
"Baiklah, waktunya pelajaran" ucap Pak Guru Ichiro.
Selesai pelajaran.
Ding Ding Ding
suara lonceng yang menandakan waktu makan siang atau istirahat.
"Pelajaran akan dilanjutkan nanti, kalian istirahatlah" ucap Pak Guru Ichiro sambil meninggalkan kelas.
Kelas pun mulai ramai, Kelas 1-E bisa dibilang kelas terburuk, dan selalu mendapatkan ejekkan, walaupun 1-E dalam SMA HIRISINO, namun bagaimana dengan Sekolah SPYCHOPATH ACADEMY.
"Hey, kau Noel ?" tanya Haru sambil menghampiri Noel.
"Ya, Haru ?" ucap Noel dengan menoleh kearah Haru, tapi melihat keluar jendela, pemandangannya bagus sekali.
"Mau makan siang ?" tanya Haru.
"Tentu" ucap Noel sambil berdiri dan pergi kekantin bersama dengan Haru.
Dikantin Noel sedang duduk dengan Haru yang sedang makan.
"Kenapa kau tidak makan ?" tanya Haru.
"Aku sedang memilih makanan, makanannya enak-enak jadi aku harus memilih-"
"Itu dia ?" ucap Noel dengan senang karena mengingatnya.
"Tunggu sebentar ya, Haru ?" ucap Neol sambil berlari kearah mesin minuman.
'Kalau tidak salah, Soe pernah mengatakan ada darah dimesin minuman' pikir Noel sambil mencari darah.
"Ini, akhirnya aku bertemu lagi denganmu manis" ucapnya sambil memasukkan koin kemesin itu dan membeli beberapa seperti wadah plastik khusus yang berisikan darah.
"Kemana dia pergi ?" tanya Haru dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Haru aku kembali" ucap Noel sambil menuju darah.
"Apa yang kau minum ?" tanya Haru penasaran.
"Darah" ucap Noel sambil melempar satu wadah hang berisikan darah.
"Oh terimakasih" ucap Haru sambil menyobek ujung wadah dan langsung meminumnya.
"Walaupun aku hanya bisa sedikit meminum darah, hanya satu wadah" ucap Haru dengan membuang wadahnya ketempat sampah.
"Dan Noel sepertinya kau bisa minum banyak sekali" ucap Haru yang terkejut akan sikap Noel.
"Aku bisa minum lebih dari 10 liter per hari" ucap Noel.
"WTF" kejut Haru.
DING DING
"Waktunya masuk kelas" ajak Haru.
Saat dikelas Pak Guru Ichiro sedang mengajar sampa sore.p
Ding Ding Ding Ding
"Pelajaran akan dilanjutkan besok, dan ambil kartu ini ?" ucap Pak Guru Ichiro.
Satu-persatu muridpun mengambilnya.
"Itu urutan untuk mengambil senjata" ucap Pak guru Ichiro dengan keluarkan kelas.
Kelas punmen jadi ramai.
"Nging...Tes-tes. Baiklah untuk peserta didik baru segeralah meminta senjata"
"Apa harus sekarang ?" tanya Noel dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Noel" panggil Haru sambil memperlihatkan kartunya.
Noel mwngerti maksud Haru, Noel juga memperlihatkan kartunya.
"Berbeda" ucap mereka berdua.
"Aku di ruangan nomor 16, kamu di ruangan nomor 17" ucap Haru.
"Ya, sepertinya begitu, Baiklah, ayo" ajak Noel.
Setelah diantara ruangan nomor 16 dan 17, Haru dan Noel puj berpisah dan masuk keruangnya masing-masing.
"Permisi" ucap Noel memasuki ruangan nomor 17.
Namun tidak ada yang menjawab.
Didalam ruangan 17, banyak sekali senjata-senjata yang hebat.
"Owah~...luarbiasa, senjata-senjata yang luar biasa keren" ucap Neol yamg ingin menyentuh salah satu senjatanya.
"Jangan sentuh itu" suara yang entah dari mana asalnya yang membatu Noel merinding.
"Siapa ?" tanya Noel.
"Ken, namaku Ken" ucap seorang penempa seperti seorang siswa yang berumur 17 tahun dengan warna rambut putih dan warna mata kuning.
"Ken, kah ? Aku Noel" ucap Noel sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
Namun diabaikan Ken, Ken hanya terus berjalan menuju kursinya.
'Aku diabaikan' batin Noel dengan menurunkan tangannya.
"Jadi kau yang kesini ?" tanya Ken dengan bingung.
"BERSAMBUNG"
__ADS_1