
'halo, tuan' ucap salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan sasuke.
'nagato, tolong belikkan aku sarapan, lalu letakkan di meja kerjaku, mengerti' ucap sasuke, lalu ia segera bergegas menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap.
'baik, tuan' angguk nagato di telpon.
setelah bersiap-siap sasuke pun bergegas pergi menuju perusahaan nya dengan mengemudikan mobil miliknya sendiri.
sesampainya diperusahaan, sasuke disambut oleh mata-mata karyawan wanita nya seolah-olah ingin memiliki dirinya, namun bagi mereka itu hanya sebuah angan-angan, mereka hanya bermimpi untuk memiliki pangeran atau seorang pria yang tampannya seperti malaikat itu ahh tidak lebih tepatnya dia memang seorang malaikat, fikir mereka.
namun yang dilihat tak sama sekali memperdulikannya, ia sangat fokus pada kerjaanya saat ini, ia pun segera bergegas masuk dan memulai pekerjaanya, tapi ada sebuah bungkusan yang membuat perutnya lapar, ia Pun segera menghampiri dan menyantap makanan tersebut.
setelah selesai sarapan sasuke kembali dengan dokumen-dokumen yang menumpuk diatas meja kerjanya, ia mulai memeriksa setiap pekerjaannya dengan teliti, namun saat ia mulai menandatangani dokumen berikutnya, tangannya terhenti dan fikirannya kini tertuju pada seorang gadis bersurai pink yang sudah merawatnya kemarin, ia berhenti dengan pekerjaanya lalu membayang-bayangkan wajah cantik sakura.
"hmmm, indah sekali" fikirnya sambil tersenyum.
sasuke tersenyum sampai ia tak menyadari kedatangan seseorang, yang tak lain adalah temanya sendiri.
"teme, aku sudah memba....." ucapan seseorang tersebut terpotong, karena ia terheran-heran melihat sasuke yang senyum-senyum sendiri.
"apa yang terjadi, apa dia gila" fikirnya pada sasuke.
"teme" ucapnya mencoba menyadarkan sasuke dari lamunanya.
"teme" ucapnya lagi, namun tak digubris oleh sasuke.
__ADS_1
"huh, TEEEEEMMMMMMEEEEEEE, SAAAASSSSUUUKKKEEEE" teriaknya di telinga sasuke, membuat sang empu terkejut dan tersadar dari lamunanya.
"huuh, BAKA DOBE" ucap sasuke yang terkejut dari lamunanya dan memukul kepala orang tersebut.
"heh, harusnya akulah yang marah padamu, kenapa kau tidak mendengarku, sedari tadi aku memanggilmu" ucap pria berambut kuning tersebut.
"huh,"sasuke menghembuskan nafas kasar dan memutar bola matanya malas, "apa yang membuatmu kemari, huh" ucap sasuke dengan suara khas dinginya.
"heh, teme aku datang kemari baik-baik, dan kau malah memasang wajah jutek, dasar kau ini, huuh" ucap pria berambut kuning tersebut kesal.
"aku membawakan dokumen yang ingin kau pinjam hari itu, apa kau lupa?" ucap pria berambut kuning tersebut sembari memberikan dokumen yang sedari tadi ia pegang.
"hmm, baiklah terima kasih, besok aku kembalikan ke perusahaanmu" ucap sasuke, seraya meminta pria tersebut untuk keluar dari ruangannya.
sasuke yang melihat hanya bisa menghembuskan nafas kasar, melihat tingkah sahabatnya yang benar-benar keras kepala dan sangat cerewet.
"nee, sasuke" ucapnya lagi, membuat sasuke menoleh padanya.
"hmm" ucap sasuke sembari fokus pada dokumennya lagi.
"apa kau sudah menikah, dengan gadis yang kau bilang kemarin itu?" ucapnya lagi, membuat sasuke terhenti dari tugasnya.
"hmm, ya" ucap sasuke, lalu kembali dengan menandatangani dokumennya.
"wahh, teme, siapa namanya, seperti apa rupanya dan apa dia baik?" bertubi-tubi pertanyaan dilontarkan untuk sasuke membuat sasuke, lagi-lagi harus terhenti dari pekerjaanya dan melempar dokumennya ke atas meja, lalu beralih duduk bersama pria rambut kuning tersebut.
__ADS_1
"sakura, itulah namanya, dia memiliki mata emerald hijau, rambut pinky bak bunga sakura, ia memiliki tanda lahir belah ketupat didahinya, dan jangan lupakan senyum manisnya" ucap sasuke sambil tersenyum membayangkan senyum sakura.
"soal baik atau perhatian, dia sangat baik, dia berbeda, tidak seperti wanita pada umumnya, disaat aku sakit, dia merawatku bahkan sampai aku sembuh" ucap sasuke, kembali dengan senyum khasnya.
"hmm, pantas saja saat aku masuk kau tersenyum-senyum sendiri bagaikan orang gila, untung saja aku yang masuk, kalau orang lain, mungkin mereka sudah membawa mu ke rumah sakit jiwa, hahahah" ucap pria berambut kuning itu, meledek sasuke.
"kufikir, tadi kau sedang memikirkan karin, tapi jika kau memikirkan karin, kau bahkan tak pernah sebahagia ini, apa kau mulai beralih mencintai sakura dan mulai melupakan karin sasuke?" ucapnya lagi, membuat sasuke mengernyitkan dahinya heran.
"huh, baka naruto, memang kau tau apa tentang cinta, heh" ucap sasuke sinis.
"cinta itu berawal dari sebuah perhatian sasuke, lalu berubah ke perasaan, awalnya kita kasihan kepada orang tersebut tapi lama-lama rasa kasihan itu berubah menjadi sebuah perhatian lalu perasaan dan timbulah getaran-getaran cinta, dari situlah awal mula cinta" ucap naruto, membuat sasuke berfikir dan mencoba mencerna ucapan naruto.
"yah, baiklah aku mau kembali keperusahaan ku dulu, bisa-bisa ayahku marah jika aku tak segera kembali" ucap naruto pamit, membuat sasuke sadar dari lamunannya lagi.
"hmm, baiklah, lagipun masih banyak dokumen yang menumpuk,"ucap sasuke, lalu ia kembali ke meja kerjanya, dan membereskan dokumennya yang menumpuk bak gunung.
"eh, nee teme apa kau tidak mau mengundang kami untuk datang kerumahmu, anggapannya sebagai acara selamat atas pernikahanmu"ucap naruto yang tiba-tiba langkahnya terhenti.
sasuke yang mendengar perkataan naruto, hanya menatap tajam dan sinis, sementara naruto masih berusaha untuk memohon.
"baiklah, datang malam minggu" ucap sasuke memutar bola matanya malas.
"haik, aku akan mengajak teman-teman kita juga" ucap naruto senang, dan keluar dari ruangan sasuke.
gomen minna🙏
__ADS_1