
sasuke berlari menuju ruang operasi setelah mendapat telvon dari sang ibu, ia khawatir dengan apa yang telah dikabarkan sang ibu padanya.
"ibuuu" ujarnya sembari memeluk sang ibu yang tengah menangis.
"sasuke-kun, ayah...hiks...ayah...mu...hiks..."
"tenanglah ibu, ayah pasti akan baik baik saja" ujar Sasuke menenangkan sang ibu.
"hiks.....ini...salahku....seharusnya aku bisa menghentikannya kan....hiks" ucap mikoto di sela tangisnya.
"ibu ini bukan salah ibu, sudah ibu jangan menyalahkan diri ibu begini, husstt ayah akan baik baik saja, tenanglah" ujar Sasuke.
"ibu, Sasuke bagaimana keadaan ayah" ujar Itachi yang baru tiba, terlihat raut khawatir di wajah tampannya.
"belum ada info dari dokter nii-chan" jawab Sasuke.
tak berselang lama dokter keluar dengan tergesa gesa, ia menyuruh para perawat lain untuk mengambil peralatan operasi nya segera.
"cepat kita harus menyelamatkan nyawa pasien" ucap dokter tersebut.
"dokter, apa yang terjadi pada ayahku?" tanya Itachi.
"maaf tuan, kemungkinan besar kaki tuan fugaku lumpuh permanen, dan sekarang detak jantung tuan fugaku juga melemah, hanya kami-sama yang tau ia bisa diselamatkan atau tidak" ujar dokter menjelaskan.
"SELAMATKAN AYAH KU ATAU KUBUNUH KAU" ujar Sasuke dengan amarah nya ditambah rasa khawatirnya pada ibu nya.
"maaf tuan, tapi aku hanya seorang dokter bukan tuhan" ujar dokter itu.
"aku tidak mau tau" jawab Sasuke ketus.
"Sasuke tenang, kau percaya ayah akan baik baik saja" ujar Itachi mencoba menenangkan keadaan yang mulai ricuh itu.
dokter tersebut akhirnya masuk kembali keruang operasi, sementara mikoto hanya diam dengan keadaan yang ricuh tadi, ia tak lagi bisa berfikir, yang hanya ia fikirkan sekarang ialah keselamatan suaminya.
jam sudah menunjukkan pukul 16:37, sudah sangat lama mereka menunggu hasil operasi nya, namun tenaga medis tak ada satupun dari mereka yang keluar dari ruangan operasi tersebut, ditambah lagi dengan lampu ruang operasi nya yang senantiasa tak kunjung menyala menandakan operasi belum selesai.
"ibu, ibu pulang saja Bu, disini sangat dingin, hari juga akan gelap, biar aku yang mengantar ibu, aku juga akan menjemput sakura" ujar Sasuke.
"tidak nak, aku akan tetap menunggu ayahmu disini, jika kau ingin pulang, tak apa pulang saja, jemput sakura juga, ia pasti khawatir mengapa kau tak menjemputnya" ujar mikoto.
"tidak Bu, disini sudah ada kak Itachi, aku juga akan kembali lagi, ayo ibu di rumahku saja, disana ada sakura yang akan menjaga ibu" ujar Sasuke meyakinkan sang ibu lagi.
"tidak Sasuke, aku akan tetap disini" ujar mikoto bersikeras.
"Sasuke benar ibu, udara dirumah sakit tidak baik untuk ibu" ucap Itachi yang juga meyakinkan sang ibu.
__ADS_1
"tidak nak, aku tetap disini" ujar mikoto masih bersikeras, sementara kedua putranya hanya memandang satu sama lain sembari mengangkat bahu mereka.
"yasudah aku akan menjemput sakura dulu, nii-chan jaga ibu dulu ya" ucap Sasuke, setelahnya ia berlenggang pergi meninggalkan ibu dan kakaknya.
sesampainya di universitas Konoha Sasuke segera turun dari mobilnya dan lekas mencari sang istri.
"ahh Sasuke-kun" ucap sakura yang sukses membuat mata suaminya melihat kearahnya.
"aku duluan ya Hinata, jaa-nee" ujar sakura setengah berlari, dan diangguki Hinata.
"kau lama sekali" tanya sakura setelah ia menghampiri suaminya.
"ayo sakura kita harus cepat, aku harus kembali lagi kerumah sakit setelah aku mengantarkan mu pulang" ujar Sasuke dengan tergesa gesa
"ehh, rumah sakit?...ada apa Sasuke-kun?" tanya sakura keheranan.
"ayah ku baru saja mengalami kecelakaan, dan sekarang ia sedang dioperasi" jawab Sasuke.
"astaga, kenapa dan kapan kejadian itu" tanya sakura dengan menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.
"tadi pagi sekitar jam delapan lebih tepatnya, aku juga belum tau penyebabnya apa, tapi operasi nya sudah berjalan sekitar jam 11 siang tadi, namun hingga saat ini operasi itu belum dinyatakan selesai" ucap Sasuke sembari melajukan mobilnya.
