
Selamat membaca ...
...****************...
Di dalam Mansion, Davina yang sudah tahu akan kabar hilangnya sang putra, membuat wanita yang tak lagi muda itu sangat murka pada kelalaian suaminya.
“Sayang, jangan menangis lagi. Aku akan berusaha mencari Derry,” bujuk Deva yang sudah tidak tahu harus bagaimana lagi, membujuk istrinya yang sejak tadi menangis.
“Apa kau bilang? Jangan menangis! Anakku hilang entah ke mana. Sedangkan mobilnya saja sudah terbakar. Apa kau pikir aku bisa duduk manis dan tenang, saat tahu putraku tidak tahu bagaimana keadaannya. Aku ingin ikut bersama mu mencari putra kita,” geram Davina sambil menatap tajam ke arah Deva.
Sekarang, Deva yang kejam sudah berganti menjadi kucing yang takut istri. Namun, saat ini bukan hal yang tepat untuk membawa Davina ikut bersamanya. Kekacauan ini tidak boleh sampai di ketahui banyak orang. Atau kalau tidak, semuanya akan semakin rumit dan akan lebih berbahaya bagi putranya di luar sana. Bagaimana pun, ia tidak ingin terjadi sesuatu pada keluarganya.
“Aku janji, akan menemukan putra kita, tapi kau jangan ikut, karena ini sangat berbahaya jika banyak orang yang tahu masalah hilangnya penerus ku. Kau tahu, Derry adalah anak kita yang spesial. Aku yakin jika dia baik-baik saja. Sebaiknya kau diam di sini, dan bersikaplah biasa saja, untuk kebaikan putra kita di luar sana. Aku berangkat sekarang, kau jaga diri baik-baik. Aku mencintai mu sayang,” ucap Deva perlahan menjelaskan, kemudian mengecup singkat puncak kepala sang istri.
Deva akhirnya pergi keluar dari dalam kamarnya untuk mencari keberadaan sang putra. Pria itu sengaja tidak ingin mendengar tanggapan dari Davina, karena ia tahu jika istrinya akan memintanya dengan segala hal yang tidak dapat ia lakukan. Wanita itu belum tahu kerasnya dunia bawah. Mengancam dan diancam, dibunuh dan membunuh. Tidak! Davina tidak boleh tahu mengenai hal itu.
***
__ADS_1
Sinar mentari telah menyapa sebagian alam semesta. Seorang pria terusik, karena mendengar sesuatu dari luar. Derry meringis sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing. Tubuhnya pun ikut remuk redam, dan tulangnya seperti mau rontok semua.
“Aku harus segera menghubungi Grover, sebelum mereka mencari ku,” gumam Derry yang bingung harus menghubungi sang asisten lewat apa.
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, hingga menampilkan sosok wanita yang sudah rapih bersiap untuk pergi bekerja. Derry menatap wanita yang ada di hadapannya dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
“Tuan, saya sudah menyiapkan air hangat untuk mandi. Sebentar lagi kita akan ke klinik untuk mengecek keadaan anda. Saya juga mau bekerja setelah mengantar anda ke klinik,” ucap Edrea dengan lembut, sambil menyentuh dahi Derry untuk mengecek suhu tubuh pria tersebut.
“Apa kau akan menemaniku?” tanya Derry penasaran.
“Iya, saya akan menemani tuan sebentar,” jawab Edrea jujur.
Edrea menghela napanya panjang. Mau tidak mau ia harus membantu pria itu untuk membuka pakaiannya. Namun, saat ia mulai membuka satu persatu kancing itu, Edrea merasa seperti di perhatikan oleh Derry.
Edrea menepis segala pikiran buruknya, dan segera menyelesaikan kancing kemeja tersebut. Jantungnya berdegup dengan kencang, seakan ingin meloncat keluar dari tempatnya, saat melihat dada kotak-kotak milik Derry. Wajahnya memerha bagai udang rebus karena menahan rasa malu.
“Sudah,” ucap Edrea saat telah menyelesaikan kancing baju tersebut.
__ADS_1
“You are so beautiful babe,” gumam Derry dengan lirih, tanpa mengalihkan pandangannya dari Edrea.
“Apa tuan mengatakan sesuatu?” tanya Edrea saat mendengar suara lirih yang keluar dari mulut Derry.
“Aku akan mandi,” jawab Derry segera pergi dari sana.
***
“Boleh aku pinjam ponsel mu?” tanya Derry setelah selesai mengenakan pakaiannya kembali.
“Untuk apa?” tanya Edrea balik.
“Aku ingin menghubungi teman ku,” jawab Derry datar.
“Ini. Saya harap anda segera pergi dari rumah saya setelah berhasil menghubunginya,” ucap Edrea sambil memberikan sebuah ponsel ke arah Derry, dan langsung disambar oleh pria tersebut.
‘Apa dia secara tidak langsung mengusir ku,’ batin Derry kesal. Selama seumur hidup ia tidak pernah menerima penolakan apapun dan semacamnya, tapi sekarang harga dirinya sudah terinjak dan ia tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya