MY PINKY~SAKURA UNTUK SASUKE

MY PINKY~SAKURA UNTUK SASUKE
47. sakura hamil? benarkah...


__ADS_3

*hoooeekkkkk


hooeeeekkkkk


hoeeekkkkkk*


pagi hari yang sial menurut wanita bersurai soft pink ini, entah mengapa sudah tiga hari ini perutnya terasa tidak sedang ingin berkompromi dengan dirinya, ia terus terusan mual hingga tubuhnya lemas disertai dengan wajahnya yang pucat.


"haaah, ini sudah tiga hari, tetapi kenapa penyakit maagh ku belum sembuh juga" ujarnya yang mengira dirinya terkena maagh.


mendengar suara sakura yang terlihat berbicara sendiri, membuat Sasuke terbangun dari tidurnya.


"sakura, kau baik baik saja?" tanya Sasuke pada istrinya.


"aku mendengar kau muntah sedari tadi"~


"hmm, aku baik baik saja Sasuke-kun" jawab sakura pada sang suami


"baik-baik saja bagaimana katamu, lihat wajahmu saja pucat begini, kalau sudah begini ayo kita pergi kerumah sakit, aku akan mengizinkanmu untuk tidak masuk kuliyah hari ini" ujar Sasuke.


"ti-tidak, Sasuke-kun, aku...aku baik baik saja, ini hanya penyakit maagh ku yang kambuh, itu sudah biasa terjadi, saat aku masih duduk di bangku senior high school juga aku sering mengalami ini" jelas sakura.


"lagi pula hari ini aku ada ujian semester pertama, dan itu sangat mendadak, jadi kau tidak perlu khawatir"~


"hmm, baiklah" ujar Sasuke mengerti.


"kalau begitu setelah aku mengantar mu, aku akan kembali lagi kerumah sakit, untuk melihat kondisi ayahku lagi" ucap Sasuke, selama 4 hari ini memang belum ada perkembangan terkait mengenai kesadaran ayahnya, sehingga ia harus selalu berada di samping sang ibu hingga malam hari, untuk sekedar menguatkan sang ibu lalu kembali kerumah dan bergantian dengan Itachi.


"ya kau benar Sasuke-kun, kau harus mendengar kabar perkembangan ayah juga kan, lagipula aku sudah biasa dengan penyakit ini" ujar sakura meyakinkan.

__ADS_1


"baiklah, segera bersiap, nanti kau terlambat kau bilang ini mendadak bukan" titah Sasuke yang diangguki sakura.


sesampainya di universitas konoha, Sasuke dengan segera menurunkan sakura di depan gerbang gedung universitas tersebut.


cup


satu kecupan mendarat di kening mulus sakura dan itu sukses membuat sang empu merona.


namun ada hal lain yang membuat Sasuke ragu untuk meninggalkan sakura lagi, wajah sakura terlihat pucat pagi ini, ia tak yakin akan perkataan sakura yang bilang bahwa ia hanya mengidap penyakit maagh, sampai atensi nya beralih saat suara ponselnya berdering.


"...."


"APA, baiklah aku segera kesana" ucapnya setelah mengangkat telvon tersebut lalu dengan cepat memasukkan benda persegi itu secara terburu buru.


"sakura, jaa nee" ucapnya lagi setelah itu berlalu pergi meninggalkan sakura.


hooooeekkkkkkkk


ia berlari secepat mungkin ke bagian toilet wanita, mengingat perutnya yang tak lagi mau diajak bekerja sama.


"haaah" desah sakura frustasi, lagi lagi perutnya bergejolak meminta paksa keluar semua isian perutnya.


"ahhhh, ada apa denganku, apa aku salah memakan sesuatu" fikirnya pada dirinya sendiri.


"ahh sial kepalaku juga sakit sekali, tahan sakura, sebentar lagi kau ujian, tahan tahan" ucap sakura pada dirinya sendiri.


Tokyo hospital


Sasuke berlari dengan tergesa gesa nya hingga ia melihat ibunya beserta Itachi dan Izumi yang tengah menangis di ruang ICU, tempat sang ayah dirawat.

__ADS_1


ya, setelah mendengar kabar dari dokter tadi Sasuke langsung bergegas menuju rumah sakit.


sementara mikoto sudah tidak bisa menahan tangisnya, ia berusaha untuk membangunkan suaminya yang sudah tidak berdaya, karena dokter mengatakan bahwa fugaku sudah tidak bernyawa.


"fugaku-kun" ucap mikoto histeris di pelukan Izumi, menantu pertamanya itu tak henti henti nya mencoba menenangkan sang ibu mertua.


"ayah" ucap Sasuke di sela sela sedihnya.


sementara dialam lain fugaku tengah menikmati indahnya pemandangan, ia merasa bahwa kehidupan damai tengah menantinya, sampai tiba tiba seorang anak kecil memanggil namanya.


"ojiiiiii-chan" teriak anak itu pada fugaku.


sontak saja fugaku menoleh kepada anak itu, ia terkejut bukan main, ketika anak itu memeluk dirinya.


" hei, kau siapa, lalu kenapa memanggil ku Oji-chan?," tanyanya yang keheranan.


"jii-chan, mau kemana?" ujar anak itu bertanya balik tanpa menjawab pertanyaan fugaku.


fugaku mengernyitkan alisnya bingung, "apa jii-chan tidak ingin melihatku di dunia?,"ujarnya lagi yang membuat fugaku semakin heran.


"apa maksudmu" tanya fugaku lagi.


"ayo ikut aku jii-chan, jii-chan harus kembali dan jii-chan harus bertemu dengan ku dahulu, aku tidak akan membiarkan jii-chan pergi" ucap anak itu sembari menuntun fugaku untuk kembali ke dunia.


selang beberapa saat kemudian fugaku tersadar, ia melihat semua sisi nya, terdapat istri dan kedua putranya serta menantu pertamanya.


"mikoto" ujarnya yang mengejutkan semua orang.


To be countined....

__ADS_1


__ADS_2