MY PINKY~SAKURA UNTUK SASUKE

MY PINKY~SAKURA UNTUK SASUKE
32. malam minggu (part 3)


__ADS_3

setelah selesai makan sakura membawa teman-temannya kekamar miliknya, begitupum dengan sasuke, ia juga membawa teman-temannya ke dalam kamar miliknya.


"nee, saki kenapa kau membohongi kami, kau bilang tidak akan ada siapa-siapa dirumah ini" ujar temari diangguki tenten, ino dan hinata.


"hehe gomen, tapi jika aku tidak memanggil kalian, mungkin aku akan benar-benar sendiri disini, sudahlah lupakan saja ayo kita belajar" ucap sakura diangguki keempat teman-temannya.


setelah mereka belajar, mereka memutuskan untuk tidur, namun ranjang dirumah sakura tak cukup muat untuk menampung keempat teman-temannya, ia pun memutuskan untuk mengambil kasur di gudang.


"sebentar, aku akan kembali lagi nanti" ujar sakura, ia mulai menelusuri pintu gudang dan mengambil kasur tersebut.


"nah ini" ujar sakura.


ceklek......


pintu gudang tiba-tiba saja terbuka membuat sakura terkejut dan keringat dingin mulai bercucuran di kepalanya.


"maafkan aku tuan hantu, aku tidak izin padamu saat aku masuk kegudang ini, tolong jangan ganggu aku" ujar sakura ketakutan.


"apa yang kau lakukan disini, hn" ujar seseorang yang sakura kira hantu.


"aku hanya mengambil kasur tuan hantu" ujar sakura dengan mata terpejam.


"buka matamu, aku bukan hantu" ujar seseorang itu lagi.


"kenapa suaranya sama persis seperti tuan sasuke?" batin sakura, ia lalu membuka matanya dengan perlahan-lahan, ia terkejut ternyata yang ada didepannya adalah sasuke.

__ADS_1


"Tuan" ujar sakura dengan terkejut.


"apa yang kau lakukan disini, kau berusaha untuk menakutiku, hah?" ujar sakura.


"aku hanya ingin mengambil kasur" ucap sasuke, sembari ingin mengambil kasur yang dipegang sakura.


"eh tidak-tidak, tidak bisa, aku yang menemukan kasur ini duluan, itu artinya kasur ini milikku" ujar sakura


"ini rumahku, aku berhak atas segalanya" ucap sasuke.


"diam tuan, aku tidak perduli" ujar sakura


"aku akan tetap mengambilnya" ujar sasuke.


dan akhirnya pertengkaran pun terjadi, selang beberapa menit mereka bertengkar akhirnya sakura berhasil membawa kasur tersebut ke kamarnya.


"hoh,hoh akhirnya" ujar sakura.


"ada apa sakura?" tanya heran tenten pada sakura.


"monster, ayo cepat tidur" ujar sakura.


"hah!!" ujar mereka berempat heran.


pukul 01.00 am

__ADS_1


hinata merasa ada yang aneh dengan tenggorokannya, ia merasa haus, akhirnya ia pun terbangun dan menuju dispenser dikamar sakura, namun air didalam dispenser tersebut ternyata habis.


"apa ini, aahk sakura lupa mengisi airnya" ujar hinata kesal.


akhirnya ia memutuskan untuk mengambilnya di dapur.


saat hinata mengambil air, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara langkah kaki, dan ternyata benar itu adalah langkah kaki seorang pria.


"tu..tuan..nar..u..to"ujar hinata ketakutan.


"hinata, apa yang kau lakukan disini?" ujar naruto.


"tolong jangan dekati aku" ujar hinata dengan tangan yang gemetar.


prangg.......


sontak hinata memecahkan gelas kaca yang ada ditangannya dan membuat air yang didalam gelas kaca tersebut tumpah, tak hanya itu ia juga membangunkan seluruh isi rumah.


"hinata hati-hati" ujar naruto, namun hinata tetap berlari menjauhi naruto, alhasil hinata tergelincir karena terburu-buru berlari manjauhi naruto.


beruntung tangan naruto langsung menyambut tangan hinata dan satu tangan lainnya menangkap kepala hinata, pada akhirnya mereka berdua saling tatap, dengan angin malam yang berhembusan dan membuat rambut hinata mengibas.


"tuan naruto, hinata" suara ino membuat mereka berdua terkejut.


"naruto~nii, kau menyentuh hinata, itu artinya..." ujar sakura.

__ADS_1


"kau harus menikahinya" sambung sasuke.


__ADS_2