My Obsession Husband

My Obsession Husband
Kecurigaan Daddy


__ADS_3

Selamat membaca ...


...****************...


Hari ini, adalah hari di mana Derry akan pulang ke Mansion orang tuanya. Ia tidak ingin Mommy-nya semakin curiga mengenai pernikahan yang jalani bersama Edrea. Derry menatap ke arah tempat tidur, dan langsung tersenyum puas, setelah menikmati tubuh istrinya, hingga wanita itu terkulai lemas tak berdaya.


“Sayang,” bisik Derry tepat di telingasang istri. Wanita itu masih enggan untuk membuka matanya, karena masih terasa berat.


“Edrea,” bisiknya lagi sambil mengusap punggung polos milik Edrea, yang terpampang jelas.


“Eunghh!” lenguh Edrea saat merasakan sentuhan Derry yang merayap bagaikan cicak.


“Sayang, bersiaplah. Nanti sore kita akan ke kediaman orang tuaku,” ucap Derry lagi, tanpa melepaskan tangannya dari tubuh Edrea. Justru pria itu semakin merayap ke arah antah barantah.

__ADS_1


“Derry lepaskan tangan mu. Aku ingin istirahat, kau semalaman menyiksa ku. Apa kau benar-benar seorang manusia!” bentak Edrea kesal. Bahkan saat ini ia tidak mengenakan apapun, karena pria gila itu selalu melucutinya secara paksa.


“Melihat mu yang sudah bersemangat, aku semakin ingin menikmati mu, sayang.” Edrea sangat jijik melihat wajah Derry yang tersenyum nakal ke arahnya. Pria itu seolah melucuti harga dirinya.


***


Waktu sudah berlalu dengan sangat cepat. Sosok wanita dengan wajah pucat turun dari dalam mobil di sebuah halaman Mansion mewah milik kedua orang tua Derry. Bukankah itu artinya mereka adalah mertua untuknya? Tapi kenapa ia tetap tidak bisa menerima Derry sebagai suaminya.


Pria itu telah menghancurkan masa depannya bersama sang pujaan hati. Bagaimana mungkin ia menerima takdir yang sangat tidak adil dalam hidupnya. Sampai kapan pun, ia tidak akan pernah mau menerima Derry, dan akan tetap berusaha lari untuk mencari kebahagiannya sendiri.


“Sayang jangan gugup. Mereka Mommy dan Daddy,” bisik Derry lalu mencium pipi Edrea tanpa rasa malu sedikit pun.


“Selamat datang son. Ah! Apakah ini menantu Mommy?” Davina dan Deva pun menghampiri putra dan menantunya, yang sudah sejak tadi ia tunggu. Tak lupa juga adik-adik Derry yang mengikuti dari arah belakang.

__ADS_1


Edrea yang melihat anggota keluarga Derry, seketika merasa tak pantas ada di sekiling mereka. Ia justru sangat kagum pada kedua orang tua Derry yang begitu berkelas. Namun, tiba-tiba saja ia menundukkan pandangannya saat bertemu pandang dengan Daddy mertuanya.


Pria paruh baya itu menatapnya dengan tatapan datar tanpa ekspresi sedikit pun. Ternyata Daddy mertuanya jauh lebih menyeramkan daripada suaminya sendiri. Entah kenapa ia merasa selalu diperhatikan oleh pria paruh baya itu.


“Selamat malam Mom, Dad,” sapa Edrea dengan lembut dan sedikit gugup.


“Ah sayang, kau cantik sekali. Putraku sangat pintar mencari istri,” puji Davina sambil memeluk Edrea dengan penuh kelembutan.


“Mom, aku sejak tadi belum diperhatikan,” gerutu Derry merajuk seperti anak kecil. Davina hanya mendelik jengah dan tetap tak peduli. Sedangkan Edrea yang mendengar hal itu merasa sangat kaget, karena suaminya yang kejam begitu lembut dan hangat pada keluarganya.


“Sebentar lagi makan malam, ayo kita mengobrol sebentar. Sayang, kalian jangan mengikuti kami ya ... ini urusan mertua dan menantu.” Tanpa menunggu persetujuan dari siapa pun, akhirnya Davina langsung membawa Edrea duduk di sofa ruang keluarga, karena tidak ingin diganggu oleh suami dan anaknya.


“Son, apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Deva setelah menantu dan istrinya pergi. Ia tahu betul situasi saat ini, karena ia pernah mengalaminya di masa lalu. Tatapan yang sendu seolah menjadi beban dalam pikiran.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah menunggu cerita ini ...


__ADS_2