"setelah dirumah jangan lupa kunci pintu rumah setelah itu lekas lah istirahat, kemungkinan pagi hari aku akan pulang untuk mengantar mu kuliyah" ujar Sasuke.
"tidak sakura kau harus dirumah, lihat wajah mu menunjukkan bahwa kau sudah sangat lelah" ucap khawatir Sasuke.
"tidak aku baik baik saja Sasuke-kun" ucap sakura bersikeras.
"yasudah terserah" ujar Sasuke pasrah, mau bagaimana pun dilarang sakura tetaplah sakura, sangat keras kepala.
"lalu? siapa yang berada di sana saat ini Sasuke-kun?" tanya sakura lagi
"kak Itachi dan juga ibuku" jawab Sasuke.
"aaaa" ujar sakura tanda mengerti.
"eh Sasuke-kun tunggu sebentar" ucap sakura, membuat mobil Sasuke terhenti.
"hn, ada apa?" tanya Sasuke.
"sebentar, nanti aku akan kembali lagi" ujarnya lagi, kemudian ia turun dari mobil Sasuke.
tak berselang lama sakura kembali dengan membawa beberapa bungkus makanan, ia lalu meletakkan makanan tersebut dan naik kembali ke dalam mobil Sasuke.
"untuk siapa" tanya Sasuke.
__ADS_1
"ibu dan kak Itachi, mereka pasti kelaparan" jawab sakura.
tibalah sasusaku di rumah sakit, Sasuke segera menggandeng tangan mungil istrinya dan mulai memencet tombol lift, setelahnya mereka menghampiri ibu, kakaknya dan juga kakak iparnya. Izumi baru saja sampai ketika Sasuke hendak menjemput sakura.
"ibu" ucap lirih sakura kepada mikoto.
"ehhh, sakura kau sudah kembali, kenapa tidak pulang kerumah?, kenapa kau membawanya kemari Sasuke-kun." tanya mikoto pada putra bungsunya.
"dia yang memaksa ikut" jawab Sasuke.
"Tak apa ibu, aku juga ingin tau keadaan ayah" jawab sakura.
"ibu, ibu sudah makan?" tanya sakura kepada mikoto.
"aku tidak bisa makan nak, jika suamiku saja sedang dalam keadaan yang seperti ini" ucap mikoto dengan nada yang lemah.
"ibu, ibu tidak boleh seperti ini, jika ayah sudah sadar nanti dan menemukan ibu sakit ayah mungkin akan sedih juga, apa ibu mau membuat ayah bersedih, ayo makanlah bu, biar aku yang menyuapi mu" ujar sakura berusaha menyemangati sang ibu mertua.
"tidak nak, ibu sedang tidak berselera" ucap mikoto bersikeras.
"ibu, apa yang sakura bilang benar, ibu akan sakit jika ibu tak makan, ayo Bu terima tawaran sakura ya" timpal Izumi yang membantu sakura untuk merayu mikoto.
"yasudah" ucap Izumi pasrah, mau bagaimana pun kedua menantunya benar, ia tidak boleh lemah disaat seperti ini.
setelah menyuapi mikoto, sakura membereskan sisa makanan yang telah selesai ia berikan pada mikoto, setelahnya ia menawarkan makanannya pada Itachi dan Izumi, mereka pun ikut makan bersama sembari menunggu kabar dari dokter.
"kau sakura ya, kau cantik sekali, aku Izumi istri itachi-kun" ucap Izumi ramah kepada sang adik ipar.
"eummm, aku baru tau kalau Sasuke-kun punya kakak ipar yang manis seperti kak Izumi" jawab sakura.
"hehehehe, kau juga manis adik ipar, aku minta maaf karna tak bisa hadir diacara pernikahan mu dengan Sasuke, pada saat itu aku sedang ada pemotretan di Jerman, maafkan aku ya sakura, tapi Itachi pernah mengatakan padaku bahwa adik iparnya sangat sangat manis dan juga cantik, ternyata benar kau sama seperti yang dikatakan Itachi-kun" ujar Izumi.
"tak apa kak Izumi, aku senang bisa bertemu dengan mu disini" ucap sakura.
jam sudah menunjukkan pukul 21.01, Sasuke segera membawa tubuh sakura yang tengah tertidur ke dalam gendongannya, gadis ini memang terlihat sangat lelah sehingga ia tertidur pulas seperti ini
"ibu aku akan kembali setelah aku mengantarnya pulang" pamit Sasuke pada sang ibu.
"iya nak, kurasa ia kelelahan, wajahnya sangat pucat" ucap mikoto.
setelahnya sasusaku pergi meninggalkan rumah sakit.
saat tiba dirumah, Sasuke segera menidurkan sakura ke ranjang king size yang berada di kamar mereka berdua, Sasuke juga ikut merebahkan tubuhnya dan lalu tertidur bersama sakura hingga pagi.
mas sasu capek ya gess🤭
__ADS_1