MY PINKY~SAKURA UNTUK SASUKE

MY PINKY~SAKURA UNTUK SASUKE
13. uang jajan


__ADS_3

"pukul 07 malam, haah akhirnya selesai juga membersihkan seluruh rumah ini" ucap sakura yang merasa keletihan.


"oh yaampun, benar-benar letih, jika setiap hari aku seperti ini bisa-bisa seluruh tulangku patah satu per satu" ucapnya lagi sembari memijat bahunya lembut.


"yaampun, makan malam untuk tuan sasuke, iya aku harus mengantarnya" ia pun berlari menuju dapur, lalu beranjak ke kamar sasuke.


Tok...Tok...Tok...


"tuan, ayo makan dulu," ucap sakura sembari meletakkan nampan yang ia bawa diatas nakas meja samping ranjang tidur sasuke.


"kau," ucap sasuke singkat.


"hmm, ayo tuan bangkitlah, aku akan menyuapimu lagi, apa badanmu masih panas?" tanya sakura, sembari menyuapi sasuke.


"tidak, ini sudah merasa lebih baik" ucap singkat sasuke.


"buka mulutmu tuan" ucap sakura, namun sasuke tak kunjung membuka mulutnya, dan malah mengambil sendok yang di pegang sakura.


"tu...tuan" ucap sakura di sela-sela keterkejutannya.


"kau belum makan, kan" ucap sasuke dingin.


"ahh, tuan jangan khawatirkan aku, aku sudah biasa begini" ucap sakura beralasan


"makan, buka mulutmu" ucap sasuke sembari menyuruh sakura untuk membuka mulutnya.


"tuan....."ucapan sakura terpotong, dan sekarang ia hanya bisa menurut.


"makan, sakura" ucap sasuke yang memotong pembicaraan sakura.


"aku tau, sejak tadi pagi kau belum ada makan, apa kau letih membersihkan seluruh rumah ini hah" ucap sasuke sembari menyuapi sakura.


"iya, tuan sangat, sangat letih" ucap sakura, lalu ia kembali mengambil sendok makan yang dipegang sasuke dan menyuapi sasuke gantian, begitupun sasuke, pada akhirnya mereka saling menyuapi.


"hahaha, aku kan sudah bilang, mulai sekarang biar asisten rumah tangga ibu saja yang mengerjakan rumah ini" ucap sasuke sembari menyuapi sakura lagi.


"terserah, kau saja tuan" ucap sakura acuh.

__ADS_1


setelah sama-sama selesai saling menyuapi, sakura pun kembali ke lantai bawah, ia mulai mencuci piring, setelah itu masuk ke kamar pribadinya dan membersihkan dirinya, setelah selesai membersihkan diri, sakura pun beranjak tidur, mengingat besok ia akan masuk sekolah.


"ahh, lelahnya" ucapnya yang masih merasa letih.


"kira-kira, besok ada pengumuman apa ya, hinata bahkan tak memberitahuku" ucapnya lagi membayangkan hari esok, namun mata nya yang sayu, membuatnya mulai memejamkan matanya dan tertidur pulas hingga pagi.


.


.


.


.


.


Tit.....Tit......Tit....alarm pagi berbunyi, menandakan hari mulai cerah, membuat seorang gadis bersurai pink harus terbangun dari mimpi indahnya.


"ahhh, pukul 7, oh yaampun aku bisa tertinggal bus ku kalau aku telat, kenapa bisa aku telat begini" ucap sakura, lalu ia bergegas bangkit dari tempat tidurnya, dan mulai beranjak kekamar mandi membersihkan dirinya.


setelah selesai mandi, ia pun bergegas memakai pakaian sekolahnya dan keluar kamar, bersamaan dengan sasuke yang turun dari lantai atas rumahnya.


sasuke yang melihat hanya nengernyitkan dahinya heran.


"kau sekolah?, kenapa kau telat bangun" tanya sasuke heran.


"hmmm, mungkin karena aku keletihan tuan, ahh mmm tuan maaf aku tidak sempat membuatkan sarapan" ucap sakura sembari menyatukan tangannya sambil membukuk meminta maaf.


"tidak, masalah, aku bisa memesan makanan nanti" ucap sasuke dengan santai.


"kalau begitu aku pergi dulu tuan" ucap sakura, lalu bergegas pergi keluar rumah.


"tunggu" ucap sasuke seraya menyuruh sakura untuk berhenti.


"mmm, ada apa tuan" ucap sakura mengernyitkan dahinya.


"ini uang jajan untukmu," ucap sasuke sembari menyodorkan uang senilai 1000 yen kepada sakura.

__ADS_1


"kau yakin tuan, eh tapi tid..." ucapan sakura terpotong karena sasuke memaksanya untuk menerima uang tersebut.


"ambil, uang ini, dan aku akan mengantarmu kedepan, ayo, nanti kau tertinggal bus mu" ucap sasuke seraya menarik tangan sakura lembut.


"ehh, iya" ucap sakura canggung.


saat tiba didepan rumah, bus yang sakura tumpangi melaju dengan kecepatan perlahan, membuat sakura harus mengejarnya.


"ehh,, aaa tuan aku berangkat dulu, jaaa" ucap sakura pamit dan pergi berlari mengejar bus tersebut.


"paman...pa....man...paman...hentikan busnya....tunggu aku paman...hey paman" teriakan sakura membuat bus tersebut berhenti.


"hey....pa..hah...man...hah...kena..hah...pa...kau tak berhenti" ucap sakura yang terengah-engah,


"hey, aku fikir kau sudah naik, saki" ucap supir bus tersebut.


"hmmm, paman sekarang rumahku sudah pindah" ucap sakura mesem.


"baiklah, silahkan duduk nyonya" ucap supir bus tersebut meledek sakura.


"hmm, oke" ucap sakura mengacungkan satu jempolnya.


"saki" panggil salah satu teman sakura, yang tak lain adalah ino


"pig, hine, temi, ten hihihi" ucap sakura, ia pun duduk menghampiri mereka berempat.


"kenapa kau terlambat saki" ucap ino, diangguki oleh ketiga temannya


"ahh, aku keletihan kemarin karena baru saja membereskan rumah suamiku" ucap sakura pelan, karena ia tak ingin ada orang yang tahu akan pernikahannya.


"hmm, begitu ya, ne saki apa suamimu baik, apa dia dingin, apa dia tidak kasar?" pertanyaan datang bertubi-tubi dari ino, membuat sakura menggelengkan kepalanya.


"tidak, dia baik, sangat baik malah, lihat aku diberi uang saku sebesar 1000 yen, betapa beruntungnya aku, hmm" ucap sakura sambil menaikkan alisnya dan tersenyum membuat teman-temannya iri.


"bahkan ayahku tak pernah memberiku uang saku, apalagi sebanyak ini hihihi" ucap sakura tersenyum ala khasnya.


"ahh, senangnya kau saki, andai aku juga memiliki suami" ucap ino berandai-andai.

__ADS_1


"jangan mimpi" ucap sakura memukul pundak ino.


Nb\= 1000 yen \= Rp 140.000


__ADS_2