
'Apa, apa yang terjadi ?' batin Roka yqng melihat ketua itu terpental dan melepaskan peganganya.
Dan melihat seseorang yang berkata "Selamat siangm senior"
"Ketua" ucap Roka dan Ryota secara bersamaan.
"Diamlah disitu" ucap Noel sembari berjalan mendekati kelompok itu.
"Sial, Kepung dia" perintah Wakil Ketua.
Setelah memerintahkan itu semua anggota mengepung Noel.
"Hmm, Apa aku harus mengunakan Kado ?" gumam Noel yang ingin mengeluarkan pedangnya Kirinya yang bernama Kado.
"Apa yang kau gumamkan ?" tanya wakil ketua itu yang bermaksud mengejek.
"Tsk, bukan urusanku" jawab Noel.
"Kau sombong sekali" ucap Wakil ketua itu.
"Kenapa kau waspada sekali ?" tanya Noel mengejek.
"Kau...serang dia" perintah Wakil ketua.
'Main ketoyokkan ya, dasar para ********' pikir Noel dengan mengeluarkan Kado dan memukul mereka dengan pedang bagian belakang.
Buak
"Akh.."
"Kau curang" ucap Wakil ketua itu dengan kesal.
"Curang katamu ?" tanya Noel dengan mendekat kearah wakil ketua itu.
"Kau sendiri yang curang yang main keroyokkan, memanfaatkan orang lain, kau bilang aku curang, hah !? hah !? hah !?" tanya Noel sambil menunjuk-nunjuk kepala Wakil itu.
__ADS_1
"Hentikan itu, rasa ini" ucap Wakil itu sambil mengayunkan pedangnya kearah Noel.
"Kurasa tak paham apa maksudku" ucap Noel dengan menahan tangan wakil itu dan..
KRAK
Mematahkan.
"AAAAAÀKKKKKHHHH.........." teriak wakil itu dengan keras dan berusaha melepaskan tanganya dari genggaman Noel.
"Kau berisik sekali" ucap Noel melepaskan genggamannya.
"Kenapa terjatuh seperti itu, jangan meniru ketua itu !?" ucap Noel dengan menarik rambut wakil itu keatas.
"Hiks.."
"Cih" decak Noel melemparkan wakil itu kesamping ketuanya.
"Lihatlah wajah kalian ini" ucap Noel menahan tawa melihat muka menyedihkan mereka.
"Lucu sekali"
KRAK
"Ku buat kau tak bisa berjalan lagi" ucap Noel menimpakan lagi ujung pedanya kekaki satunya.
KRAK..
"AAAAAAAA..." teriak ketu itu lagi.
"Ha...sudahlah aku sudah lelah" ucap Noel meninggalkan orang bodoh itu.
"Oi kalian, bawa ketua dan wakilmu pergi, atau" ancam Noel dengan wajah terseyum mengerikan dengan memegang Kado.
"B-Baik" ucap Mereka pergi dengan cepat.
__ADS_1
"Huft....selesai juga akhirnya, luka tidak terbukakan" ucap Noel yang melihat lukanya.
"Kurasa tidak" ucap Noel.
"Ketua" ucap Roka dan Ryota menyadarkan Noel.
"Hmm...kalian, ayo pergi ke UKS" ucap Noel menyarungkan kembali pedangnya dan menggendong Roka dan Ryota dipundaknya.
"K-Ketua apa yang kau lakukan ?" ucap Roka dan Ryota gugup.
"Tenanglah" ucap Noel berjalan menuju UKS.
Di dalam Kelas 1-E.
"Sepertinya sudah selesai" ucap Ketua Rieyu melihat kejendela.
"Ya" jawab ketua Mamoru yang juga melihat.
Di UKS.
"Oh ya ampun kalian ini mau meniru Noel atau apa ?" tanya perawat yang sedang mengobati Roka dan Ryota.
"Dan kenapa kau masih ada disini ini UKS bukan tempat tidur untuk anak seperti kau" ucap Perawat itu yang marah-marah.
"Terserahlah" ucap Noel sembunyi didalam selimut.
"Keluarkan kau Noel" ucap perawat itu menarik selimut.
"Tidak, aku lelah biarkan beristirahat" ucap Noel yang mempertahankan selimutnya.
"Hey lebih baik mengobati ini dulu, dari pada Noel" ucap Perawat lainnya yang sedang menjahit luka milik Ryota.
"Kali ini ku biarkan kau" ucap Perawat itu bergabung dengan perawat lainnya.
'Aduh...duh...luka ku terbuka lagi' batin Noel yang mengetahui lukanya terbuka lagi, bagian kiri yang terus mengeluarkan darah jika dia tidak keluar dari tempat tidur, tempat tidurnya akan tercemar oleh darah Noel.
__ADS_1
'Oh ya ampun' batin Noel.
"bersambung"