My Psychopath Academy

My Psychopath Academy
Chapter 3


__ADS_3

"Setuju, jika aku menang berikan aku darah 1 liter, ya?" ucap Noel dengan senyum hangat yang membuat semua lega.


'Darah ?' pikir Soe karena buat apa darah ?


"Baiklah, PELAYAN !!" teriak Soe memanggil pelayan.


"Ya" ucap pelayan.


"Siapkan minumannya !" perintah Soe.


"Oh,ya siapa namamu ? Namaku Soe"tanya Soe kepada Noel.


"Noel" jawab singkat Noel disertai senyuman yang hangat.


5 menit kemudian.


Beberapa pelayan mendatangi Soe dan Noel dengan membawa 20 botol bir.


"Ini botol minumnya"


"peraturannya selama 30 menit minumlah sebanyak-banyaknya yang kalian bisa. Pertandingan akan dimulai saat hintungan ke-3"


"1"


"2"


"3"


"Mulai"

__ADS_1


Soe dan Noel dengan cepat meminum bir itu dengan cepat.


Menit hingga menit berlalu sekarang sudah 27 menit setelah pertandingan di mulai. Soe yang sudah meminum 6 botol sudah mengalami mabuk berat sedangkan Noel sudah meminium 9 botol dan akan memnghabiskan botol yang berakhir.


"Hik....bagai-hik-mana bisa kau-hik- minum sebanyak itu -hik ?" tanya Soe kepada Noel yang hampir menghabiskan botol yang kesepuluh dan kelihat Soe sudah mabuk berat sekali sampai mukanya memerah.


"ini lebih lemah daripada yang kukira" jawabnya yang membuat semua orang bergidik ngeri dan itu juga sudah berdosis tinggi.


Sementara semua orang yang melihat Noel sebagai monster yang tidak ada batasnya.


"Ah.....sudah habis dan aku yang menang" ucap Noel dengan Meletakkan botol itu dengan botolyang sudah habis dan pas saat itu waktu pertandingan sudah habis.


Terjadi keheningan sementara


"Ah...Pemenangnya adalah adik kecil yang ada sebelah kanan saya" setelah pelayan yang menjadi wasit mengucapakan pemenangnya semua orang bersorak dan menjadi ribut ada yang kagum dengah Noel ada yang takut karena ketahanannya saat minum.


"Ah..iya-iya" Soe menghadap kebelakang dan menatap bawahannya seakan memerintahkan untuk mencari darah dirumah sakit.


Setelah kepergian bawahannya Soe dan orang orang masih berkerumunan disana dan berbisik-bisik sedangkan terdapat orang yajg ada dipojokan tempat perjudian yang ternyata seogang mata-mata dari kepolisian Amerika.


Dan mata-mata tersebut seakan telah menemukan buronan yang itu adalah Noel, sedangkan Noel sudah mengetahui itu dan tetap waspada jika terjadi sesuatu.


dor dor


Terdengar suara tembakan dari pojokkan ruangan.


Dugaan Noel benar, tembakan itu tertuju di arah jantung Noel,dengan cepat Noel berdiri dan menangkap kedua peluru itu dan menggambil pistol milik seseorang berada didekatnya.


"Apa yang ka-"

__ADS_1


dor dor


Tembakan yang dilancarkan oleh Noel, tepat di arah tangan kanan mata-mata dan kaki kirinya, sehingga membuatnya terjatuh.


Semua orang yang melihat itu terkejut akan aksi Noel, seakan tidak percaya dengan kemampuannya buronannya yang masih kecil ini.


"Ah ! aku lupa ! Paman aku pinjam dulu, ya?" ucap Noel dengan membalik badan dan tersenyum terlihat taring taringnya yang mengkilat.


Dan paman itu hanya menganggukkan kepalanya seakan takut jika dirinya tiba-tiba tertembak dan mati. itu kan gawat !


"Dan satu lagi, apa yang kau lakukan disini ? ingin menangkapku ? kau kurang cocok untuk itu" ucap Noel yang menghampiri mata-mata itu dan menatap tajam mata-mata itu dan mulai menembaki tubuhnya.


dor


tangan kiri sudah tertembak


dor


kaki kanan tertembak


dor dor dor


tembakan yang menuju perut mata-mata itu yang sudah menangis untuk jangan membunuhnya. Semua orang pasti takut mati.


Orang-orang yang melihat hanya bisa terdiam seperti paku yang tertancap di sebuah balok kayu yang tebal. Rasa takut ? itulah yang mereka rasakan. Ingin Muntah ? saat mereka melihat darah untuk pertama kali.


"To-to-tolong bunuh aku, aku hanya menjalani tugas untuk membunuhmu" dengan terisak-isak mata-mata itu dengan manangis seakan-akan dirinya akan mati sebentar lagi.


-《BERSAMBUNG》-

__ADS_1


__ADS_2