My Psychopath Academy

My Psychopath Academy
Chapter 13


__ADS_3

"Ah maaf ya" ucap Noel dan membuka mulut dan...


CCRRAAASSHH


TES TES TES


Noel menggigit tangannya sendiri dan meneteskan tangannya ke kedua pedang itu.


"Haaa........" ucap Noel sambil membersihkan darah yang menempel dimulutnya dengan lidahnya dan menatap keatas.


'Ukh....mengerikan' batin Ken yang ingin muntah dan lari dari tempat itu.


Darah yang mengalir pun menetes mengenai permukaan pedang itu. bermenit-menit untuk darah Noel berhenti dan sembuh.


"langsung sembuh" ucap Ken yang terkejut.


"Haa....berat sekali pedangnya" ucap Noel yang mwncoba mengangkat kedua pedang dan berhasil terangkat.


Jleb


Seperti tertusuk berribu-ribu pedang ketubuh, Noel merasakan rasa sakit diseluruh tubuhnya.


"Uhuk..." Noel memuntahkan darah yang banyak dari mulut, namun Noel tetap berdiri.


"Ken" ucap Noel menghadap ke arah Ken.


"Tenang saja, rasa sakit itu akan segera hilang" ucap Ken yang mengalihkan pandangannya karena mulut Noel yang penuh darah.


Beberapa menit kemudian, rasa sakit itu sudah reda dan menreda.

__ADS_1


BUKK


Noel pun terduduk lelah dan masih memegang kedua pedang itu.


"Huft.....lelah sekali" ucap Noel yang terbaring dilantai.


"Istirahatlah" ucap Ken yang membantu Noel berdiri dan memberikan tisu untuk membersihkan darahnya ada dimulutnya dan meyuruh Noel membersihkan darah dari lantainya.


"Sudah selesai, aku akan pulang kekamarku" ucap Noel sambil memakai kembali jakupet dan memasukan pedangnya kesarung pedangnya.


"Tunggu dulu, ini gunakanlah" ucap Ken sambil memberikan sebuah ikat pinggang untuk mengaitkan pedangnya.


"Dan beri nama pedangmu untuk sebagai mempererat ikat antar swnjata dan pemilik dan satu lagi senjata itu hidup, setiap senjata milik orang itu hidup, jika ada orang lain yang memakainya orang itu akan termakan oleh senjatanya..." ceramah Ken yang sangt panjang, hingga satu jam kemudian.


"Baiklah pulang sekarang" ucap Ken dengan menutup pintu.


"Tubuhku pegal sekali, lagipula aku sudah dapat ini" ucap Niel sambil memegang ikat pinggang dan berlari menuju kamarnya.


"Sudah ayo menuju kelas" ucap Noel yang sudah mengaitkan pedang disisi kanan dan sisi kiri untuk lebih mudah mengambilnya.


Yang sisi kanan diberi nama Azura, sedangkannya yang kiri diberi nama Kado.


Srak


pintu kelas belakang terbuka karena dibuka Noel d2ngan tenang memasuki kelas seperti biasa kelas 1-E selalu ramai karena membicarakan orang.


"Hay lihat itu, anak itu akhirnya mendapatkan senjatanya" ucap Murid-A.


"Sudah dari sebulan baru mendapatkannya" ucap Murid-B.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, kalau dapat senjata harus menunggu selama sebulan" ucap Murid-D.


"Kasihan sekali" ucap Murid-C.


"Pff HAHAAHAHAAHAA"


"Dasar orang-orang sialan hanya bisa membicarakan orang dari belakang" batin Noel yang segera ingin membunuh mereka.


"Kenapa berisik sekali ?, apa kalian tidak mendengarkan bel nya" ucap Pak Guru Ichiro yang muncul dari pintu depan dan diikuti dengan 2 murid laki-laki yang satu memiliki muka marah dan yang satu dingin.


"Hari kita kedatangan murid kelas lain yang dipindah kekelas kita, silahkan perkenalkan diri kalian" ucap Pak Guru Ichiro.


"Bukannya itu Si Klien Bersaudara" ucap salah satu murid.


"Iya betul"


"Kenapa mereka dipindahkan, bukanya mereka sswharusnya ada dikelas 1-A ?"


"Kenapa ya ?"


Seluruh kelas pun mulai ramai membicarakan Si Klien Bersaudara yang tiba-tiba pindah kelas.


"BERISIK" ucap Wakil ketua yang seorang perempuan cantik yang bisa menggoda semu laki-laki kecuali orang yang tidak tertarik termasuk Noel yang tidak tertarik.


"Hah kenapa emangnya ?" ucap salah satu murid yang sering dibilang berandalan dikelas.


"Apa kau bilang ?" ucap wakil ketua.


"Yah mulai lagi" ucap Noel yang hanya melihat atau tidak ingin terlibat salam masalah apapun.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2