My Psychopath Academy

My Psychopath Academy
Chapter 17


__ADS_3

'Heh....ternyata Pak tua itu yang menyewa lapangan, Menarik' batin Niel dengan tersenyum samping.


"Ketua Noel awas !!!" peringatan seluruh kelas.


Wuushh


Sebuah belati terbang ke arah Noel yang sedang asik melihat orang-orang yang sedang bekerja.


"Hah !?" ucap Noel yang baru mengenok kesamping.


"Uwah, sialan"


CCYYAARR


Noel dengan sigap menghindar kebelakang dan belati itu jatuh kebawah.


'Sial' batin Noel sambil berdiri dan melihat keluar jendela yang lumayan berat kerusakannya.


"Siapa yang melenpar ?" tanya Noel dengan nada dingin dan muka datar.


"Dia" ucap seluruh kelas menunjuk Roka.


"Apa !?" kejut Roka.


"Huft....ambil sendiri belatimu" ucap Noel pergi meninggalkan kelas dan menuju ke UKS.


'Ha....luka terbuka lagi' batin Noel yang membuka jaket hitamnya dan terlihat banyak darah yang keluar dari dadanya.


'Ukh gawat, harus cepat' batin Noel sambil berlari dan memegang mulutnya yang mengeluarkan darah.


Di dalam Kelas 1-E.


"Syukurlah...." ucap wakil ketua Mamoru yang bernama, Mika.

__ADS_1


"Cepat-cepat yang piket hari ini bersihkan pecahan kaca itu" perintah Ketua Mamoru.


"Dan kau Roka cepat ambil belatimu" perintah Ketua Mamoru.


"Baik" jawab Roka dan berjalan meninggalkan kelas dan menuju tempat belatinya jatuh.


"Untunglah Ketua Noel mangabaikan ini, jika tidak kelas ini akan hancur" ucap Sekretaris Rin.


"Ya" jawab mereka yang mendengarkan perkataan Sekretaris Rin.


"Oi, Ryota. Cepat susul kakakmu !" ucap Ketua Rieyu yang sudah memiliki firasat buruk.


'Kenapa ?' "Baik" ucap Ryota bergegas menyusul kakaknya, Roka.


"Kenapa kau menyuruhnya menyusul Roka ?" tanya Wakil Ketua Mika.


"Aku...aku mempunyai firasat buruk dan firasatku tak pernah salah" ucap Ketua Rieyu.


"Aku juga" ucap Ketua Mamoru.


"Sudah ku bilang jangan melakukan gerak yang cepat untuk sementara" ucap kepala kesehatan yang sedang memperban luka Noel.


"Paha kanan, dada bagian kiri dan lengan lengan kanan bagian atas, banyak sekali lukamu ini" dari tadi Kepala Kesehatan selalu mengwluh karena Noel.


"Ya ya maaf" ucap Noel.


"Hanya maaf yang bisa kau katakan" ucap Kepala kesehatan yang mempererat ikatan perban.


"Ukh.."


"Sudah selesai, sekarang pergilah ke kelas" usir Kepala Kesehatan yang sudah jengkel kepada Noel, sama seperti Ken.


"Terimakasih atas bantuannya" ucap Noel sambil sedikit membungkuk.

__ADS_1


'Ha...merepotkan sekali' ucap Noel sambil memakai jaketnya dan pergi meninggalkan ruang kesehatan/UKS.


Di dalam kelas.


SSRRAAKKK


Pintu belakang kelas 1-E terbuka dan muncul Noel dan duduk ditempat duduknya.


Dan tidak melakukan apa-apa.


'Dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa' pikir mereka.


Kelas pun mulai ramai lagi.


"Kenapa Roka dan Ryota lama sekali ?" ucap Ketua Rieyu yang menyadari bahwa Roka dan Ryota tidak kembali ke kelas.


"Hey lihat itu, itu bukannya Roka dan Ryota" ucap Murid-A hang sedang melihat kebawah jendela dan melihat pertaruangan Roka dan Ryota melawan kelas 2.


"Mereka sedang bertarung dengan kelas 2" balas Murid-C.


"APA ?" teriak Ketua Rieyu dan bergegas kearah jendela dan melihat pertarungan.


'Jadi ini firasat burukku' pikir Ketua Rieyu melihat kepinggir halaman sekeloh dan terdapat pertarungan Roka dan Ryota melawan kelas 2.


'Eh bukannya itu kelas 2-A !?" ucap Sekrstaris Rin.


"Benar" balas Wakil ketua Mika.


"Apa bisa mereka bertahan melawan murid kelas 2-A ?" tanya wakil ketua Arata.


"Entahlah, tapi ini terlihat seru sekali !" jawab Sekretaris Daichi.


"Apa kau bilang ?" tanya Ketua Rieyu.

__ADS_1


"Aku tidak bilang apa-apa kok" ucap Sekretaris Daichi sambil berkeringat dingin.


''BERSAMBUNG--


__ADS_2