My Obsession Husband

My Obsession Husband
Menculik


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Beberapa waktu telah berlalu. Kini, Derry sudah berada dalam perjalanan bersama dengan sang asisten, Grover. Pria itu langsng datang ke tempat yang dituju setelah mendapatkan panggilan. Grover juga sudah memberi kabar pada Deva maupun Davina atas informasi mengenai Derry yang sudah ditemukan.


“Grov, selidiki seseorang untukku,” pinta Derry saat ada di dalam mobil menuju pulang ke apartemennya.


“Apa musuh bos sudah ada di sekitar sini?” Grover bertanya balik, karena takut jika orang yang ingin di selidik Derry adalah sosok musuh yang sedang ia incar.


“Tidak! bukan. Dia seorang wanita yang menolong ku kemarin. Bagaimana dengan Mommy ku?” tanya Derry yang khawatir akan keadaan ibunya. Ia tahu jika wanita itu pasti sangat cemas, saat mengetahui atas hilangnya ia kemarin malam.


“Nyonya sudah baik-baik saja,” jawab Grover seadanya. Pria kak dplikat sang ayah, Galen.


“Hmm. Lalu, bagaimana dengan Daddy dan adik-adikku?” tanya Derry lagi.


“Tuan dihukum nyonya, dan untuk adik-adik Bos juga sangat baik. Mereka bersekolah dengan baik,” jawab Grover yang juga diperintahkan untuk menjaga adik-adik dari Derry.


“Kita kembali ke apartemen ku,” pinta Derry dengan nada perintah.


“Baik Bos.”


***

__ADS_1


“Ed, tumben sekali kau agak telat. Apa kau ada sesuatu?” tanya sosok pria yang sejak tadi pagi menunggu sang kekasih di depan kafe.


“Juan, maaf. Tadi aku baru sampai setelah mengantar seseorang ke klinik.”


“Seseorang? Siapa?” tanya Juan dengan penuh selidik menatap Edrea.


“Semalam aku menemukan seorang pria terluka. Maaf aku tidak mengatakan ini sebelumnya, dan aku membawanya ke rumah. Lalu, tadi pagi aku mengantarkannya ke klinik.”


“Apa dia seorang pria?” tanya Juan sedikit kesal. Takut jika kekasihnya ada main di belakang.


“Iya, tapi kau tidak perlu khawatir. Dia sudah pergi. Ada temannya yang sudah menjemput. Apa kau sejak pagi menunggu ku di sini?” tanya Edrea merasa bersalah.


“Haiss, baguslah. Aku takut kau akan berpaling dariku setelah ada pria lain yang masuk ke dalam rumah m. Aku datang seperti waktu biasanya. Ini, bekal sarapan mu. Jangan sampai telat makan ya. Aku akan berangkat ke kantor. Jaga dirimu baik-baik,” ucap Juan tersenyum lembut, sambil mengelus puncak kepala milik Edrea. Wanita itu tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.


***


Satu bulan kemudian ...


Seorang wanita tengah mengerjapkan matanya yang terasa berat. Kepalanya pusing dan tubuhnya terasa lemas. Hanya untuk menggerakkan badannya saja sangat sulit. Namun, ia tak ingin menyerah dan mencoba membuka matanya secara perlahan. Gelap!


Rasa takut bercampur cemas mulai menyerang dalam dirinya. Bahkan, hawa dingin mulai menyeruak hingga membuat bulu kuduknya meremang seketika. Ia mencoba untuk menajamkan indera penglihatannya dan mencoba mencari tahu apa yang telah terjadi padanya saat ini.


Yang ia ingat, ia akan melaksanakan pernikahan bersama orang yang dicintainya, tapi setelah itu ia tidak ingat apapun lagi. Apakah ia sudah diculik? Tidak mungkin. Ia tidak mungkin meninggalkan pernikahannya sendiri dan meninggalkan orang yang sangat ia cintai selama ini.

__ADS_1


“Akhh! Di mana aku sekarang? Kenapa aku bisa ada di tempat yang gelap?”


Namun, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang masuk ke dalam ruangan tersebut dan mulai mendekat ke arah dirinya.


Tek!


Sinar dari lampu yang sudah menyala, membuat ia memicingkan matanya untuk melihat jelas orang yang ada di hadapannya itu. Terkejut! Itulah yang ia rasakan saat ini. Wanita itu membulatkan matanya dengan sempurna seraya menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat oleh mata kepalanya sendiri. Seorang pria satu bulan yang lalu.


“Kau!” ucap Edrea terkejut sambil menatap sosok pria berjas hitam dengan tatapan tak percaya.


“You are so beautiful babe,” ucap sosok pria tepat di hadapan Edrea sambil berjongkok.


“Apa yang telah kau lakukan padaku? Di mana aku sekarang? Tolong aku. Aku akan segera menikah, dan tidak bisa berlama-lama di sini. Aku mohon tolong selamatkan aku tuan,” pinta Edrea dengan memelas, dan memohon agar ia segera dibawa keluar dari tempat gelap tersebut.


Namun, bukannya menjawab, sosok pria yang tak lain adalah Derry, malah tertawa devil. Yang mana hal itu membuat Edrea tercengang sambil membulatkan matanya dengan sempurna. Derry yang melihat lelehan bening mengalir di pipi indah Edrea, langsung mengusapnya dengan ibu jari.


“Tanda tangani ini,” pinta Derry sambil menyodorkan buku dari catatan sipil ke arah wanita tersebut.


“Apa ini?” tanya Edrea Penuh selidik.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


__ADS_2