
'Telinga yang biasanya diturunkan itu berarti sedih' batin Noel yang menghentikan langkahnya dan memeriksa telinganya.
"Telingaku turun" ucap Noel yang melanjutkan langkahnya.
'Ekorku juga tidak gerak, karena tidak kugerakan atau suasana hati buruk' ucap Noel yang mengerti perkatan Nenek Gina yang mengira dirinya sedih.
'Dan...' Noel pun membaca buku panduan itu sampai selesai dan pas nya lagi dia selesai tepat didepan pintu belakang kelasnya.
Srak..
Suara pintu belakang terbuka dan ditutul semua murid banyak yang membicarakan festival Animal Man.
'Ramai sekali' batin Noel yang menutup buku panduannya dan menuju ketempat duduknya dan duduk dikursi. Seperti biasa Noel akan melihat kejendelan tapi dia akan membaca kembali buku panduan itu agar ingat.
'Oh ya, peralat mandi sudah dikirik belumnya ?' batin Noel yang bertanya.
Ting
Sebuah pesan muncul di ponsel Noel.
Nenek Gina : Peralatannya sudah dikirim, maaf telat.
Noel : Tidak apa. Terimakasih.
Nenek Gina : Tentu saja.
'Peralatan mandi sudah ada, semua siap' batin Noel yang menutup buku panduan dan meyimpannya disaku baju (bentuknya kayak buku saku pramuka tapi lebih tebal).
'Empuk' batin Noel yang memangku ekornya dan memegangnya.
'Pantas saja berat sekali saat berjalan, ukurannya cukup besar hanya untuk sebuah ekor' batin Noel.
__ADS_1
'Dan kalung ini sedikit mengganggu' batin Noel yang merasa tak nyaman karena memakai kalung.
"Huft...sudahlah, lebih baik tidur" ucap Noel yang dia tidur beneran.
Sore harinya...
"Um..." ucap Noel yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Semua orang sudah pergi, kurasa aku tertidur terlalu lama, apa ini efek atau karna aku tersendiri, lebih baik aku kembali" ucap Noel yang pergi meninggalkan kelas dan pergi kekamarnya.
"Sore-sore begini enaknya minum teh" ucap Noel.
Di kamar nomor 2007, lantai 2. Yang sekarang jam 07 : 00
Noel yang saat ini sedang menghair dryer rambutnya dan ekor.
Beberapa menit kemudian rambut dan ekor Noel sudah kering merata.
"Jadi 2 kali lipat atau 3 kali lipat lebih lama dari biasanya" ucap Noel yang sedikit lelah.
Tok Tok Tok
Kriet...
"Siapa ?" tanya Noel yang membuka pintu.
"Kamu melewatkan waktu makan malam, jadi aku mengantarkannya" ucap pelayan.
"Terimakasih" ucap Noel yang mengambil makan malamnya.
"Semoga kau tidak terlambat lagi" balas pelayan itu.
__ADS_1
Selesai makan.
Tok Tok Tok.
Kreit...
"Pengambilan piring" ucap pelayan lainnya.
"Ini" ucap Noel memberikan piringnya dan menutup pintu.
"Ha...anak-anak jaman sekarang" ucap pelayan itu.
"Um...benar pola mata berbeda" ucap Noel yang sedang membersihkan giginya dan tanpa sengaja melihat kecermin.
"Uwa...lelah sekali" ucap Noel yang merebahkan tubuh dan pergi tidur.
Ke esokan harinya, Noel bangun lebih awal karena masalah mengeringkan ekornya.
Selesai mandi, selesai mengeringkan rambut dan ekornya, Noel ingin mengganti gaya rambutnya karena terlalu berantakan jadi dia potong sedikit kayak disampul.
Selesai sarapan, pergi kekelas tepat waktu. Sekarang Noel seperti biasanya lagi melihat ke jendela dan memangku ekor, telinganya diturunkan.
Srak...
"Pagi semua" sapa Ryota yang animalnya kucing putih dan Roka animal bengal.
"Pagi" balas meraka yang ingin menyapa.
'Dia sudah punya, rubah putih ?' batin Roka dan Ryota yang duduk di kursi dan menatap Noel dan Noel juga menatap mereka dengan mata dan muka malas.
Catatan : karna nggak terlalu banyak bicara atau jarang sekali berkumpul, hanya bicara jika di ajak bicara, dan penyendiri, jadi gini deh akibatnya punya muka yang malas atau datar, kadangzp-kadang pakai kata dingin.
__ADS_1
'Matanya, berubah' batin Roka dan Ryota yang memalingkan mukanya karena mata Noel yang kayak vampir atau gimana.
'Bersambung'