
krinnnngggg..............
suara alarm berbunyi menandakan hari sudah mulai pagi, membuat seorang gadis bersurai pinky harus terbangun dan harus cepat bersiap-siap untuk pergi kesekolah, bagaimana tidak hari ini adalah hari dimana dia akan menghadapi ujian pertama kelulusan sekolahnya.
"gawatt......aku akan terlambat..."ucap sakura dengan tergesa-gesa.
setelah bangun ia pun segera mandi, mengganti pakaiannya dengan pakaian sekolah, lalu membawa perlengkapan sekolah dan turun kebawah menemui ayah dan ibunya.
"selamat pagi....ibu.....ayah.."dengan wajah yang lesu sakura menyapa kedua orang tuanya, bagaimana tidak semalaman ia kembali menangis mengingat perkataan ayahnya yang akan menikahkannya dengan seorang pemuda yang bahkan tidak ia cintai.
"ahh......saki....ayo sarapan dulu nak" ucap mebuki pada putrinya.
"hmmm.....ibu sepertinya aku akan terlambat jika aku sarapan dulu,, sebaiknya roti ini saja aku bawa,, sambil aku menunggu bis di halte bis aku akan memakan roti ini...aku pamit ibu....ayah...jaa nee" ucap sakura sambil buru-buru.
kizashi dan mebuki pun heran dengan sikap sakura,, belakangan ini sakura nampak tak bersemangat, ia terus lesu bahkan saat bertemu mereka berdua sekalipun, ya mereka juga memaklumi itu, mungkin sakura kefikiran akan pernikahannya yang bahkan tinggal menghitung hari lagi.
"suamiku....kita kehilangan satu hal...."ucap mebuki dengan nada sedih.
"hmmm.....apa itu..?"ucap kizashi.
"senyum putri kita.."ucap mebuki kembali dengan nada sedih.
"hmmmm......aku tidak bisa berbuat apa-apa mebuki....hanya ini yang bisa kulakukan,, untuk menyelamatkan harga diri keluarga kita.." ucap kizashi menjelaskan.
__ADS_1
"ya....aku mengerti...suamiku...tapi..."kembali dengan nada sedih mebuki bahkan sempat menjatuhkan air matanya.
"kita.....lihat saja apa yang terjadi selanjutnya istriku.."ucap kizashi meyakinkan.
.
.
.
.
sesampainya disekolah sakura masih saja memasang wajah lesu nya itu dengan termenung bahkan ujian saja ia hampir tidak fokus, karna terlalu banyak memikirkan pernikahannya yang tinggal menghitung hari.
saat istirahat tiba ia pun masih saja memasang wajah lesu, bahkan ia menghiraukan panggilan teman-temannya untuk mengajaknya makan dikantin.
"hmmm....ino....ada apa..sih..?"ucap sakura dengan kepala yang tergeletak diatas meja belajarnya.
"nee saki ayo kita makan" ucap hinata lembut.
"hmm....kalian saja aku tidak mau....dan aku tidak lapar..!"ucap sakura masih saja dengan wajah lesu nya.
"ada apa....apa yang terjadi dimana wajah ceriamu itu hey?...dan apa kau memiliki masalah hingga kau membuat wajah lesu dan tidak mau makan?"ucap tenten cemas.
__ADS_1
"hiks....hiks.....minna maafkan aku..."ucap sakura menangis.
mereka yang melihat sakura menangis pun akhirnya bertanya-tanya,
" ada apa ini?"ucap mereka serentak,,
sontak saja mereka semua duduk dihadapan sakura dan siap mendengarkan masalah sahabat pinky nya itu.
"hiks...minna...aku...sebentar lagi aku akan menikah....hiks.."ucap sakura menangis
"APA!!" ucap mereka serentak, sontak saja mereka terkejut, mereka fikir sakura hanya bercanda tapi melihat ia menangis seperti ini membuat mereka yakin kalau sakura mengatakannya dengan sungguh-sungguh.
beribu pertanyaan pun datang dari sahabat karib sakura, mereka masih tak percaya dengan apa yang dikatakan sakura.
"hah!! dengan siapa kau akan menikah..?"ucap ino bertanya-tanya.
"seorang pemuda berusia 28 tahun" ucap sakura pada teman-temannya.
"tapi...tapi...sakura bagaimana mungkin, bukankah selama ini kau mencintai sasori?"ucap tenten.
"benar....sakura....bagaimana mungkin....apa kau yakin akan meninggalkan sasori?" tambah temari.
"ini semua bukan tentang itu teman-teman, tapi ini semua menyangkut ayahku, aku tidak bisa jika tidak menerimanya, ayah dan ibuku sangat berharga dalam hidupku, jika ini memang pilihan ayahku, aku bisa apa?."ucap sakura pasrah
__ADS_1
"lalu.....bagaimana dengan sasori, sakura?, apa kau akan meninggalkannya, atau memberitahu ini padanya?" ucap tenten, pertanyaan itu membuat sakura bingung, teman-temannya terus saja bertubi-tubi melemparkan pertanyaan padanya, ia hanya berharap pernikahan ini dibatalkan.
๐ค๐ค