
sakura mengernyitkan dahinya saat mobil sasuke tiba-tiba terhenti didepan sebuah rumah mewah.
"dimana kita?, kau bilang kau akan membawaku untuk menemui orang tuaku, tapi apa ini, kenapa kau membawa ku kemari tuan?" ucap sakura, heran.
sementara sasuke hanya tersenyum dan langsung memegang lengan sakura seraya menyuruhnya untuk mengikutinya.
"tu..tuan..lepaskan tanganku" ucap sakura, namun tak digubris oleh sasuke, ia tetap menarik sakura, dan tibalah mereka didepan pintu rumah tersebut.
sasuke dan sakura disambut oleh mebuki yang sedari tadi memang menunggu mereka berdua, sementara sakura terkejut melihat sang ibu ternyata berada dirumah mewah itu.
"ibu" ucap sakura, lalu ia berlari memeluk sang ibu.
"saki" ucap mebuki seraya melepas rindu dengan putrinya itu.
tangis haru terjadi dirumah tersebut, orang tua sakura benar-benar merindukan putri semata wayangnya itu.
"saki, ibu merindukanmu sangat" ucap mebuki, lagi-lagi ia memeluk putrinya itu dengan erat.
"ibu, bagaimana kalian bisa terusir, lalu sekarang kalian tinggal mana?" ucap sakura penuh tanya.
"sakura, sasuke telah membelikan rumah ini untuk kami nak, kau tak perlu mengkhawatirkan kami lagi" ucap kizashi menenangkan sakura.
"t..t..tuan" ucap sakura, berbalik menatap sasuke, sementara yang ditatap hanya tersenyum.
"nak, menginaplah disini semalam, bersama suamimu" ucap mebuki menawarkan.
__ADS_1
"eeum, itu tergantung tuan sasuke ibu, aku takut dia sibuk hari ini dan esok" ucap sakura berusaha menolak.
"aku tidak masalah sakura, besok aku cuti" ucap sasuke seraya ingin menerima tawaran mebuki.
"tuan" ucap sakura menggunakan bahasa isyarat.
"nak, tidakkah kau rindu pada kami" ucap mebuki kembali membujuk sakura.
"ehehe, iya ibu baiklah" ucap sakura menerima tawaran ibunya.
"baiklah, ayo masuk" ucap kizashi mempersilahkan masuk.
"nak, eeemm kamar dirumah ini ada 3, ibu dan ayah sudah memilih kamar kami, dan malam ini kau tidur bersama sasuke dilantai atas, okey" ucap mebuki menyarankan.
"baiklah ibu, aku rasa sakura tidak masalah, benar kan istriku" ucap sasuke sembari merangkul sakura, sementara sakura merasa risih dengan perkataan sasuke.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
skip
sakura dan sasuke tiba dilantai atas, dimana sang ibu menyuruh mereka untuk tidur bersama di kamar atas.
"bagaimana kau melakukan ini tuan, tapi bagaimana bisa kau membelikan rumah ini untuk orang tuaku, tak seharusnya kau melakukan ini tuan, aku juga bisa membayar kontrakan orang tuaku melalui tabunganku" ucap sakura meyakinkan sasuke.
sasuke yang mendengar langsung mendekati sakura di tepi ranjang tempat tidur mereka.
"hey, pinky, tidakkah kau tau bagaimana mereka memperlakukan orang tuamu, mereka mengusir, melempar barang-barang orang tuamu, dan mereka bahkan mendorong ayahmu, jujur aku tidak bisa melihat semua itu, itu sebabnya aku membantu mereka" ucap sasuke sembari memegang bahu sakura.
"terima kasih tuan, karena kau telah perduli padaku dan juga orang tuaku" ucap sakura merasa penuh haru.
"tapi itu semua tidak gratis" ucap sasuke yang membuat sakura berfikiran macam-macam.
"tuan, kau mau apa tuan, jangan macam-macam tuan, aku bisa teriak walaupun kita suami istri" ucap sakura sembari beranjak dari tempat tidur dan berdiri menjauh dari sasuke, sementara sasuke berdiri mendekati sakura dan menyentil dahinya.
"siapa yang mau macam-macam denganmu hah" ucap sasuke sembari menyentil dahi sakura.
"lalu?, kau bilang ini tidak gratis?" tanya sakura.
__ADS_1
"aku hanya memintamu untuk memasak makanan dimalam minggu nanti, karena teman-temanku ingin datang untuk merayakan pernikahanku" ucap sasuke meyakinkan sakura.
"oh, hanya itu, mmmm baiklah, tidak masalah" ucap sakura merasa tenang.