My Psychopath Academy

My Psychopath Academy
Chapter 10


__ADS_3

Sebenernya Soe meminta Ken untuk ketempatnya yaitu ruangan nomor 17, biasanya Ken tidak datang dan sering dikomplin oleh para murid yang ke ruangan 17.


'Kepala Sekolah Soe, apa kau ingin menipu ? katanya dia hebat tapi tampangnya biasa-biasa saja' batin Ken sambil mengutuk.


"Jangan sentuh itu" larang Soe yang melihat Noel mencoba menyentuh pedang hasil tempaannya.


"Apa yang kau inginkan ?" tanya Ken dengan malas.


"Aku ingin pedang seperti ini" ucap Noel sambil menyodorkan sebuah kertas sketsa pedang.


Pedang yang besar seperti pisau daging dengan mata pedang yang berbentuk seperti kotak-kotak namun berpisah atau jarang-jarang dan pedang itu berjumlah dua buah.


"Apa kau ingin aku membuat ini ?" ucap tak percaya Ken setelah selihat sketsa Niel yang sangat deteil dan rinci.


"Ya, kalau bisa ?" ucap Noel sambil memandang Ken.


"Tentu saja bisa" ucap Ken dengan yakin karena Ken dipandang oleh Noel seperti merendahkan namun bukan itu maksud Noel.


"Sekarang keluarlah, senjata akan jadi dalam tiga minggu" usir Ken sambil menyeret keluar Noel dengan paksa.


"Noel...apa kau baik-baik saja ?" tanya Haru setelah melihat Noel diusir dan tergeletak dilantai.


"Sepertinya aku diusir, tapi setidak kau beri aku senjata semenatara" teriak Noel didepan ruangan 17.

__ADS_1


"Ini, dan jangan berisik" ucao apKen sambil melempar pedang kayu.


"Ini kan pedang kayu" ucap sedih Noel.


"Umm Noel...." ucap khawatir Haru yang melihat temannya.


"Haru.....HHUUUWWWAAA" tangis Noel.


Setelah beberapa menit Noel pun tenang, orang-orang pun mengira Noel aneh.


"Sudah, sudah" ucap Haru untuk menenangkan Noel, bagi Haru Noel adalah temannya baik, walaupun baru bertemu Haru sudah merasa kehangatan dari Noel, itu kenapa banyak orang suka dengan Noel, namun ada juga yang membenci Noel hanya karna sikapnya.


"Hiks...Hiks....huft...." Noel pun menarik nafas dan membuang sekarang dia sudah tenang.


'Cepat sekali' batin Haru.


"Oh yah, bagaimana dengan senjata mu ?" tanya Noel.


"Ini" ucap Haru sambil memperlihatkan sebuah pedah katana berwarna hitam.


"Kau tidak memesannya ?" tanya Noel.


"Penempa diruang 16 sangat baik, dia memberikan ku ini dan berkata kalau ini akan cocok dengan setelah dicoba ternyata memang cocok denganku" ucap Haru sambil memperlihatkan pedangnya.

__ADS_1


"Lagian aku sudah membuat kontrak dengan pedang ku" ucap Haru.


"Kontrak ?" tanya Noel dengan penarasan.


"Kontrak itu adalah sebuah hubungan antara pemilik dan pedang dengan cara meneteskan darah darah diatas pedang" ucap Haru panjang lebar.


"Kau beruntung sekali mendapatkan penempa yang baik sedangkan aku..." ucap Noel dengan kesal dan terasa ingin mematahkan pedang kayunya.


"Oh ya, kau beri nama siapa pedangmu ?" tanya Noel sambil lihat Haru dengan penasaran.


"Mikio, nama nya Mikio" ucap Haru dengan senang, nama Mikio terlintas dikepalanya, dan juga nama Mikio adalah nama temannya yang sudah mati.


"Ooo~.... Nama yang bagus dan cocok dengan kalian" ucap Noel d2ngan senyum khas dan rasa hangat pun bertebarab disekitar Noel.


'Walaupun dia berbeda dengan mu, tapi Noel sudah sangat baik padaku, kuharap aku tidak ditipu lagi soal teman' batin Haru yang dulunya pernah dihianati temannya dan ada temannya yang masih ingin menolongnya, namun berujung dengan kematian teman.


"TES NGING.......TES. PARA PEMULA SILAHKAN MENGAMBIL MISI DI PUSAT MISI"


"Sudah dimulai, ayo ambil misi" ajak Noel.


"Ya, ayo" ucap Haru setuju-setuju ada.


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


__ADS_2