
Pertempuran hampir selesai.
Di bagian Polisi hanya tertinggal 4 orang, sedangkan Noel hanya terluka ringan karena gesek-gesekkan dalam peluru yang hampir mengenai kakinya, jadi dia juga menghindar dan yang anti peluru hanya jaketnya saja sampai lutut Noel tidak sampai bawah lutut, itu aja !.
Dor
Tembakan Noel terkena dileher polisi yang di samping kanan Komandan.
'Apa-apaan anak ini, MONSTER' dalam hati Komandan itu bergemetar ketakutan.
Dor Dor Dor
3 tembakan Noel untuk membunuh 3 polisi yang berada di samping kanan dan kiri komandan dan hanya ter sisa dirinya.
"Sekarang hanya dirimu, Komandan" ucap Noel dengan berlangkahkan kaki kedepan menuju tempat Komandan.
"Ja-jangan men-mendekat"dengan mengacungkan pistol kearah Noel. Namun Noel mengabaikanya dan tetap melangkah.
Dor
Komandan melancarkan serangan kearah jantung Noel, itu akan tepat sasar jika Noel tidak menghindar.
Itu mudah bagi Noel untuk menghindar, itu bukanlah masalah besar bagi Noel jika tembakannya kena kejantung.
Komandan itu mulai berkeringat dingin dan bergemetar.
Dor Dor Dor
3 serangan ke arah Noel, dan Noel hanya butuh menghindar karena 3 peluru itu mengarah dengan satu arah jadi itu mudah.
__ADS_1
Dan Noel sudah berada di hadapan Komandan itu, walaupun tingginya hanya sampai dada Komandan itu.
Noelpun mengacungkan pistol itu ke arah bagian pinggang kanan dan mulai menembak.
Dor Dor
AKH
Teriakan kesakitan dari mulut Komandan itu dengan memegang pinggang kanannya yang berdarah.
Dor Dor Dor
Tembakan itu di bagian bahu kiri komandan.
Dor Dor
Tembakan itu di bagian paha kanan komandan itu dan terjatuh kebawah karena tak bisa menopang tubuhnya sendiri.
"Ada kata-kata terakhir Komandan ?" ucapnya dengan lembut.
"Aku menyayangi mu Ibu"
Dor
"Ah..Ibumu semoga saja mendengarkan ucapan terakhir darimu" ucap Noel yang sedang mendoakan polisi-polisi yang tewas ditangan sendiri agar di terima disisi Yang Pencipta.
"Apakah sudah selesai ?" ucap pengunjung A
"Sepertinya sudah" ucap pengunjung C
__ADS_1
"Benar-benar mengerikan !" ucap Pengunjung E yang menatap banyak mayat yang berserakkan.
"Luar biasa" ucap Soe dengan kagum dan dia sudah kembali normal setelah mabuk dan menghampiri Noel.
"Apa dia gila ?" ucap Pengunjung B
"Sepertinya dia masih mabuk karena pertandingan tadi" ucap Pengunjung D
"Ya sepertinya" ucap Pengunjung A, B, C, E, F.
Sementara Soe tetap berlari kearah Noel yang sedang mendoakan mereka yang mati.
"Hei, kau Noel ?" ucap Soe dengan riang sambil melambaikan tangan seperti sifatnya berudah saja.
"Ah..Soe. Apa kau baik-baik ?" ucap Noel sambil membuka penutup kepala dan memperlihatkan wajahnya yang terluka karena gesekan, satu dikiri dan dua dikanan.
"Bukannya sebaliknya ? Apa kau baik-baik saja dengan luka itu, Noel ?" ucap Soe dengan Khawatir akan luka yang ada di kaki Noel yang terdapat banyak luka gesek-gesekan peluru yang banyak. Pasti sakit ?
"Hahahaa...ini bukan apa-apa" ucap Noel sambil mengacak-acak rambut.
"Bukan apa-apanya apa?" ucap dari mereka-mereka yang ada ditempat perjudian dengan rasa jengkelnya itu terhadap Noel.
"Ahahahha" dengan sedikit canggung Noel tertawa pelan.
--------------------------------------------------------
Dan kejadian itu yang membuat Noel menjadi populer karna itu, sedangkan Soe dan Noel sudah teman saat itu dan mereka sangat akrad dengan lainnya karena Noel.
Dan saat ini mereka berdua berudah bertambah umur Soe 31 tahun dan Noel 12 tahun dan akan meninggalkan Amerika dan menjadi orang normal saja.
__ADS_1
-《BERSAMBUNG》-