
setelah berpamitan dengan kedua orang tua sakura, sasuke pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar.
"kalau hari ini kau sekolah, mungkin kau akan terlambat" ucap sasuke sembari melihat jam tangannya.
"iya, tuan lagipula aku tadi sudah menelfon ino untuk mengabsen ku hari ini, lagipun hari ini tidak ada yang akan dibahas disekolah" jawab sakura.
"baiklah kalau begitu aku akan membawamu ke kantorku" ujar sasuke.
"haa, untuk apa aku kesana" ucap sakura keheranan.
"hari ini aku ada meeting sekitar 1 jam lagi, sedangkan jika aku mengantarmu sampai rumaj, aku membutuhkan waktu sekitar 2 jam lagi untuk kembali kekantor, itu sebabnya aku langsung membawamu saja" ujar sasuke yang diangguki sakura.
selang beberapa menit akhirnya mereka tiba dikantor, mereka disambut oleh mata-mata orang syirik, dengki, senang, sakit hati, kecewa dan lain sebagainya.
senang karena mereka melihat bos tampan mereka datang, syirik, dengki, kecewa karena mereka melihat bos tampan mereka membawa seorang gadis cantik muda dan anggun ke kantornya, bahkan ada diantara mereka yang mengira bahwa sakura adalah sepupu dari sasuke.
"siapa perempuan itu" bisik salah satu karyawan sasuke kepada temannya.
"mungkin adik tuan sasuke" ujar temannya.
__ADS_1
"tidak mungkin, tuan sasuke adalah anak bungsu dikeluarga uchiha" jawab karyawan tersebut.
"barangkali sepupunya" ujar teman karyawan tersebut.
sasuke dan sakura tetap terus berjalan dengan sasuke yang menggandeng tangan sakura, sesampainya di ruang kerja para karyawanya sasuke terhenti dan mulai memperkenalkan sakura kepada seluruh karyawanya.
"perkenalkan, dia sakura, sakura uchiha, dia adalah istriku" ucap sasuke semabari merangkul sakura, dan membuat seluruh karyawan sasuke terbelalak kaget, mereka benar benar tak percaya, seorang pria tampan bak malaikat yang mereka idam-idamkan ternyata sudah memiliki sosok pendamping hidup, ada yang menangis, kecewa, bersedih, sakit hati, tak terkecuali wanita, bahkan seluruh karyawan wanita dikantor sasuke.
setelah memperkenalkan sakura, sasuke membawa sakura ke ruangannya untuk beristirahat.
"duduk disini sampai aku selesai meeting, oke" ujar sasuke memperingati sakura.
setelah kepergian sasuke, sakura tak mau diam saja, ia mulai melihat-lihat keadaan di dalam ruangan sasuke.
"waw, ternyata ruangan ini sangat bersih dan rapi, dan udara disini segar" ucap sakura.
"waw sofa ini juga sangat empuk, seperti dirumah" ujar sakura lagi sembari bersantai dengan kaki kanan diatas kaki kiri sambil memainkan ponselnya.
selang beberapa menit sakura tertidur karena keletihan bermain ponselnya, lagipula kedua matanya memang sudah mengantuk.
__ADS_1
beberapa jam kemudian sasuke akhirnya keluar dari ruang meetingnya dan menuju keruangannya untuk mengecek keadaan sakura, sesampainya diruangannya sasuke melihat sakura yang tengah tertidur pulas, ia melihat sakura sambil tersenyum, ia benar-benar senang melihat sakura yang tertidur, jika sakura tertidur ia terlihat lebih manis dan anggun ketimbang sakura dalam keadaan sadar pastinya sakura akan memasang wajah juteknya, sasuke mencoba untuk mendekati sembari membangunnkannya, karena ia tak sampai hati membiarkannya untuk tidur di kantornya.
"sampai kapan kau akan tertidur disini putri salju" ujar sasuke yang membuat sakura terbangun dari tidurnya.
"eeeuuhmmm" sakura menggeliat sejadi-jadinya, sampai ia melihat sasuke dan terkejut, ia pun langsung duduk di sofa tersebut.
"tuan, sejak kapan kau masuk" ucap sakura.
"mungkin sejak tadi" ujar sasuke, ia pun berjalan dan duduk disofa disamping sakura.
"kau tau, aku hampir saja menjadi pangeran untuk putri salju yang tertidur" ujar sasuke menggoda sakura.
"tuan" ucap sakura, ia memasang wajah juteknya kepada sasuke dan beralih kini mereka saling tatap.
deg.....
jantung sakura berdegup kencang disaat wajah sasuke mendekati wajahnya, semakin lama wajah sasuke semakin mendekati wajah sakura sampai sakura bisa merasakan nafas sasuke.
sakura yang tidak tahu harus berbuat apa itupun hanya bisa pasrah menerima apapun yang akan sasuke lakukan padanya, ia hanya bisa memejamkan matanya saat sasuke sudah hampir mencium bibirnya.
__ADS_1