My Psychopath Academy

My Psychopath Academy
Chapter 26


__ADS_3

"Bisakah kau turunkan sedikit kepalamu ? Kau terlalu tinggi untuk tanganku dan buka hoodie mu" ucap Nenek Gina yang tak sampai tangannya.


"Maaf" ucap Noel yang membuka hoodie nya dan menundukkan sedikit kepala agar tangannya Nenek Gina bisa sampai.


"Terimakasih, akan sedikit gimana gitu rasa" ucap Nenek Gina dengan memakai telinga itu ke kepala Noel.


Klik


Suara Telinga yang sudah terpasang.


"Gimana rasa ?" tanya Nenek Gina.


Kayak kesetrum" jawab Noel berdiri dengan tegak.


"Sekarang gerakan telingamu" perintah Nenek Gina.


"Baik" ucap Noel yang mengerakan keatas, kebawah dan kesamping telinganya.


"Apa yang dengarkan ?" tanya Nenek Gina kebagian selanjutkan.


"Suara keramaian diluar" jawab Noel.


"Sudah Cukup, telinga berfungsi dengan baik" ucap Nenek Gina menandai telinga berfungsi.


"Sekarang hidung, biasanya hidung itu ada yang terlihat dan tidak, yang sati ini tidak terlihat, ayo pasang" ucap Nenek Gina menjelaskan tentang hidung.


Klik


Suara hidung sudah dipasang.


"Apa yang kau cium ?" tanya Nenek Gina.


"Makan siang" jawab Noel.


"Cukup unik, selanjutnya" ucap Nenek Gina dan mengangkat ekor rubah yang lebat dan lembut.


"Permisi" ucap Nenek Gina yang memasang kan ekor yang harus pas dengan tulang ekor.

__ADS_1


"Sudah" ucap Nenek Gina yang kembali kedepan Noel.


"Coba gerakan ekormu" pinta Nenek Gina.


"Baik" ucap Noel sambil menggerakkan ekornya keatas, kebawah, kesambing, Zig zag, berputar dll.


"Gerakan dari mana itu semua ?" tanya Nenek Gina yang baru melihat gerakan yang aneh milik Noel.


"Dari Kuro" jawab Noel.


"Kuro ?" tanya Nenek Gina yang semakin bingung.


"Kucingku" jawab Noel.


"Ah seekor kucingnya" gumam Nenek Gina yang membanyangkan kucingnya yang suka bermain dengan ekor.


"Sekarang kalungnya" ucap Nenek Gina mengkalungkan kalung yang memiliki gantungan rubah dengan besi yang tak mudah patah dan karatan.


Klik.


"Sudah, biasanya kalung itu berfungsi untuk mata, ayo kita coba..." ucap Nenek Gina yang berlari dan berhenti di jarak yang cukup jauh untuk pandangan seorang manusia.


"Ini berapa ?" tanya Nenek Gina yang mengangkat 2 jarinya.


"2" jawab Noel dengan Tepat


"Baiklah tes, selesai" ucap Nenek Gina yang mencari sesuatu.


"Ini pakailah, ini hampir mirip dengan seragam Sekolah, namun itu Khusus untuk Animal Man" pinta Nenek Gina yang menyerahkan sebuah seragam.


"Baiklah" ucap Noel yang menuju ruang ganti.


Selesai berpakaian.


"Bagaimana ?" tanya Nenek Gina.


"Pas" jawab Noel.

__ADS_1


"Syukurlah kukira kebesar, dan jaketmu tidak perlu dipakai biarkan talingamu merasakannya" ucap Nenek Gina dan melihag telinga Noel yang panjang dan lebar bahkan saat dipegang rasa lembut dan ekornya pun.


"Oh" ucap Noel yang menurunkan telinganya.


"Apa kau sedih ? Maaf ya" ucap Nenek Gina yang melihat telinga Noel turun, biasanyakan telinga hewan yang turun itu berarti du sedang sedih.


"Tidak kok, hanya saja lebih nyaman begini" ucap Noel yang benar-benar tidak sedih.


"Oh yah, senjata jangan pakai itu, pakai ini" ucap Nenek Gina yang memperlihatkan cakarnya, dia adalah kucing.


"Tapi disini tidak ada" ucap Nenek Gina yang tidak menemukan cakar milik Noel.


"Um..sepertinya aku sudah punya" ucap Noel yang memlihatkan Cakar besi titaniumnya dikukunya.


"OMG...Apa itu asli ?" tanya Nenek Gina terkejut dan menyentuh cakar milik Noel.


"Tajam sekali" ucap Nenek Gina yang jarinya terluka karena terkena ujung cakar milik Noel.


"Pantas saja tanganmu kau perban" ucap Nenek Gina yang memplester jarinya.


"Ini buku panduannya, baca dan pelajari" perintah Nenek Gina.


"Terimakasih atas bantuannya, Nenek Gina" ucap Noel yang membungkuk hormat dan pergi.


"Jaketku tidak perlu kugunakan" ucap Noel yang melipat jaketnya dan memasukkannya di Tas pakaian dan memperbaiki perbanya kembali.


'Pantas saja tidak ada yang terlihat membawa senjata' ucap Noel yang ingin menyimpan senjata dan lainnya dikamarnya.


Setelah menyimpan di kamarnya, Noel kembali lagi kekelas dan sekarang dia ada diperjalanan menuju kelas.


'Telingaku cukup lembut' batin Noel yang sekali-kali memegang telinganya.


Catatan : Warna rubah yang dimaksud seperti putih yang diujung hitam, ekornya juga sama.


'Ekornya juga sedikit berat dan penciumanku dan pengelihatanku juga tambah tajam dan buku panduannya, tentang cara memakai, cara membersihkan, dan lain-lainnya sama seperti buku panduan milik Kuro' batin Noel yang terus membolak-balik buku panduannya.


"Bersambung"

__ADS_1


__ADS_2