
sakura pulang dengan membawa bungkusan makanan di tangannya, saat ia masuk kerumah, ia mulai mencari sosok sasuke, namun ia tak kunjung menemukannya, ia mencari kesegala penjuru arah dan akhirnya ia memutuskan untuk mencari sasuke kekamarnya.
ia mulai menaikki satu per satu tangga, dan tibalah ia di ruangan atas rumah sasuke.
"ada dua kamar" ucap sakura sambil mengernyitkan dahinya.
"ahh....aku ketuk saja, daripada aku bingung" ucap sakura, lalu ia mulai mengetuk pintu tersebut.
tok..tok..tok,,namun tak ada sahutan dari dalam ruangan tersebut, ia pun meraih gagang pintu dan ternyata pintu tersebut tidak terkunci.
"ahh...terbuka..." ucap sakura senang, namun bukannya sasuke yang ia temukan, malahan ia menemukan buku-buku dan dokumen-dokumen pekerjaan.
"ahhh...apa..ini...,ini ruangan kerja tuan sasuke" ucap sakura kesal, lalu ia pun keluar dan menutup pintu ruangan tersebut.
ia mulai mengetuk pintu kamar sebelah pintu kamar yang tadi.
tok...tok...tok..,, lagi-lagi tak ada sahutan dari penghuni dari ruangan tersebut,, ia pun memutuskan untuk membuka pintu itu, beruntung pintu itu tak dikunci.
__ADS_1
"ahhh....terbuka..."ucap sakura sembari melihat sekitarnya, ia takjub dengan ruangan tersebut,
"sangat rapi, indah sekali rasanya mataku memandangnya" ucap sakura kagum, ia lega akhirnya bisa menemukan sasuke.
"anu...tuan....aku...minta maaf, karena pergi dalam keadaan marah" ucap sakura berharap sasuke berbalik dan memaafkannya.
namun sasuke tak kunjung berbalik dan tetap berada diposisinya.
"ahh....aku tau tuan kau masih marah padaku, tapi....bisakah kau memaafkanku, ini aku bawakan makanan untukmu, pasti kau lapar kan" ucap sakura sembari memberikan bungkusan yang ada pada tangannya itu.
saat sakura berhasil membalikkan tubuh sasuke kearah dirinya, ia terkejut bukan main wajah sasuke pucat pasi, tubuhnya menggigil bagai diterpa hujan salju, ia pun mulai memegang dahi sasuke.
"awww....panas.." ucap sakura, ia lalu mengambil sebaskom air dan mulai mengompres sasuke dengan pelan.
"tuan, kau sakit, kenapa kau tidak mengatakannya padaku, badanmu sangat panas" ucap sakura panik.
setelah selesai mengompres sasuke, sakura berniat kembali ke kamarnya, namun sasuke menarik tangannya dan ia pun kembali duduk di tempat tidur sasuke.
__ADS_1
"jangan pergi" ucap sasuke mengiggau.
"tapi..tuan.." ucap sakura dengan pelan.
"jangan pergi, kumohon" masih dalam kondisi mengigau, sasuke tetap memegang erat tangan sakura.
"ba...baiklah..tuan" ucap sakura, ia meletakan kembali baskom airnya dan tidur disamping sasuke.
'kenapa ia bisa serapuh ini, setauku tuan sasuke sangat dingin dan kejam, tapi hari ini aku melihatnya lain' batin sakura
ia bingung harus percaya pada orang, atau yang ia lihat dengan mata kepala nya sendiri, yang ia tahu sasuke sangat dingin dan kasar, ia tak pernah menyangka kalau orang seperti sasuke bisa rapuh juga, menurut teman-teman sakura sasuke sangat pemarah dan tak pernah rapuh.
sakura melihat wajah sasuke dengan sasuke yang masih mengenggam tangannya, ia melihat sasuke menangis, ia pun mengernyitkan dahinya heran.
'sedingin-dinginnya kau tuan, tapi kau tetap rapuh juga saat kau sendiri, entah kenapa aku jadi kasihan terhadapmu, mungkin diluaran sana banyak orang-orang yang menganggapmu keras, tapi saat melihatmu seperti ini aku yakin kau masih memiliki hati yang lembut' batin sakura, jujur ia sangat prihatin dengan keadaan sasuke yang seperti sekarang ini.
gomenn ne minna🙏
__ADS_1