My Psychopath Academy

My Psychopath Academy
Chapter 25


__ADS_3

"Sekarang ayo buat sulamannya, ini benuk hukuman karena kalian berkelahi tadi" ucap Nenek Gina yang juga ikut membuat sulama.


"Tapi kenapa kami juga ikutan di hukum, kamikan tidak ikut berkelahi" ucap mereka yang tidak ingin disangkut pautkan.


"Itu karena kalian tidak melerai mereka" jawab Nenek Gina.


"Tapi kami baru sampai, masa ikutan juga" ucap Ketua Mamoru.


"Entahlah" jawab Nenek Gina.


"Lebih baik selesaikan cepat, jika tidak selesai, maka kalian tidak pulang" ucap Nenek Gina.


"APA !?" teriak mereka.


Berjam-jam kemudian...


"Aouch...jariku tertusuk" ucap murid kelas lain.


"Sama" jawab mereka yang juga terkena tusukan.


"Hey Noel apa kau bi-" ucap Ketua Rieyu yang terhenti karena meliht sulaman Noel yang bagus dan rapi.


"Hmm?" gumam Noel yang menatap Ketua Rieyu dengan tanda tanya.


"Tidak apa-apa, lanjutkan" ucap Ketua Rieyu yang sudah lelah.


Sampai Sore, mereka masih belum selesai kecuali Noel yang disuruh mengulangi lagi.


"Sebentar lagi" ucap mereka yang hampir selesai.


"Sebentar lagi" ucap mereka lagi.


"Selesai" ucap mereka lagi.

__ADS_1


"Ini nenek Gina, karya kami" ucap mereka yang menumpuk karya di meja Nenek Gina.


"Cukup bagus kalian bisa pulang, dan tolong bantu dia" ucap Nenek Gina dengan menunjuk Noel yang sudag tak berdaya lagi dan lagi-lagi jiwa Noel ingin keluar dari tubuh Noel.


'Kasihan sekali' batin mereka yang melihat Noel tepar.


"Ketua Noel, ayo pergi" ucap Ketua Mamoru yang ingin menyadarkan Noel.


"Noel, apa kamu baik-baik, ayo kita pergi, kelas lain sudah pergi duluan, Lho ?" ucap Ketua Mamora yang mencubit-cubit pipi Noel.


"Hentikan itu" ucap Noel menghentikan tangan Ketua Mamora.


"Baiklah, ayo pergi. Sampai jumpai lagi, Nenek Gina" ucap Ketua Reiyu dengan menunduk hormat dan pergi bersama yang lainnya.


"Ya" ucap Nenek Gina yang membalas lambai tangan dengan lambai tangan juga.


"Noel, ya ?" tanya Nenek Gina sambil melihat-lihat sulaman Noel yang sangat hebat.


Kesokan harinya.


"Tentu saja, apa kalian juga kemakai kalung ?" tanya ketua Rieyu yang menunjukkan kalungnya dengan gantungannya yang berbentuk kepala beruang.


"Kami punya" jawab Mereka yang mendengar pertanyaan dari ketua Rieyu.


'Kenapa pagi-pagi sudah berisik ?' batin Noel yang ternganggu.


"NGING....UNTUK ANAK YANG BELUM DAPAT SEGERA MENUJU RUANG TATA BUSANA, PETUGAS YANG ADA DISANA AKAN MEMBANYU KALIAN MEMAKAINYA"


"Pengumumannya sekarang, tapi kau...jangan-jangan kau memaksa petugasnya, Ketua Rieyu" tanya semua murid yang ada dikelas.


"Aku tidak memaksa, aku bertemu dengan dan meminta tolong memakaikan ini" ucap Ketua Rieyu.


"Sama saja" jawab mereka.

__ADS_1


'Hah...mari pergi' batin Noel yang menuju ruang tata busana.


Di Ruang tata busana.


Sebenarnya ruang tata busana itu banyak.


"Selanjutnya" ucap petugas.


"Dengan siapa dan- Ah ternyata Noel" ucap senang Nenek Gina.


"Pagi, Nenek Gina" ucap Noel.


"Tunggu sebentarnya, akan ku ambilkan milikmu" ucap Nenek Gina pergi ke rak kardus dan mencari milik Noel.


"Noel, Noel, Noel,....Ini dia" gumam Nenek Gina.


"Ayo kita lihat" ucap Nenek Gina membuka kardus milik Noel, setelah terbuka nampak telingan dan ekor tersusun rapi.


"Wow...ini lembut, pasti yang menempa orang yang hebat" puji Nenek Gina.


Catatan : Ken memiliki peringkat pertama dalam hal menempa.


"Ini...?" tanya Noel dengan bingung.


"Rubah putih atau Kyubi putih" ucap Nenek Gina.


"Kyubi ?" tanya Noel sambil membayangkan Kurama dan Naruto.


"Telinganya, hidungnya, ekornya, buku panduannya........semuanya ada" ucap Nenek Gina yang mengecek apa saja yang ada di dalam kardus.


"Sekarang mari kita coba" ucap Nenek Gina yang mengambil telinga rubah yang sedikit panjang.


"Noel ?" tanya Nenek Gina.

__ADS_1


"Ya" jawab Noel.


"Bersambung" ucap Author.


__ADS_2