pergi, ia sudah menyiapkan sepuluh pengawal yang ia minta untuk menjaga sang istri yang sedang beristirahat di dalam sana.


“Bos, apa kita akan bertemu tuan besar terlebih dahulu?” tanya Grover sambil terus berjalan mengikuti langkah kaki sang bos melangkah.


“Apa menurut mu itu sangat penting?” bukannya menjawab, Derry malah balik bertanya tanpa membalikkan tubuhnya sama sekali. Pria itu tetap melangkahkan kakinya menuju mobil.


“Benar Bos, ini menyangkut nyonya besar,” jawab Grover datar. Seketika langkah kaki Derry terhenti, saat asistennya menyebutkan panggilan khusus untuk sang ibu, Davina.


“Apa itu?” tanya Derry seraya membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2