My Psychopath Academy

My Psychopath Academy
Chapter 36


__ADS_3

'Sudah'


"Kakak..." ucap Yuki yang melihat Noel yang bertelinga rubah, ekor rubah.


"KAKAK KAU SANGAT IMUT, UKH...." teriak Yuki yang hidungnya berdarah.


Hey, Yuki, hidungnya berdarah, Seiya tisu-tisu cepat" ucap Toshio panik.


Setelah pertolongan pertama.


"Oh ya Kakak ini temanku, Toshio dan Seiya" ucap Yuki yang memperkenalkan temannya.


"Hallo" sapa mereka.


'Hallo'


,'Jadi ini kakaknya Yuki, keren' batin mereka yang kagum.


"Baiklah Kakak bagaimana kabar Kakek ?" tanya Yuki.


'Kakek baik-baik saja'


"Kakak, 2 tahun bekalangan kau kemana ?" tanya Yuki.


'Hanya ada urusan orang dewasa, dan apa kau sudah punya pacar Yuki ?'


"Pff...hahahahahaahah" tawa Toshio dan Seiya.


"Tentu saja tidak, Kakak, aku masih kelas 9" jawab Yuki yang muka memerah.


"Aku ingin ke Sekolah yang sama dengan Kakak, aku bisa loncat kelas" ucap Yuki yang ingin bersama Noel.


'Akan ku tunggu itu terjadi'


Mereka berempat itu pun berbincang-bincang cukup lama.


"Ini sudah tengah malam, ayo kembali" ucap Toshio yang melihat tangannya.


"Baiklah sampai jumpa Kakak" ucap Yuki yang menutup telepon.


"Baiklah esok pagi kita harus, mengerjakan tugas ujian ke ruang Kepala sekolah" ucap Yuki yang mengagetkan temannya.


"APA !?" teriak Toshio dan Seiya yang terkejut. Lagi pula mereka semua umunya sudah 15 tahun.

__ADS_1


"Ayo kembali" ajak Yuki yang terus berjalan.


Keesokan Harinya mereka bertiga beneran keruang kepala sekolah dan ngerjakan semua ujian.


Sedangkan Noel yang sedang mengerjakan ulangan mendadak dari Bu guru Ayumi.


Teng Teng


"Waktu habis, ulangan dikumpulkan" ucap Bu guru Ayumi dan semua murid menumpuk ulangan mereka dan pergi istirahat.


"Ulangan apa itu tadi ? soalnya 100 lebih" ucap Mamoru yang lelah.


Tap Tap Tap


"Selamat siang, semua.Jam kelas hari ini adalah pelatihan sampai Jam pulang " ucap Pak guru Shinji, guru pelatihan kekuatan Kelas 1-E dan seorang animal macan tutul.


"Apa kita tidak bisa beristirahat dulu ?" ucap mereka yang lelah karena ulangan tadi.


"Tidak bisa kita harus sehat, cepat ganti pakaian olahraga, dan yang perempuan akan ikut dengan-"


"Ku" ucap Bu guru Ayumi yang memakai pakaian olah raga.


"Ayo kita pergi keruang ganti perempuan" ajak Bu guru Ayumi.


"Baik" ucap Mereka yang perempuan dan pergi meninggalkan kelas.


"Baik" ucap mereka dan ganti baju.


"Kesempatan" ucap mereka yang ingij melihat tubuh Noel.


Namun setelah dilihat di sudah memakai pakaian olah raganya.


"Noel kau sialan" ucap mereka yang jengkel karena tidak berhasil.


"Hahaha tidak akan kubiarkan kalian melihatnya" ucap Noel yang tersenyum puas.


'Ada apa disana ?' pikir pak guru Shinji yang melihat mereka.


Di lapangan Camp, banyak sekali orang yang disana, karena ini masa pelatihan kelas 1 dari A-E.


"Hey, bukankah ini, Shinji, lama tak jumpai kawan" ucap pak guru Ryu, guru pelatihan kelas 1-D.


"Ya, lama tak jumpai" ucap pak guru Shinji.

__ADS_1


"Oh kalian berkumpul disini" ucap pak guru Makoto.


"Kita sudah berkumpul, bagaimana ki-"


"Hey, Hey, kalian ini sampah" ucap anak singa yang dari kelas 1-C yang mengejek anak kelas 1-E.


"Hah !? apa katamu ?" tanya anak anjing kelas 1-E yang melawan.


"Aku bilang kalian ini sampah" ejek anak singa kelas 1-C itu.


"Ukh....rasaka ini" anak anjing itu yang ingin keninju muka anak singa itu.


Namun ada sebuah tangan yang menghentikan tangan anak anjing itu.


"Sudah cukup, jangan dilawan" ucap Noel yang mengenggam pergelangan tangan anak anjing itu.


"Tapi..." ucap anak anjing itu dan dijawah gelengam kepala Noel.


"Hahaahaa kau tidak berani melawan, kalian benar-benar sampah, dasar kotoran" ejek anak singa itu yang semakin membuat kelas 1-E marah.


"Hah !?" ucap Noel yang melepaskan genggamannya dan menghadap ke anak singa itu.


'Kenapa anak ini bisa setinggi ini ?' batin anak singa itu yang melihat tatapan mata Noel.


Noelpun mengepalkan tangannya dan ingin meninju muka busuk anak anjing itu.


Wush....


Seperti terhantam angin yang kuat, tapi itu bukan pukulan Fox, kepalan tangan hanya berada 1 cm dari muka anak anjing itu.


"Huft...." Noel pun menurunkan tangan dan menarik nama lega.


Brak..


Anak singa iti terjatuh pingsan.


"Hey, bangun"


"Tenanglah dia hanya pingsan" ucap Noel yang melihat kebawah.


"Dan pak guru sekalian, mau sampai kapan kalian berdiam diri disitu ?" tanya Noel yang melihat ke 3 pak guru yang bengong.


"Ah iya"

__ADS_1


Pelajaran pelatihanpun dimulai


Bersambung


__ADS_2