My Obsession Husband

My Obsession Husband
Rencana berkunjung


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Dini hari ...


Derry terbangun setelah satu jam yang lalu menyelesaikan percintaannya dengan Edrea. Ia maupun Edrea langsung tertidur karena kelelahan. Derry melihat sang istri yang sudah lelap di sampingnya pun tersenyum puas. Sedikit demi sedikit, ia akan mengendalikan Edrea dalam genggamannya, dan tidak akan pernah membiarkan wanita itu pergi darinya.


Setelah puas memandang wajah cantik yang sedang lelah itu pun, akhirnya Derry mendaratkan sebuah kecupan singkat pada kening dan kedua pipi istrinya. Edrea adalah satu-satunya wanita yang berani menolak cintanya. Maka dari itu, ia harus bisa menaklukan wanita Tersebut.


“Emmh!” Edrea terusik akibat ulah Derry yang terus menciumi wajahnya secara berulang kali.


“Apa aku mengganggu mu?” tanya Derry dengan polosnya. Pria itu malah mengelus wajah yang terlihat sudah kesal setengah mati. Kenapa Derry selalu mengganggu dirinya tanpa tahu waktu dan tempat, begitu batin Edrea.


“Menyingkir lah, aku sangat ngantuk,” ucap Edrea dengan suara serak khas bangun tidur. Ia sudah lelah dan tidak ada tenaga untuk berdebat dengan Derry.


“Tidurlah, aku tidak akan mengganggumu,” kata Derry sambil mencium pipi Edrea dengan gemas. Wanita itu hanya bisa menghela napasnya kasar dan merasa jengah dengan apa yang telah dilakukan oleh suaminya. Ia merasa sangat terganggu dengan sikap Derry yang selalu menempel pada dirinya.

__ADS_1


“Kau terus menyentuhku, lalu bagaimana bisa aku tidur?” tanya Edrea jengah.


“Baiklah, aku hanya ingin mengatakan jika lusa kita akan pergi mengunjungi orang tuaku,” ungkap Derry dengan santai.


Mendengar hal itu, Edrea yang sejak tadi menahan kantuk, langsung segar seketika. Apa tadi? Mengunjungi orang tua? Apa Derry masih punya orang tua? Bagaimana orang tua Derry? Apakah lebih seram dari Derry? Apakah orang tuanya juga tahu kelakuan anaknya yang kejam? Berbagai pertanyaan seketika muncul di pikiran Edrea dalam sekejap mata, hingga tanpa ia sadari, ia sudah pucat pasih dan merasa gugup.


“Lusa? Kenapa harus mendadak? Aku tidak ingin ke manapun,” celetuk Edrea dan langsung membelakangi Derry.


Melihat reaksi Edrea yang begitu cepat, akhirnya Derry mulai memeluk sang istri dari arah belakang dengan sangat posesif. Bahkan, kulit polos mereka sudah bersentuhan dan saling menghangatkan satu sama lain.


“Mereka tidak akan menggigit mu. Percayalah, mereka sangat baik,” bisik Derry dan meyakinkan istrinya, bahwa keluarga yang membesarkannya sangat baik dan tidak mungkin menentang semua keinginan dan pilihannya sendiri.


“Apa? Orang tuaku?” bukannya menjawab, Derry malah balik bertanya dengan bodoh.


“Tentu saja,” jawab Edrea dengan ketus, hingga membuat Derry terkekeh pelan saat mendengar nada bicara istrinya.


“Kau tidak bertanya. Tidurlah, sebelum aku memakan mu lagi.”

__ADS_1


***


Pagi hari ini, Derry bangun tidur lebih awal dan sudah bersiap dengan jas kerja kebanggaannya. Selain menjadi seorang pemimpin di dunia bawah, ia juga seorang pengusaha bengis yang sukses. Tentu saja hal itu adalah warisan dari sang ayah.


“Sayang, ayo bangun.” Derry mengguncangkan bahu kecil milik sang istri yang masih terlelap.


“Astaga! Apa yang kau lakukan?!” Edrea terkejut dan langsung bangkit seraya mengeratkan selimut yang menutupi tubuh polosnya.


“Bangun dan cepat bersihkan dirimu. Kita sarapan di luar, dan kau akan ikut aku ke kantor perusahaan,” ucap Derry dengan nada perintah.


“Tidak! aku tidak ingin ikut ke manapun kau pergi!” bantah Edrea yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang suami.


“Aku tidak menerima penolakan apapun darimu. Cepat bersihkan diri, atau aku yang akan membersihkan mu,” ancam Derry seraya menggulung lengan kemeja yang ia kenakan.


Tak ingin berakhir tragis, Edrea pun bangkit dan langsung berlari menuju kamar mandi.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2