MY PINKY~SAKURA UNTUK SASUKE

MY PINKY~SAKURA UNTUK SASUKE
33. pernikahan hinata dan naruto


__ADS_3

"TIDAK!!...., aku tidak mau menikah!!" bantah hinata.


"tapi hinata.."ujar sakura.


"saki, aku masih harus sekolah, tolong jangan bilang pada ayahku, kalau aku sudah disentuh pria" pinta hinata sambil menangis.


"hinata dengar, kau tidak pernah berbohong kan selama hidupmu, sekarang dengar aku kau mau membuat ayahmu kecewa padamu hah?" tambah sakura.


"tapi..." ujar hinata dengan mata yang sayu akibat menangis.


"aku akan menikahimu, jika itu peraturan dari ayahmu hinata" ujar naruto.


"baiklah besok kita akan kerumah hinata, kita semua" ujar sasuke.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


pagi hari tiba, mereka semua bersiap untuk pergi menemui ayah hinata, sementara sepanjang jalan hinata terus menangis dan menangis.


sesampainya dirumah hinata, mereka semua disambut oleh penghuni rumah hyuga, dengan sopannya mereka disambut oleh ayah hinata, lalu dengan sikap mantap sakura menceritakan kejadian yang terjadi dirumah sasuke.


mata ayah hinata terbelalak kaget, ia lalu mencengkram kuat tangan hinata, lalu menamparnya dengan keras.

__ADS_1


plak


"KAU!! SIAPA, SIAPA YANG TELAH MELAKUKANNYA, KAU, SELAMA INI AKU MENDIDIKMU, APA KURANG HAH, KATAKAN PADAKU HINATA, SIAPA YANG MELAKUKANNYA. !!" ujar hiashi dengan amarahnya yang tiada henti, sementara mereka yang melihat hanya bergidik ngeri melihat hinata diperlakukan kasar oleh ayahnya.


"Ma..hiks..maaf...ayah" ujar hinata


saat hiashi hendak menampar hinata untuk yang kedua kalinya, dengan cepat tangan naruto menghentikan pergerakan tersebut, ia menggenggam lengan hiashi dan melepaskannya.


"hentikan tuan, jika itu memang peraturan yang kau buat maka aku akan mempertanggung jawab kannya" ujar naruto dengan mantap.


"kau, kau yang melakukannya naruto~sama" ucap hiashi tak percaya.


"y..ya"ujar naruto dengan mantap.


"kalau begitu hari ini kita ke gedung pernikahan, aku tidak mau lambat laun orang-orang akan tahu" ujar hiashi dingin.


"ayah, aku tidak mau menikah ayah, aku, aku masih ingin bersamamu dan juga hanabi, aku masih menyayangi kalian, kumohon ayah" ujar hinata, sembari bersujud memegang kaki hiashi, namun tak digubris oleh hiashi.


"sakura, persiapkan hinata, ini belilah gaun pengantin dan rias wajah hinata, dan kau naruto~sama, kita pergi ke gedung pernikahan sekarang" ucap hiashi masih dengan tatapan dingin dan kecewa.


.


.


.


.


.


.


sesampainya digedung pernikahan, dengan persiapan sederhana dan hanya dihadiri oleh ayah serta adik hinata dan juga teman-teman hinata, akhirnya pernikahan itu terjadi dan selesai dengan sempurna, setelah mengucapkan janji suci naruto dan hinata kini telah resmi menjadi suami istri yang sah.


"terima kasih naruto~sama kau telah menunjukkan bagaimana seharusnya seorang pria bersikap" ujar hiashi dengan menepuk pundak naruto.


"hmm, sama sama tuan aku akan menjaga putrimu sebaik mungkin" ujar naruto dengan mantap.

__ADS_1


"aku percayakan hinata padamu, lalu hinata kau masih tetap ingin sekolah atau homescolling?"tanya hiashi.


"ak..aku..tetap akan sekolah ayah" ujar hinata.


"lalu bagaimana jika guru dan temanmu yang lain tahu tentang kehamilanmu?" tanya hiashi.


"hah? hamil" ujar mereka berdua serentak.


"iya bukankah, kau sudah menyentuh putriku naruto~sama" ujar hiashi bingung.


lantas tenten, ino, dan temari tertawa, mereka mengerti maksud ayah hinata tidak mengizinkan putrinya disentuh oleh pria, maksud sentuhan yang dilarang adalah sentuhan ketika hinata berzina dengan pria, bukan sentuhan menyentuh kulit.


mereka bertiga tertawa, sementara yang lain merasa bingung, lambat laun akhirnya mereka mengerti.


"ooooo......."ujar mereka lalu tertawa bersama.


"ayah, aku tidak melakukan perzinaan dengan tuan naruto, saat malam itu tuan naruto menyelamatkanku yang hampir terjatuh" ujar hinata.


"apa, benarkah?, berarti ini semua salah faham" ujar hiashi merasa bersalah.


"iya aku juga minta maaf ayah, aku fikir selama ini kau melarangku untuk menyentuh pria, ya selama ini aku menurutimu aku tidak pernah menyentuh pria manapun kecuali kau dan guruku" ujar hinata polos.


"hahahahaha....kau sangat polos hinata hahahah" ujar tenten, ino, dan temari serentak sementara sakura menahan tawanya.


"lalu bagaimana?,hmmm yasudah tuan naruto jika kau ingin menceraikan hinata, kau bisa menceraikannya hari ini juga" ujar hiashi


"tidak, aku tidak akan menceraikan seorang wanita yang sudah menjaga dirinya dari pandangan buruk pria, menurutku aku beruntung mendapatkan gadis sepertimu hinata, aku juga sudah berjanji pada ayahmu untuk menjaga mu selalu kan, dan lagi menurutku dan bagiku pernikahan itu hanya bisa dilaksanakan sekali, hinata kau mau hidup bersamaku dan belajar untuk mencintaiku?" ujar naruto mantap didepan semua orang.


mata hinata tersenyum, terdapat pancaran cahaya dalam matanya, ia mengangguk setuju dan ia memeluk naruto dengan rasa cintanya, walau ia baru bertemu dengan pria yang dihadapannya ini.


**wkwkwk...


bagi yang nanyak kemana perginya shikamaru, neji, dan sai,


sebenarnya mereka diluar gedung dong, mereka malas masuk karena bagi mereka bukan urusan mereka ya......ckckckck!!


maapin kesalahan author😌**

__ADS_1


__ADS_2