
Noel dan Soe pun berbincang-bincang sangat lama, sedangkan Ken hanya melihat artikel tentang Noel.
"Ken, kapan pedangku akan selesai ?" tanya Noel yang tak sabar.
"Sudah kubilang 3 minggu lagi pedangmu akan selesai, kau pikir membuat pedang itu mudah !?" ucap Ken.
"Tidak juga sih" ucap Noel tanpa rasa bersalah.
"Oh ya, Noel. Penembakmu kemana ?" tanya Soe yang tidak melihat penembak yang dimaksud pistol.
"Penembakku dihancurkan beserta amunisinya" ucap Noel dengan sedih.
"Oh Noel kehidupahmu benar-benar lebih suram daripada pengemis" ucap Soe sambil menepuk-nepuk pundak Noel.
"Sepertinya pengemis memiliki kehidupan yang lebih baik daripada aku" ucap Noel.
'Ada apa dengan kedua orang ini ?' pikir Ken yang merasa terganggu.
"Baiklah-baiklah, tolong kalian pergi dari sini" usir Ken dengan mendorong Sie dan Noel keluar dari ruangan 17.
"Tunggu bagaimana senjatanya ?" tanya Noel.
"Pakai tanganmu saja itu" ucap Ken sambil menunjuk tangan Noel yang terperban.
"Baiklah" ucap Noel.
BRAK
"Galak sekali" ucap Noel hajg terkejut karena Ken tiba-tiba menutup pintu dengan keras.
"Hey Noel aku tak pernah lihat kalau tangan di perban" ucap Soe sambil melihat tangan Nosk yang diperban.
__ADS_1
"Ini sebuah rahasia" ucap Noel dengan berdiri.
"Rahasia ya ? rahasia apa ?" tanya Soe dengan penasaran.
"Kalah ku beritau namanya bukannya lagi rahasia" ucap Noel sambil meninggalkan Soe dan melambaikan tangannya.
"Ha...dasar aneh" ucap Soe yang pergi berlawanan arah dengan Noel.
Di malam hari, berada didalam kamar/asrama laki-laki yahg tepatnya dikamar Noel.
"Ha..hampir ketahuan" ucap Noel yang membuka tangannya.
Terlihat sebuah cakar dari besi titanium dijari-kuku Noel.
"Tanganku berat sekali karna ini, bahkan meja yang kugunakan hambir rentak gara-gara ini" ucap Noel sambil berbaring dan menatap langit-langit kamarnya.
Noel yang membuat kuku itu saat berumur 13 tahun, ya dia mengeksperimen dirinya sendiri.
Noel berencana mengambil pedangnya dari Ken, dan saat ini Noel sedang menuju Ruangan 17 dan saat ini juga sudah malam.
Saat ini Haru menjalankan misi dengan kelompok barunya yang dibentuk 3 minggu yang lalu atau 6 hari setelah pengumuman senjata dengan anak-anak kelas lain dan sedang menjalankan misi utama, sedangkan Noel masih melaksanakan misi sampingan.
"Akhirnya senjataku jadi juga, HOREE~" ucap Noel sambil riangnya menuju ruangan 17.
Saat Noel ingin membuka pintu ruangan pintu tiba-tiba...
BRAK
"SIALAN" teriak Noel yang kaget karena tiba-tiba pintunya terbuka sendiri dan Ken hanf membukanya.
"Hah !? apa kau bilang?" tanya Ken dengan muka yang menyeramkan.
__ADS_1
"Ah itu...itu...ini...." ucap Noel dengan gugup.
"Kemarilah sdnjatamu sudah selesai dan buatlah kontrak dengan dan beri nama" ucap Ken.
"Oke" jawab Noel dengan senang.
"Ini pedang mu" ucap Ken sambil menyerahkan sebuah 2 pedang yang sama dengan sketsa milik Noel.
Noel pun membuka pedanghya dari sarung pedangnya dan terlihat sebuah cahaya yang menyilaukan.
"WWAOOOAAHHH" teriak Noel yang terkagum-kagum dengan pedangnya sendiri.
"Berisik"
Plak
"Aduh, kepalaku" ucap Noel sambil mengelus-elus baguan kepala yang sakit.
"Keren sekali" puji Noel terhadap 2 pedang miliknya.
"Sekarang teteskan darahmu diatas kedua pedang itu" perintah Ken.
"Eh harus pakai darah pemiliknya ?" tanya Niel ke Ken.
"Ya iyalah" ucap Ken.
"Baiklah" ucap Noel dengan membuka jaketnya dan terlihatlah lengan Noel yang penuh dengan bekas luka dan tato.
'Jika dilihat secara lansung, mengerikan juga' batin Ken yang melihat lengan Noel, karena seragamnya lengan pendek.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1